budaya:eksploitasi_lahan_gambut

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
budaya:eksploitasi_lahan_gambut [2023/03/05 03:40] Nina Sapitribudaya:eksploitasi_lahan_gambut [2025/02/12 12:56] (current) Elvira Belinda Adisma
Line 1: Line 1:
 {{tag>rintisan}} {{tag>rintisan}}
  
-====== Eksploitasi lahan gambut ======+====== Eksploitasi Lahan Gambut ======
  
 Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksploitasi adalah suatu tindakan pemanfaatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi, penghisapan, pemerasan atas orang lain yang pada dasarnya adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksploitasi adalah suatu tindakan pemanfaatan yang dilakukan untuk keuntungan pribadi, penghisapan, pemerasan atas orang lain yang pada dasarnya adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak bisa dibenarkan.
  
-Aktivitas eksploitasi hutan di Indonesia sudah terjadi sejak Indonesia masih di masa penjajahan (kolonial). Ketika itu Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang berada di Indonesia dari sekitar akhir abad XVI sampai awal abad XIX telah melakukan praktik-praktik penjarahan terhadap hutan di Indonesia. VOC melakukan penebangan hutan, mengambil kayu-kayu untuk bangunan, pembuatan kapal maupun untuk kayu bakar berbagai industri. Eksploitasi terhadap hutan yang dilakukan oleh VOC berdasarkan izin yang diperoleh oleh penguasa pribumi. +Aktivitas eksploitasi hutan di Indonesia sudah terjadi sejak Indonesia masih di masa penjajahan (kolonial). Ketika itu Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) yang berada di Indonesia dari sekitar akhir abad XVI sampai awal abad XIX telah melakukan praktik-praktik penjarahan terhadap hutan di Indonesia. VOC melakukan penebangan hutan, mengambil kayu-kayu untuk bangunan, pembuatan kapal maupun untuk kayu bakar berbagai industri.
- <font 11pt/Calibri,sans-serif;;inherit;;inherit>Eksploitasi besar-besaran terhadap lahan gambut oleh aktifitas pembukaan lahan hutan tanam industri, perkebunan, infrastruktur, dan pemukiman menimbulkan keringnya lahan gambut sehingga yang tersisa adalah gambut itu sendiri dimana tingkat kerentanannya untuk terbakar sangat tinggi. Tidak jarang sejak tahun 2000-an Indonesia memiliki masalah kebakaran lahan gambut. Salah satu kegiatan perlindungan gambut adalah dengan melakukan restorasi, walaupun belum terlalu signifikan dampak yang diberikan, namun akan sangat berguna jika musim kemarau panjang datang.</font>+
  
-Perkembangan manusia yang selalu meningkat tidak dapat dibatasi setiap tahun, yang mengakibatkan lahan pertanian yang semakin sempit karena dimanfaatkan oleh manusia sebagai pemukiman maupun alih fungsi lahan, baik sebagai lahan pertanian menjadi perkebunan dan lainnya. Hal tersebut mengakibatkan semakin berkurangnya lahan optimal untuk kegiatan pertanian, sehingga lahan sub-optimal dianggap dapat menjadi jalan pintas terbaik untuk tetap bisa melakukan aktivitas pertanian atau membangun sumber penghidupan baru. Hal inilah yang mengakibatkan adanya eksploitasi besar-besaran pada lahan gambut yang menyebabkan kerusakan gambut saat ini. Seperti yang kita ketahui dalam proses pengelolaan lahan gambut akan ada aktivitas pengeringan. Aktivitas pengeringan tersebut dapat menimbulkan kekeringan di lahan gambut yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran gambut. Dampak buruk kebakaran gambut itu sendiri dapat mengubah fungsi utama gambut sebagai penyimpanan karbon terbesar dan menjadi penyumbang karbon terbesar dalam perubahan iklim. +Eksploitasi terhadap hutan yang dilakukan oleh VOC berdasarkan izin yang diperoleh oleh penguasa pribumi. Eksploitasi besar-besaran terhadap lahan gambut itu disebabkan oleh aktifitas pembukaan lahan hutan tanam industri, perkebunan, infrastruktur, dan pemukiman menimbulkan keringnya lahan gambut . Hal tersebut mengakibatkan semakin berkurangnya lahan optimal untuk kegiatan pertanian, sehingga lahan sub-optimal dianggap dapat menjadi jalan pintas terbaik untuk tetap bisa melakukan aktivitas pertanian atau membangun sumber penghidupan baru. Hal inilah yang mengakibatkan adanya eksploitasi besar-besaran pada lahan gambut yang menyebabkan kerusakan gambut saat ini. Seperti yang kita ketahui dalam proses pengelolaan lahan gambut akan ada aktivitas pengeringan. Aktivitas pengeringan tersebut dapat menimbulkan kekeringan di lahan gambut yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran gambut. Dampak buruk kebakaran gambut itu sendiri dapat mengubah fungsi utama gambut sebagai penyimpanan karbon terbesar dan menjadi penyumbang karbon terbesar dalam perubahan iklim.
- <font 11pt/Calibri,sans-serif;;inherit;;inherit>Untuk saat ini Badan Restorasi Gambut (BRG) menerapkan pendekatan 3R (rewetting, revegatasi, dan revitalisasi) pada mata pencaharian penduduk. Rewetting dilakukan dengan menyekat kanal atau menutupnya untuk membasahkan kembali lahan gambut yang bertujuan untuk menjaga ketinggian air dilahan gambut minimal 0,4 meter. Kemudian dilakukan pengadaan vegetasi berupa tanaman dan tajuk disekitar  lahan gambut dan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola lahan gambut dengan menanam tanaman yang memungkinkan seperti nanas, sagu, purun, dan tanaman palu di kultur lainnya serta perikanan air tawar.</font>+
  
-==== Sumber ====+Ekspoitasi dan intervensi serampangan terhadap lahan gambut akan menjadi bom waktu yang bisa kapan saja meledak dan menimbulkan malapetaka bagi ekosistem di sekitarnya. Ketika kebakaran terjadi, api yang berkobar akan sangat sulit dipadamkan. Api akan menjalar pada lapisan bawah (ground fire) tanah gambut yang kering. Upaya pemadaman secara manual melalui darat dan udara tidak akan efektif memadamkan kebakaran di gambut karena hanya hujan dengan intensitas tinggi yang mampu memadamkan api hingga bawah permukaan tanah gambut. Tahun 2015 merupakan tahun kelam bagi Indonesia akibat bencana yang menghanguskan 194.787 hektare lahan gambut. Fenomena El Nino memperparah kondisi gambut yang sudah terlanjur kering sehingga menyebabkan api semakin cepat berkobar. Api yang berkobar di gambut tidak hanya melepaskan simpanan karbon di dalamnya namun juga memicu keluarnya gas rumah kaca ke udara yang memperparah perubahan iklim. 
 + 
 +Untuk saat ini Badan Restorasi Gambut (BRG) menerapkan pendekatan 3R (rewetting, revegatasi, dan revitalisasi) pada mata pencaharian penduduk. Rewetting dilakukan dengan menyekat kanal atau menutupnya untuk membasahkan kembali lahan gambut yang bertujuan untuk menjaga ketinggian air dilahan gambut minimal 0,4 meter. Kemudian dilakukan pengadaan vegetasi berupa tanaman dan tajuk disekitar lahan gambut dan pemberdayaan masyarakat untuk mengelola lahan gambut dengan menanam tanaman yang memungkinkan seperti nanas, sagu, purun, dan tanaman palu di kultur lainnya serta perikanan air tawar. selain itu, salah satu kegiatan perlindungan gambut adalah dengan melakukan restorasi, walaupun belum terlalu signifikan dampak yang diberikan, namun akan sangat berguna jika musim kemarau panjang datang.\\ 
 +===== Referensi ===== 
 + 
 +=====   =====
  
 \\ \\
-Tulisan ini diambil dari sumber: [[https://lindungihutan.com/blog/pengertian-eksploitasi-hutan/|https://lindungihutan.com/blog/pengertian-eksploitasi-hutan/]]\\ +[[https://lindungihutan.com/blog/pengertian-eksploitasi-hutan/|https://lindungihutan.com/blog/pengertian-eksploitasi-hutan/]]\\ 
-[[http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/restorasi-dan-perlindungan-gambut|http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/restorasi-dan-perlindungan-gambut]]+[[http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/restorasi-dan-perlindungan-gambut|http://pojokiklim.menlhk.go.id/read/restorasi-dan-perlindungan-gambut]] \\ 
 +https://pantaugambut.id/kabar/gambut-sebagai-solusi-masalah-iklim-sekaligus-bom-waktu
  
  
  • budaya/eksploitasi_lahan_gambut.1677987612.txt.gz
  • Last modified: 2023/03/05 03:40
  • by Nina Sapitri