Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision |
ekosistem:sektor_perkebunan [2023/06/24 07:03] – Muhammad Fatih Abdillah | ekosistem:sektor_perkebunan [2023/06/24 07:07] (current) – Muhammad Fatih Abdillah |
---|
{{tag>rintisan}} | ====== Sektor Perkebunan ====== |
| |
<h1 class="page-header pb-3 mb-4 mt-5"><svg class="iconify mr-2" height="1em" role="presentation" viewbox="0 0 24 24" width="1em" xmlns="http://www.w3.org/2000/svg"><path d="M13 9h5.5L13 3.5V9M6 2h8l6 6v12a2 2 0 0 1-2 2H6a2 2 0 0 1-2-2V4c0-1.11.89-2 2-2m9 16v-2H6v2h9m3-4v-2H6v2h12z"></path></svg> Sektor perkebunan</h1> <div class="level1"> <p><img alt="" class="media" src="https://wikigambut.id/lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/download1.jpg" style="width: 275px; height: 183px;" type="nolink" /></p> | <imgcaption image1|Perkebunan semangka>{{ :ekosistem:download_1_.jpg?200|}}</imgcaption> |
| Pemanfaatan lahan gambut untuk sektor Perkebunan di Sumatera Selatan, baik untuk perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan dimulai sekitar tahun 1980an, manakala lahan mineral/lahan kering mulai terbatas dan mahal harganya. Pada tahun 1990an pengembangan perkebunan di lahan gambut semakin ekstensif/meluas, khususnya untuk pengembangan kelapa sawit (Elaeis guenensis L) mengingat kelapa sawit mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. |
| |
<p>Pemanfaatan lahan gambut untuk sektor Perkebunan di Sumatera Selatan, baik untuk perkebunan rakyat maupun perusahaan perkebunan dimulai sekitar tahun 1980an, manakala lahan mineral/lahan kering mulai terbatas dan mahal harganya. Pada tahun 1990an pengembangan perkebunan di lahan gambut semakin ekstensif/meluas, khususnya untuk pengembangan kelapa sawit (Elaeis guenensis L) mengingat kelapa sawit mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.</p> | Prinsip pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan untuk perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan, agar tidak berdampak terhadap penurunan kulitas lingkungan. Diperlukan strategi pengaturan tinggi muka air tanah agar tidak terlalu dangkal untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit dan juga tidak terlalu dalam agar permukaan tanah gambut tetap lembab sehingga tidak mudah terjadi kebakaran dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dapat dikurangi. Kearifan lokal petani pekebun di beberapa daerah di Suamatera Selatan menunjukkan kemampuan mengelola lahan gambut yang terdegradasi/rusak dapat dilakukan dengan baik, sehingga lahan gambut terdegradasi yang tiap tahun terbakar, dapat dirubah menjadi kebun sawit produktif dan tidak terbakar lagi. |
| |
<p>Prinsip pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan untuk perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan, agar tidak berdampak terhadap penurunan kulitas lingkungan. Diperlukan strategi pengaturan tinggi muka air tanah agar tidak terlalu dangkal untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman kelapa sawit dan juga tidak terlalu dalam agar permukaan tanah gambut tetap lembab sehingga tidak mudah terjadi kebakaran dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dapat dikurangi. Kearifan lokal petani pekebun di beberapa daerah di Suamatera Selatan menunjukkan kemampuan mengelola lahan gambut yang terdegradasi/rusak dapat dilakukan dengan baik, sehingga lahan gambut terdegradasi yang tiap tahun terbakar, dapat dirubah menjadi kebun sawit produktif dan tidak terbakar lagi.</p> | Sektor perkebunan pada lahan gambut memiliki beberapa karakteristik dan tantangan yang perlu diperhatikan. Lahan gambut adalah tanah yang terbentuk dari endapan bahan organik yang terkompresi selama berabad-abad. Tanah gambut memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan kandungan air yang tinggi, serta kurangnya nutrisi dan aerasi yang memadai |
| |
<p>Sektor perkebunan pada lahan gambut memiliki beberapa karakteristik dan tantangan yang perlu diperhatikan. Lahan gambut adalah tanah yang terbentuk dari endapan bahan organik yang terkompresi selama berabad-abad. Tanah gambut memiliki tingkat keasaman yang tinggi dan kandungan air yang tinggi, serta kurangnya nutrisi dan aerasi yang memadai.</p> | Meskipun memiliki tantangan, sektor perkebunan pada lahan gambut tetap menjadi area potensial untuk pengembangan berbagai tanaman komoditas. Beberapa komoditas yang biasa ditanam di lahan gambut termasuk kelapa sawit, akasia, karet, dan tanaman gambut (seperti cranberry). |
| |
<p>Meskipun memiliki tantangan, sektor perkebunan pada lahan gambut tetap menjadi area potensial untuk pengembangan berbagai tanaman komoditas. Beberapa komoditas yang biasa ditanam di lahan gambut termasuk kelapa sawit, akasia, karet, dan tanaman gambut (seperti cranberry).</p> </div> | |
| |
| |