ekosistem:klasifikasi_gambut

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
ekosistem:klasifikasi_gambut [2023/01/17 20:16] – external edit 127.0.0.1ekosistem:klasifikasi_gambut [2023/02/03 01:53] (current) Yusi Septriandi
Line 1: Line 1:
-{{tag>rintisan}} 
- 
 ====== Klasifikasi Gambut ====== ====== Klasifikasi Gambut ======
- 
-{{:histosols_page-0001.jpg?nolink&200x152|histosols_page-0001.jpg}} 
- 
-Gambar Tanah Gambut<sup>5</sup> 
- 
-Lahan gambut merupakan ekosistem lahan basah yang dibentuk dari hasil akumulasi timbunan bahan organik yang berasal dari pelapukan vegetasi yang tumbuh disekitarnya dan terbentuk secara alami dalam jangka waktu yang lama. Akumulasi ini terjadi karena lambatnya laju dekomposisi dibandingkan dengan laju penimbunan organik yang basah atau tergenang. Peran gambut terhadap lingkungan sangat vital, salah satunya karena mampu menyimpan karbon dalam jangka waktu yang lama. 
- 
-Lahan gambut di Indonesia berasal dari bahan organik yang terakumulasi dalam kondisi anaerob. Air yang menggenangi bahan organik secara terus menerus sehingga kondisi anaerob secara terus menerus hingga terbentuk lapisan bahan organik. Semakin lama lapisan bahan organik ini semakin tinggi hingga mencapai lebih dari 40 cm dan dapat disebut sebagai tanah gambut. Bahan organik gambut berasal dari vegetasi yang tumbuh diatasnya. Sifat dan ciri tanah gambut di pengaruhi oleh vegetasi asal, fisiografi, proses, dan usia pembentukannya. 
  
 Berdasarkan klasifikasinya, gambut dapat dibedakan dengan berbagai sudut yang berbeda, yakni berdasarkan tingkat kematangan, kedalaman, kesuburan, posisi terbentuk, dan lingkungan pembentuknya. Berdasarkan klasifikasinya, gambut dapat dibedakan dengan berbagai sudut yang berbeda, yakni berdasarkan tingkat kematangan, kedalaman, kesuburan, posisi terbentuk, dan lingkungan pembentuknya.
Line 54: Line 44:
 1. Gambut **Ombrogen**, dimana kandungan airnya hanya berasal dari air hujan. Gambut ini dibentuk dengan lingkungan pengendapan dimana tumbuhan pembentuk hanya tumbuh dari air hujan, sehingga kadar abunya adalah asli dari tumbuhan itu sendiri.\\ 1. Gambut **Ombrogen**, dimana kandungan airnya hanya berasal dari air hujan. Gambut ini dibentuk dengan lingkungan pengendapan dimana tumbuhan pembentuk hanya tumbuh dari air hujan, sehingga kadar abunya adalah asli dari tumbuhan itu sendiri.\\
 2. Gambut **Topogen**, dimana kandungan airnya berasal dari oermukaan. Gambut ini diendapkan dari sisa tumbuhan dari pengaruh elemen yang dibawah oleh air permukaan tersebut. 2. Gambut **Topogen**, dimana kandungan airnya berasal dari oermukaan. Gambut ini diendapkan dari sisa tumbuhan dari pengaruh elemen yang dibawah oleh air permukaan tersebut.
-====== Referensi ======+===== Referensi =====
  
 1. Utomo, Rudy Setyo. 2010. Tanah Gambut Manfaat dan Masalahnya. STAIN Pontianak Press. Pontianak. 1. Utomo, Rudy Setyo. 2010. Tanah Gambut Manfaat dan Masalahnya. STAIN Pontianak Press. Pontianak.
Line 65: Line 55:
  
 5. Link Gambar: [[https://www.nrcs.usda.gov/wps/portal/nrcs/detail/soils/edu/?cid=nrcs142p2_053588|https://www.nrcs.usda.gov/wps/portal/nrcs/detail/soils/edu/?cid=nrcs142p2_053588]] 5. Link Gambar: [[https://www.nrcs.usda.gov/wps/portal/nrcs/detail/soils/edu/?cid=nrcs142p2_053588|https://www.nrcs.usda.gov/wps/portal/nrcs/detail/soils/edu/?cid=nrcs142p2_053588]]
 +
 +{{tag>rintisan}}
  
  
  • ekosistem/klasifikasi_gambut.1673986602.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 20:16
  • by 127.0.0.1