Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
ekosistem:tanah_masam [2023/02/11 05:07] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | ekosistem:tanah_masam [2023/02/12 05:27] (current) – Arianto | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | ====== Tanah Masam ====== | ||
+ | < | ||
+ | |||
+ | Tanah masam merupakan tanah yang memiliki kemasaman yang tinggi. Tingkat kemasaman dinyatakan dalam pH (derajat kemasaman). Semakin rendah nilai pH tanah maka tingkat kemasaman tanahnya semakin tinggi. Tanah gambut memiliki kemasaman tinggi karena mengandung asam-asam organik yang merupakan hasil penguraian berbagai bahan organik khususnya tumbuh-tumbuhan. Pada umumnya tanaman akan tumbuh subur pada tanah dengan pH netral, sedangkan pada tanah masam atau pH rendah tanaman tidak akan hidup secara baik kecuali tanaman-tanaman tertentu yang suka dengan kondisi tanah masam. Tanaman di lahan gambut yang hidup subur secara alami adalah tanaman hutan rawa. | ||
+ | |||
+ | Derajat kemasaman adalah cara untuk menyatakan tingkat kemasaman suatu zat, atau objek. Derajat kemasaman mempunyai rentang nilai terendah hingga nilai tertinggi, yang disebut dengan skala. Skala pH terdiri dari skala untuk asam dan basa yang jumlahnya sebanyak empat belas derajat. Zat ataupun larutan yang memiliki skala dari 0 hingga 6 (memiliki nilai pH yang rendah) adalah asam, skala 7 adalah netral, sedangkan zat yang memiliki skala antara 8 hingga 14 (memiliki nilai pH yang tinggi) adalah basa. | ||
+ | |||
+ | Zat asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H< | ||
+ | |||
+ | **Mengapa tanah gambut masam ?** | ||
+ | |||
+ | Derajat kemasaman (pH) gambut tergolong rendah atau masam. Tanah gambut tropis sebagian besar memiliki pH kurang dari 4,0. Sumber kemasaman tanah gambut disebabkan dari bahan gambut itu sendiri yaitu bahan organik. Bahan organik pembentuk gambut ini mengalami pelapukan (penghancuran bahan organik), yang mana dalam proses pelapukan ini melepaskan asam-asam organik yang tersimpan dalam tanah, sehingga menyebabkan tanah gambut menjadi masam . Semakin banyak bahan organiknya maka sumber kemasaman tanahnya akan semakin tinggi. | ||
+ | |||
+ | **Apakah gambut masam bisa ditanami ?** | ||
+ | |||
+ | Tanaman yang dibudidayakan pada tanah yang masam, pertumbuhan tanamannya akan kurang subur. Walaupun tanamannya masih bisa tumbuh tetapi tanamanya akan memiliki batang yang kecil, mengasilkan buah yang sedikit, daun menguning kering, akar yang membusuk, dan kekurangan lainnya. Pertumbuhan tanaman yang tidak normal ini disebabkan karena pada tanah dengan pH rendah atau masam, nutrisi atau hara yang menjadi sumber makanan untuk tanaman tidak tercukupi dengan seimbang. | ||
+ | |||
+ | Akan tetapi tidak semua tanaman yang ditanam pada tanah gambut memiliki pertumbuhan yang tidak baik. Beberapa tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik pada tanah gambut yang masih alami adalah tanaman-tanaman hutan seperti jelutung, meranti, ramin, perepat, dan jenis-jenis tanaman hutan lainnya. Pada gambut yang sudah tidak alami lagi, dengan kondisi tanah basah atau airnya tergenang, tanaman yang cocok adalah sagu, lalu pada kondisi tanah yang kering tanaman yang cocok adalah nenas, lidah buaya, dan buah naga. Sedangkan untuk tanaman sayur-sayuran dan tanaman seperti kopi, kelapa, dan tanaman perkebunan lainnya membutuhkan perbaikan kondisi tanah gambut. | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||
+ | |||