Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
| ekosistem_gambut:restorasi_ekosistem_gambut [2024/12/31 06:52] – created - external edit 127.0.0.1 | ekosistem_gambut:restorasi_ekosistem_gambut [2026/02/17 16:55] (current) – Sephira Tiara Dwi | ||
|---|---|---|---|
| Line 1: | Line 1: | ||
| ====== Restorasi Ekosistem Gambut ====== | ====== Restorasi Ekosistem Gambut ====== | ||
| - | Lahan gambut merupakan jenis tanah dengan kandungan material organik yang sangat tinggi. Namun, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa lahan gambut tidak dapat dimanfaatkan untuk menopang kehidupan. Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian sering kali menggunakan praktik-praktik yang kurang ramah lingkungan, seperti pembakaran lahan. Masyarakat cenderung memilih cara ini karena dianggap lebih cepat memberikan hasil. | + | Lahan gambut merupakan jenis tanah dengan kandungan material organik yang sangat tinggi. Namun, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa lahan gambut tidak dapat dimanfaatkan untuk menopang kehidupan. Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian sering kali menggunakan praktik-praktik yang kurang ramah lingkungan, seperti pembakaran lahan. Masyarakat cenderung memilih cara ini karena dianggap lebih cepat memberikan hasil. Selain itu, pengelolaan lahan gambut tanpa memperhatikan tata kelola air, mengganti vegetasi alami dengan tanaman perkebunan atau tanaman industri, dapat mempercepat pengeringan lahan gambut. Ketika lahan gambut mengering, bahan organik yang belum terdekomposisi secara sempurna menjadi lebih mudah terbakar. Pengeringan lahan gambut juga berkontribusi pada pelepasan gas rumah kaca yang berdampak buruk terhadap perubahan iklim. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak ekosistem gambut tetapi juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya. |
| - | + | ||
| - | Selain itu, pengelolaan lahan gambut tanpa memperhatikan tata kelola air, mengganti vegetasi alami dengan tanaman perkebunan atau tanaman industri, dapat mempercepat pengeringan lahan gambut. Ketika lahan gambut mengering, bahan organik yang belum terdekomposisi secara sempurna menjadi lebih mudah terbakar. Pengeringan lahan gambut juga berkontribusi pada pelepasan gas rumah kaca yang berdampak buruk terhadap perubahan iklim. Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merusak ekosistem gambut tetapi juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya. | + | |
| Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan yang tidak tepat dan penebangan liar, tidak hanya mengurangi daya dukung lingkungan tetapi juga membahayakan kehidupan masyarakat. Salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem gambut adalah penerapan praktik pertanian yang tidak sesuai dengan karakteristik gambut serta pemilihan komoditas yang tidak cocok. | Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan yang tidak tepat dan penebangan liar, tidak hanya mengurangi daya dukung lingkungan tetapi juga membahayakan kehidupan masyarakat. Salah satu penyebab utama kerusakan ekosistem gambut adalah penerapan praktik pertanian yang tidak sesuai dengan karakteristik gambut serta pemilihan komoditas yang tidak cocok. | ||
| - | ==== | + | ==== Upaya Restorasi Lahan Gambut ==== |
| Restorasi lahan gambut merupakan upaya untuk mengembalikan, | Restorasi lahan gambut merupakan upaya untuk mengembalikan, | ||