Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
ekosistem:tanah_gambut_kualitas_air_dan_kesehatan [2022/10/19 07:13] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | ekosistem:tanah_gambut_kualitas_air_dan_kesehatan [2024/06/04 13:34] (current) – Ridho Imam Prayogi | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | {{tag> | ||
+ | |||
+ | ====== Tanah Gambut, Kualitas Air dan Kesehatan ====== | ||
+ | |||
+ | {{: | ||
+ | |||
+ | Air adalah suatu komponen alam yang dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk menunjang kehidupannya. Air pada organisme memiliki fungsi sebagai media pengangkutan zat makanan dan sebagai sumber energi untuk organisme tersebut. Manusia memanfaatkan air untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi, cuci baju dan kegiatan lainnya. Selain itu, banyak masyarakat yang memanfaatkan perairan rawa lahan gambut untuk kegiatan ternak dan tangkap ikan. Kegiatan manusia tersebut dapat mempengaruhi kualitas perairan yang ada disekitarnya. Kualitas air dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi dasar perairan atau tanah yang ada disekitar perairan. Komponen tanah yang ada diperairan mempengaruhi kualitas tersebut seperti pH, kekeruhan dan warna air. Kebanyakan air rawa gambut memiliki parameter air berwarna cokelat kehitaman, kandungan logam berat tinggi disebabkan oleh kontaminasi gambut, DHL yang tinggi, serta memiliki nilai pH yang sangat rendah. | ||
+ | |||
+ | DHL disebut juga konduktivitas air. Air tercemar memiliki nilai konduktivitas tinggi. Dengan demikian nilai konduktivitas air rawa gambut juga tinggi. Nilai konduktivitas yang tinggi menyebabkan air mudah menghantarkan listrik dan mengindikasikan adanya kandungan asam yang tinggi. Kandungan asam yang tinggi pada air gambut akan menyebabkan air memiliki pH rendah sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. //Total Disolved Solids// (TDS) merupakan padatan yang terlarut dalam air berupa zat organic ataupun anorganik. Pada rawa gambut, TDS dapat disebabkan oleh senyawa organik. TDS berasal dari bahan organik gambut yang terdekomposisi oleh air dan dari aktivitas nelayan yang menggunakan deterjen sebagai pembersih. TDS ini dapat meningkat karena masyarakat yang memanfaatkan air rawa untuk kegiatan mencuci dengan menggunakan detergen. //Total Suspended Solids// (TSS) adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air, tidak terlarut dan tidak dapat mengendap langsung. Padatan ini terdiri dari partikel ukuran kecil dan beratnya lebih kecil dari sedimen, misalnya bahan-bahan organik tertentu. TSS memberikan kontribusi untuk kekeruhan. TSS ini dipengaruhi oleh tanah endapan dasar perairan. Kualitas air ini mempengaruhi organisme yang dapat hidup pada perairan tersebut. Karena, hanya beberapa organisme yang dapat hidup pada keadaan air dengan tingkat keasaman yang tinggi. | ||
+ | |||
+ | Menurut Musadad (1997), Proses pengendapan gambut umumnya terjadi pada daerah cekungan dimana adanya masukan air tawar ataupun air payau yang menggenangi daerah cekungan, sehingga proses dekomposisi bahan organik menjadi terhambat, kemudian secara perlahan terjadi akumulasi bahan organik yang akhirnya membentuk endapan gambut. namun tanpa disadari masyarakat lahan gambut memiliki beberapa masalah utama dimana gambut adalah lahan dengan kandungan organik yang tinggi, keasaman yanng tinggi, miskin mineral dan kejenuhan basa yang rendah yang mana dalam ini menyebabkan pengaruh terhadap kesuburan tanah.// Lalu bagaimana tingkat keasamaan yang ada pada tanah gambut????// | ||
+ | |||
+ | Bagaimana gangguan kesehatan atau penyakit yang berhubungan dengan air yang berasal atau terkontaminasi dari tanah gambut ini ??? menurut artikel terdiri atas 4 kemungkinan yaitu : | ||
+ | |||
+ | 1. //Water borne diseases// , penyakit yang disebabkan bila air dikonsumsi sesorang akan menyebabkan hepatitis, typhoid, kolera dll. | ||
+ | |||
+ | 2. //Water wash diseases//, penyakit yang disebabkan bila air dikonsumsi sesorang akan menyebabkan masalah pada saluran pencernaan, kulit dan mata. | ||
+ | |||
+ | 3. //Water based diseases//, penyakit yang disebabkan oleh kiman yang siklus hidupnya di dalam hospes perantara yang hidup di air. | ||
+ | |||
+ | 4. // | ||
+ | |||
+ | Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal disekitar wilayah perairan lahan gambut harus menjaga lingkungan perairan, memperhatikan dampak dari kegiatan yang dilakukan apakah dapat berdampak buruk yang dapat menimbulkan kerusakan pada lahan dan rawa gambut serta menjaga kesehatan agar terhindar dari beberapa penyakit yang telah disebutkan diatas. | ||
+ | |||
+ | ===== Referensi : ===== | ||
+ | |||
+ | Herawati, P. dan Guntar, M., 2020. Analisis Kualitas Air Permukaan Rawa Gambut Rasau Bervegetasi Mangrove Di Desa Rantau Panjang Kabupaten Muaro Jambi. //Jurnal Civronlit Unbari, //5(2), 59-62. | ||
+ | |||
+ | Musadad, Anwar, 1997. //Pelayanan Kesehatan Di Lokasi Pengembangan Lahan Gambut Sejuta Hektar Di Kalimantan Tengah (Laporan Kunjungan Lapangan)//, | ||
+ | |||