Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
ekosistem:kanal [2023/02/11 05:39] – Stella Padagi | ekosistem:kanal [2024/06/04 18:07] (current) – Weni Julaika | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
{{tag> | {{tag> | ||
- | ====== | + | ====== Kanal ====== |
- | {{: | + | |
- | <font 12.0pt/ | + | Pendekatan restorasi menuntut pengembangan suatu sistem sekat kanal untuk menghambat gerakan air keluar pada saluran irigasi. Sekat kanal idealnya dibangun sesuai dengan kondisi peralihan cuaca dan kondisi peralihan musim yaitu dua bulan sebelum memasuki musim hujan. Sekat kanal dibangun di tengah kubah gambut (hulu) dan kemudian jaringannya diperluas sedikit demi sedikit menuju ke tepi kubah (hilir). Pembangunan sekat kanal akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi kawasan, kondisi sosial masyarakat, dan kondisi teknis. Pembuatan saluran seperti kanal dan parit dalam kapasitas besar dapat menyebabkan masalah di lahan gambut. Aktivitas ini dapat memperlaju kehilangan air dalam badan gambut sehingga gambut akan mengalami degradasi serta kerusakan fungsi hidrologi dan ekologi. Menurut Wasis (2019), pembuatan sekat kanal dapat memperbaiki sistem air yakni ditandai dengan adanya peningkatan air tanah. |
- | Pembuatan saluran seperti kanal dan parit dalam kapasitas besar menyebabkan masalah di lahan gambut. Aktivitas ini dapat memperlaju kehilangan air dalam badan gambut sehingga gambut akan mengalami degradasi serta kerusakan fungsi hidrologi dan ekologi. Sebagai usaha untuk menanggulangi permasalahan gambut tersebut dapat diatasi dengan pembangunan sekat kanal. Menurut Wasis (2019), pembuatan sekat kanal dapat memperbaiki sistem air yakni ditandai dengan adanya peningkatan air tanah.</font> | + | |
+ | ===== Penerapan Sekat Kanal ===== | ||
+ | |||
+ | Terdapat 3 (tiga) tahapan penting yang harus dilakukan untuk menentuan tipe atau jenis sekat kanal yang akan digunakan yaitu (1) Tahap evaluasi kawasan, pada tahap ini diharuskan memahami apakah rencana sekat yang dibangun masuk dalam zona kawasan lindung, budidaya adaptif, atau budidaya (2) tahap evaluasi sosial masyarakat, yaitu sejauh mana aktivitas masyarakat terhadap kawasan tersebut, dan (3) tahap teknis, tahap ini merupakan tahap mengoptimalkan desain sekat kanal dengan | ||
+ | |||
+ | Berdasarkan kondisi lapangan, sering kali saluran yang akan dipasang sekat berada tumpang tindih (// | ||
+ | ===== Referensi ===== | ||
+ | |||
+ | [[https:// | ||