Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

ekosistem_gambut:populasi_kerbau_pampangan [2023/02/04 11:31] – created - external edit 127.0.0.1ekosistem_gambut:populasi_kerbau_pampangan [2026/02/12 02:34] (current) Sephira Tiara Dwi
Line 1: Line 1:
-====== Populasi Kerbau Pampangan ======+====== Kerbau Pampangan ======
  
 Kerbau Pampangan merupakan ternak khas yang hidup diwilayah Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Keistimewaan Kerbau Pampangandinyatakan sebagai rumpun lokal asli Indonesia oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2013. Salah satu hal yang berbeda dengan kerbau di daerah lain adalah kemampuannya berenang dan menyelam dilahan pasang surut di Kecamatan Pampangan. Hal itu merupakan bentuk perilaku adaptasi Kerbau Pampangan terhadap lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup Kerbau Pampangan didominasi oleh lahan pasang surut berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup dan berkembang biak. Setiap tahun ada waktu saat lahan daratan tergenang air bahkan pada beberapa tempat kedalaman udara bisa mencapai 2 hingga 5 meter. Pada kondisi seperti itu Kerbau Pampangan bisa berenang dan menyelam untuk mengkonsumsi hijauan rawa yang menjadi pakan alami mereka. Menurut data statistik ternak tahun 2020, populasi kerbau di Sumatera Selatan mencapai 29 ribu ekor lebih dan sekitar 5 ribu ekor diantaranya adalah Kerbau Pampangan. Sayangnya, sistem budidaya yang masih tradisional, terjadinya perkawinan sedarah, berkurangnya lahan penggembalaan serta rendahnya adopsi inovasi dan teknologi menjadi penyebab penurunan populasi Kerbau secara nyata. Berdasarkan data BPS Kabupaten OKI memperoleh data populasi Kerbau di Kecamatan Pampangan pada tahun 2017 adalah 5.418 ekor dan ditambah lagi tetapi berdasarkan kondisi terkini dapat dipercaya bahwa jauh menurun dari angka tersebut. Hal tersebut diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah penggembalaan Kerbau Pampangan yang mengakibatkan kerbau mengalami kesulitan mendapatkan pakan sehingga banyak peternak yang terpaksa membunuh kerbaunya dan sebagian lagi tewas karena kurang makan (Abrar, 2021) Pada tahun 2022, dilakukan survei populasi Kerbau Pampangan di 7 Desa di Kecamatan Pampangan yang memiliki Kerbau Pampangan, diperoleh populasi Kerbau Pampangan tinggal sekitar 1.300 ekor dan hasil populasi dengan kondisi reproduksi yang ada, populasi tersebut hanya akan bertambah 3 – 4 ekor saja per tahun. Hal ini tentu membutuhkan perhatian yang serius dari semua pihak mengingat Kerbau Pampangan adalah ikon dari Sumatera Selatan. Kerbau Pampangan merupakan ternak khas yang hidup diwilayah Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Keistimewaan Kerbau Pampangandinyatakan sebagai rumpun lokal asli Indonesia oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2013. Salah satu hal yang berbeda dengan kerbau di daerah lain adalah kemampuannya berenang dan menyelam dilahan pasang surut di Kecamatan Pampangan. Hal itu merupakan bentuk perilaku adaptasi Kerbau Pampangan terhadap lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup Kerbau Pampangan didominasi oleh lahan pasang surut berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup dan berkembang biak. Setiap tahun ada waktu saat lahan daratan tergenang air bahkan pada beberapa tempat kedalaman udara bisa mencapai 2 hingga 5 meter. Pada kondisi seperti itu Kerbau Pampangan bisa berenang dan menyelam untuk mengkonsumsi hijauan rawa yang menjadi pakan alami mereka. Menurut data statistik ternak tahun 2020, populasi kerbau di Sumatera Selatan mencapai 29 ribu ekor lebih dan sekitar 5 ribu ekor diantaranya adalah Kerbau Pampangan. Sayangnya, sistem budidaya yang masih tradisional, terjadinya perkawinan sedarah, berkurangnya lahan penggembalaan serta rendahnya adopsi inovasi dan teknologi menjadi penyebab penurunan populasi Kerbau secara nyata. Berdasarkan data BPS Kabupaten OKI memperoleh data populasi Kerbau di Kecamatan Pampangan pada tahun 2017 adalah 5.418 ekor dan ditambah lagi tetapi berdasarkan kondisi terkini dapat dipercaya bahwa jauh menurun dari angka tersebut. Hal tersebut diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah penggembalaan Kerbau Pampangan yang mengakibatkan kerbau mengalami kesulitan mendapatkan pakan sehingga banyak peternak yang terpaksa membunuh kerbaunya dan sebagian lagi tewas karena kurang makan (Abrar, 2021) Pada tahun 2022, dilakukan survei populasi Kerbau Pampangan di 7 Desa di Kecamatan Pampangan yang memiliki Kerbau Pampangan, diperoleh populasi Kerbau Pampangan tinggal sekitar 1.300 ekor dan hasil populasi dengan kondisi reproduksi yang ada, populasi tersebut hanya akan bertambah 3 – 4 ekor saja per tahun. Hal ini tentu membutuhkan perhatian yang serius dari semua pihak mengingat Kerbau Pampangan adalah ikon dari Sumatera Selatan.
  • ekosistem_gambut/populasi_kerbau_pampangan.1675510292.txt.gz
  • Last modified: 2023/02/04 11:31
  • by 127.0.0.1