budaya:ekofeminisme_dalam_cermin_kaum_perempuan_pengrajin_purun_pedamaran

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
budaya:ekofeminisme_dalam_cermin_kaum_perempuan_pengrajin_purun_pedamaran [2022/10/19 06:35] Yusi Septriandibudaya:ekofeminisme_dalam_cermin_kaum_perempuan_pengrajin_purun_pedamaran [2023/03/05 02:59] (current) Hardini Indarti
Line 7: Line 7:
 Perempuan sejatinya memiliki keunggulan secara biologis alamiah dan secara sosial, yang mana kaum perempuan memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan dan pengelolaan kehidupan rumah tangga sehari-hari seperi memberi nutrisi yang cukup bagi anak dan keluarga, memperoleh air besih,dan kebutuhan harian lainnya. Tak hayal, dengan adanya peranan tersebut, kaum perempuan lebih memiliki sensitivitas dalam kelestarian sumber daya alam seperti air, tanah, udara, flora dan fauna. Perempuan sejatinya memiliki keunggulan secara biologis alamiah dan secara sosial, yang mana kaum perempuan memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan dan pengelolaan kehidupan rumah tangga sehari-hari seperi memberi nutrisi yang cukup bagi anak dan keluarga, memperoleh air besih,dan kebutuhan harian lainnya. Tak hayal, dengan adanya peranan tersebut, kaum perempuan lebih memiliki sensitivitas dalam kelestarian sumber daya alam seperti air, tanah, udara, flora dan fauna.
  
-Peranan perempuan dalam pengelolan lingkungan di kawasan gambut tercermin dalam masyarakat pengarajin purun pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Purun merupakan jenis tumbuhan khas rawa gambut yang tergolong ke dalam famili Cyperaceae.Tumbuhan purun dapat tumbuh di lahan rawa gambut karena memilki mekanisme fisiologis dan morfologis purun yang adatif untuk kondisi rawa gambut yang selalu terendam dengan pH tanah yang rendah. Di lahan gambut, beberapa spesies tanaman purun yang dapat dijumpai meliputi purun tikus (Eleocharis dulcis), purun danau (Lepironia articulata Retz.) dan purun bajang. Walaupun termasuk kedalam tumbuhan liar, peranan tumbuhan purun sangat penting bagi lingkungan dan ekonomi warga setempat.+Peranan perempuan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan gambut tercermin dalam masyarakat pengrajin purun pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Purun merupakan jenis tumbuhan khas rawa gambut yang tergolong ke dalam famili Cyperaceae.Tumbuhan purun dapat tumbuh di lahan rawa gambut karena memilki mekanisme fisiologis dan morfologis purun yang adatif untuk kondisi rawa gambut yang selalu terendam dengan pH tanah yang rendah. Di lahan gambut, beberapa spesies tanaman purun yang dapat dijumpai meliputi purun tikus (Eleocharis dulcis), purun danau (Lepironia articulata Retz.) dan purun bajang. Walaupun termasuk kedalam tumbuhan liar, peranan tumbuhan purun sangat penting bagi lingkungan dan ekonomi warga setempat.
  
 Kecamatan Pedamaran, merupakan kecamatan yang memiliki gambut yang kaya akan tanaman sumber daya tanaman purun. Karena kekayaan sumber daya tersebutlah, warga lokal memanfaatkan tumbuhan purun untuk dijadikan berbagai jenis anyaman purun (handcrafting) seperti tikar, tas, dompet, sandal, pot bunga dan lain-lain. Pemanfaatan tumbuhan purun untuk dijadikan anyaman telah berlangsung secara turun-temurun yang biasanya dilakukan oleh kaum perempuan. Di waktu senggang, para Ibu yang sedang menganyam purun akan mengajarkannya juga kepada anak perempuannya, sampai seterusnya, sehingga dalam prosesnya akan menimbulkan sebuat ikatan emosional antara ibu dan anak perempuan. Tak hayal, kerajinan anyaman purun ini selain bernilai ekonomi juga memilki nilai budaya . Kecamatan Pedamaran, merupakan kecamatan yang memiliki gambut yang kaya akan tanaman sumber daya tanaman purun. Karena kekayaan sumber daya tersebutlah, warga lokal memanfaatkan tumbuhan purun untuk dijadikan berbagai jenis anyaman purun (handcrafting) seperti tikar, tas, dompet, sandal, pot bunga dan lain-lain. Pemanfaatan tumbuhan purun untuk dijadikan anyaman telah berlangsung secara turun-temurun yang biasanya dilakukan oleh kaum perempuan. Di waktu senggang, para Ibu yang sedang menganyam purun akan mengajarkannya juga kepada anak perempuannya, sampai seterusnya, sehingga dalam prosesnya akan menimbulkan sebuat ikatan emosional antara ibu dan anak perempuan. Tak hayal, kerajinan anyaman purun ini selain bernilai ekonomi juga memilki nilai budaya .
  • budaya/ekofeminisme_dalam_cermin_kaum_perempuan_pengrajin_purun_pedamaran.1666161336.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:52
  • (external edit)