Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision | |||
budaya:sonor [2023/02/05 12:20] – ↷ Page moved from penghidupan:sonor to budaya:sonor Arizka Mufida | budaya:sonor [2023/02/11 05:21] (current) – Yusi Septriandi | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
====== Sonor ====== | ====== Sonor ====== | ||
+ | |||
+ | **Sonor** merupakan sistem pembukaan lahan dengan cara membakar yang telah dilakukan secara turun menurun, masyarakat desa rambai menyatakan bahwa dengan bersonor lebih effisien dan efektif. Namun ada beberapa dampak negatif dari sistem sonor seperti: | ||
+ | |||
+ | - Menurunkan kesuburan tanah gambut | ||
+ | - Menghilangkan kemampuan tanah menampung air | ||
+ | - Hilangnya cadangan karbon yang sangat besar | ||
+ | - Mempercepat laju penurunan permukaan tanah gambut (subsiden) , tidak hanya dampak pada lahan gambutnya saja akan tetapi berdampak luas seperti perubahan pola penghidupan masyarakat; penurunan tingkat ekonomi sosial; serta perubahan iklim dunia; deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati di lahan gambut. | ||
+ | |||
+ | Pemerintah sudah berupaya dalam mengurangi aktivitas sonor dan mengurangi dampaknya seperti memberikan pelatihan dan memberikan beberapa tanaman alternatif bagi masyarakat dalam meningkatkan kedaulatan pangan dan dapat meminimalisir kerentanan ekonomi yang terjadi yaitu Jahe merah, Terong dan beberapa tanaman sayur lainya. | ||
===== Definisi Sonor ===== | ===== Definisi Sonor ===== | ||
Sonor adalah budidaya padi (//Oryza sativa//) pada lahan rawa, termasuk rawa gambut, yang penyiapan lahannya dilakukan pada musim kemarau dengan cara membakar tumbuhan bawah, semak dan belukar rawa sehingga terbentuk lapisan abu untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menopang pertumbuhan padi. Makin panjang kemarau aktivitas budidaya padi sonor akan meningkat karena lapisan abu yang terbentuk setelah pembakaran makin tebal karena proses pembakaran yang lebih sempurna. Deposit abu yang tebal akan mencukupi kebutuhan hara untuk pertumbuhan padi sampai panen. | Sonor adalah budidaya padi (//Oryza sativa//) pada lahan rawa, termasuk rawa gambut, yang penyiapan lahannya dilakukan pada musim kemarau dengan cara membakar tumbuhan bawah, semak dan belukar rawa sehingga terbentuk lapisan abu untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menopang pertumbuhan padi. Makin panjang kemarau aktivitas budidaya padi sonor akan meningkat karena lapisan abu yang terbentuk setelah pembakaran makin tebal karena proses pembakaran yang lebih sempurna. Deposit abu yang tebal akan mencukupi kebutuhan hara untuk pertumbuhan padi sampai panen. | ||
+ | |||
===== Sejarah Sonor ===== | ===== Sejarah Sonor ===== | ||
Line 14: | Line 24: | ||
==== 1. Penyiapan Lahan ==== | ==== 1. Penyiapan Lahan ==== | ||
- | Pola yang digunakan untuk budidaya padi sonor di lahan rawa sama dengan perladangan berpindah (//shifting cultivation// | + | Pola yang digunakan untuk budidaya padi sonor di lahan rawa sama dengan perladangan berpindah (//shifting cultivation// |
- | Terdapat 2 cara penyiapan lahan untuk budidaya padi sonor, yaitu: (1) pembakaran langsung tanpa penebasan tumbuhan bawah, (2) pembakaran yang didahului oleh penebasan tumbuhan bawah. Pada cara pertama tumbuhan bawah, semak dan belukar rawa langsung dibakar tanpa penebasan tumbuhan bawah dan sekat bakar sehingga api menyebar tak terkendali melampaui batas kepemilikan lahan. Sedangkan pada cara kedua terlebih dahulu dilakukan penebasan tumbuhan bawah, semak dan belukar rawa. Pada cara kedua hasil tebasan disebar rata pada hamparan lahan sampai kering, kemudian dibakar sehingga sebaran api mudah dikontrol dan areal yang terbakar hanya sebatas areal kepemilikan petani. Kedua cara penyiapan lahan tersebut disajikan pada gambar di bawah. {{ | + | |
- | Pada areal bekas pembakaran terbentuk campuran bahan organik yang terbakar tidak sempurna berupa campuran arang dan kayu dan hasil pembakaran sempurna berupa abu. Pada lahan gambut, abu selain dihasilkan dari tumbuhan bawah, semak dan belukar juga dihasilkan dari gambut yang terbakar. Makin tebal abu yang dihasilkan makin subur areal pertanamannya. Abu tebal didapat jika terjadi kemarau panjang. Pada kasus muka air tanah\\ | + | Pada areal bekas pembakaran terbentuk campuran bahan organik yang terbakar tidak sempurna berupa campuran arang dan kayu dan hasil pembakaran sempurna berupa abu. Pada lahan gambut, abu selain dihasilkan dari tumbuhan bawah, semak dan belukar juga dihasilkan dari gambut yang terbakar. Makin tebal abu yang dihasilkan makin subur areal pertanamannya. Abu tebal didapat jika terjadi kemarau panjang. Pada kasus muka air tanah \\ < 30 cm biasanya pembakaran hanya terjadi pada lapisan serasah hasil tebasan, tidak sampai membakar lapisan gambutnya karena kadar air gambut masih tinggi yang akan menghambat penjalaran api ke bawah lapisan gambut seperti gambar berikut: {{ |
- | < 30 cm biasanya pembakaran hanya terjadi pada lapisan serasah hasil tebasan, tidak sampai membakar lapisan gambutnya karena kadar air gambut masih tinggi yang akan menghambat penjalaran api ke bawah lapisan gambut seperti gambar berikut: {{ | + | |
==== 2. Penanaman ==== | ==== 2. Penanaman ==== | ||
- | Penanaman dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Benih padi ditebar merata pada hamparan areal yang telah dibakar/ | + | Penanaman dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Benih padi ditebar merata pada hamparan areal yang telah dibakar/ |
- | Hasil analisis sifat-sifat kimia tanah gambut pada areal padi sonor disajikan pada tabel berikut: {{ | + | Hasil analisis sifat-sifat kimia tanah gambut pada areal padi sonor disajikan pada tabel berikut: {{ |
Dari tabel tersebut tampak bahwa kesuburan tanah gambut pada areal padi sonor terutama ditopang oleh potensi dan ketersediaan unsur hara nitrogen dan fosfor dan kapasitas tukar kation (CEC) yang sangat tinggi, sedangkan unsur-unsur basa (K, Na, Ca, Mg) berada pada kisaran sedang sampai sangat rendah. Pembatas pertumbuhan padi juga disumbang oleh reaksi tanah yang sangat masam seperti ditunjukkan oleh nilai pH < 3,5. | Dari tabel tersebut tampak bahwa kesuburan tanah gambut pada areal padi sonor terutama ditopang oleh potensi dan ketersediaan unsur hara nitrogen dan fosfor dan kapasitas tukar kation (CEC) yang sangat tinggi, sedangkan unsur-unsur basa (K, Na, Ca, Mg) berada pada kisaran sedang sampai sangat rendah. Pembatas pertumbuhan padi juga disumbang oleh reaksi tanah yang sangat masam seperti ditunjukkan oleh nilai pH < 3,5. | ||
Line 30: | Line 38: | ||
==== 3. Pemeliharaan ==== | ==== 3. Pemeliharaan ==== | ||
- | Pemeliharaan juga dilakukan sangat sederhana, hampir tidak ada input biaya tunai. Benih padi yang terhampar di permukaan lahan rawan dimakan oleh burung dan tikus. Untuk menghindari serangan hama burung petani memasang jaring pada bagian lahan yang rawan serangan serta pemasangan pagar keliling dari kayu gelam (Melaleuca sp.) yang tersedia di sekitar areal untuk mencegah masuknya dan menghambat pergerakan hama babi hutan dan ternak kerbau rawa. Kegiatan rutin berupa penjagaan tanaman padi dengan cara petani membangun pondok sementara dari bahan kayu dan atap daun rumbia. Pemupukan, pembersihan gulma dan pengendalian hama penyakit secara kimia tidak\\ | + | Pemeliharaan juga dilakukan sangat sederhana, hampir tidak ada input biaya tunai. Benih padi yang terhampar di permukaan lahan rawan dimakan oleh burung dan tikus. Untuk menghindari serangan hama burung petani memasang jaring pada bagian lahan yang rawan serangan serta pemasangan pagar keliling dari kayu gelam (Melaleuca sp.) yang tersedia di sekitar areal untuk mencegah masuknya dan menghambat pergerakan hama babi hutan dan ternak kerbau rawa. Kegiatan rutin berupa penjagaan tanaman padi dengan cara petani membangun pondok sementara dari bahan kayu dan atap daun rumbia. Pemupukan, pembersihan gulma dan pengendalian hama penyakit secara kimia tidak \\ \\ dilakukan karena pertumbuhan padi hanya mengandalkan kesuburan alami tanah. Kondisi padi sonor pada umur 2,5 bulan setelah tebar benih disajikan pada gambar berikut: {{ |
- | \\ | + | |
- | dilakukan karena pertumbuhan padi hanya mengandalkan kesuburan alami tanah. Kondisi padi sonor pada umur 2,5 bulan setelah tebar benih disajikan pada gambar berikut: {{ | + | |
===== ===== | ===== ===== | ||
Line 42: | Line 48: | ||
{{ https:// | {{ https:// | ||
- | Panen dilakukan secara manual dengan cara memotong malai padi satu demi satu menggunakan pisau khusus yang disebut ani-ani atau ketam. Untuk memanen 1 hektar diperlukan tenaga kerja sebanyak 5 orang selama 7 hari. Kondisi padi sonor umur 3,5 bulan menjelang panen disajikan pada gambar berikut : {{ | + | Panen dilakukan secara manual dengan cara memotong malai padi satu demi satu menggunakan pisau khusus yang disebut ani-ani atau ketam. Untuk memanen 1 hektar diperlukan tenaga kerja sebanyak 5 orang selama 7 hari. Kondisi padi sonor umur 3,5 bulan menjelang panen disajikan pada gambar berikut : {{ |
==== 5. Produksi ==== | ==== 5. Produksi ==== | ||
Line 62: | Line 68: | ||
===== Modifikasi Budaya Padi Sonor ===== | ===== Modifikasi Budaya Padi Sonor ===== | ||
- | Pasca kebakaran besar hutan dan lahan pada tahun 1997 akibat kemarau panjang di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan regulasi penyiapan lahan tanpa bakar. Regulasi tersebut makin diperkeras setelah kejadian kebakaran besar hutan dan lahan terulang di tahun 2015. Pemerintah mulai melarang seluruh aktivitas penggunaan dan penyiapan lahan yang dilakukan dengan cara pembakaran. Adanya regulasi tersebut membawa implikasi perlunya mencari bentuk modifikasi untuk budidaya padi sonor. Untuk tujuan tersebut perlu diperkenalkan budidaya padi pada lahan rawa tanpa bakar dengan pola agroforestri. Pola agroforestri memberi peluang untuk diversifikasi komoditas yang dibudidayakan. Pada lahan rawa gambut yang melimpah sumberdaya airnya, pola agroforestry dapat dipadukan dengan budidaya perikanan, sehingga akan dapat diperoleh pola budidaya Agrosilvofishery. Penataan ruang dan jarak tanamnya perlu diatur agar pemanfaatan ruang dapat dilakukan secara maksimal dengan prinsip pemanfaatan ruang penuh (//fully space utilization// | + | Pasca kebakaran besar hutan dan lahan pada tahun 1997 akibat kemarau panjang di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan regulasi penyiapan lahan tanpa bakar. Regulasi tersebut makin diperkeras setelah kejadian kebakaran besar hutan dan lahan terulang di tahun 2015. Pemerintah mulai melarang seluruh aktivitas penggunaan dan penyiapan lahan yang dilakukan dengan cara pembakaran. Adanya regulasi tersebut membawa implikasi perlunya mencari bentuk modifikasi untuk budidaya padi sonor. Untuk tujuan tersebut perlu diperkenalkan budidaya padi pada lahan rawa tanpa bakar dengan pola agroforestri. Pola agroforestri memberi peluang untuk diversifikasi komoditas yang dibudidayakan. Pada lahan rawa gambut yang melimpah sumberdaya airnya, pola agroforestry dapat dipadukan dengan budidaya perikanan, sehingga akan dapat diperoleh pola budidaya Agrosilvofishery. Penataan ruang dan jarak tanamnya perlu diatur agar pemanfaatan ruang dapat dilakukan secara maksimal dengan prinsip pemanfaatan ruang penuh (//fully space utilization// |
- | Baik padi, ikan maupun tanaman tahunan adalah sumber pendapatan petani jangka pendek dan jangka panjang. Pola campuran tanaman semusim dan tahunan diharapkan akan dapat memutus siklus pembakaran lahan seperti yang dilakukan dalam budidaya padi sonor. Petani tidak akan membakar kembali lahannya akibat adanya tanaman tahunan yang merupakan aset dan sumber pendapatannya. Bentuk modifikasi budidaya padi sonor mulai dipraktekkan di Kabupaten OKI seperti disajikan pada gambar berikut: {{ | + | Baik padi, ikan maupun tanaman tahunan adalah sumber pendapatan petani jangka pendek dan jangka panjang. Pola campuran tanaman semusim dan tahunan diharapkan akan dapat memutus siklus pembakaran lahan seperti yang dilakukan dalam budidaya padi sonor. Petani tidak akan membakar kembali lahannya akibat adanya tanaman tahunan yang merupakan aset dan sumber pendapatannya. Bentuk modifikasi budidaya padi sonor mulai dipraktekkan di Kabupaten OKI seperti disajikan pada gambar berikut: {{ |
Dalam budidaya padi sonor yang dimodifikasi tanpa pembakaran lahan, implikasi yang muncul adalah perlunya input herbisida untuk mematikan gulma dan input dolomit [Ca, | Dalam budidaya padi sonor yang dimodifikasi tanpa pembakaran lahan, implikasi yang muncul adalah perlunya input herbisida untuk mematikan gulma dan input dolomit [Ca, | ||