Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
ekosistem:sektor_perkebunan [2023/01/17 20:16] – external edit 127.0.0.1 | ekosistem:sektor_perkebunan [2023/06/24 07:07] (current) – Muhammad Fatih Abdillah | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | {{tag> | + | ====== Sektor |
- | + | ||
- | ====== Sektor | + | |
+ | < | ||
Pemanfaatan lahan gambut untuk sektor Perkebunan di Sumatera Selatan, baik untuk perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan dimulai sekitar tahun 1980an, manakala lahan mineral/ | Pemanfaatan lahan gambut untuk sektor Perkebunan di Sumatera Selatan, baik untuk perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan dimulai sekitar tahun 1980an, manakala lahan mineral/ | ||
Prinsip pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan untuk perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan, agar tidak berdampak terhadap penurunan kulitas lingkungan. Diperlukan strategi pengaturan tinggi muka air tanah agar tidak terlalu dangkal untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit dan juga tidak terlalu dalam agar permukaan tanah gambut tetap lembab sehingga tidak mudah terjadi kebakaran dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dapat dikurangi. Kearifan lokal petani pekebun di beberapa daerah di Suamatera Selatan menunjukkan kemampuan mengelola lahan gambut yang terdegradasi/ | Prinsip pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan untuk perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan, agar tidak berdampak terhadap penurunan kulitas lingkungan. Diperlukan strategi pengaturan tinggi muka air tanah agar tidak terlalu dangkal untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit dan juga tidak terlalu dalam agar permukaan tanah gambut tetap lembab sehingga tidak mudah terjadi kebakaran dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dapat dikurangi. Kearifan lokal petani pekebun di beberapa daerah di Suamatera Selatan menunjukkan kemampuan mengelola lahan gambut yang terdegradasi/ | ||
+ | |||
+ | Sektor perkebunan pada lahan gambut memiliki beberapa karakteristik dan tantangan yang perlu diperhatikan. Lahan gambut adalah tanah yang terbentuk dari endapan bahan organik yang terkompresi selama berabad-abad. Tanah gambut memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan kandungan air yang tinggi, serta kurangnya nutrisi dan aerasi yang memadai | ||
+ | |||
+ | Meskipun memiliki tantangan, sektor perkebunan pada lahan gambut tetap menjadi area potensial untuk pengembangan berbagai tanaman komoditas. Beberapa komoditas yang biasa ditanam di lahan gambut termasuk kelapa sawit, akasia, karet, dan tanaman gambut (seperti cranberry). | ||