Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
| ekosistem_gambut:tanah_masam [2023/02/12 05:27] – created - external edit 127.0.0.1 | ekosistem_gambut:tanah_masam [2026/02/17 16:30] (current) – Sephira Tiara Dwi | ||
|---|---|---|---|
| Line 1: | Line 1: | ||
| ====== Tanah Masam ====== | ====== Tanah Masam ====== | ||
| - | < | ||
| - | Tanah masam merupakan tanah yang memiliki kemasaman yang tinggi. Tingkat kemasaman dinyatakan dalam pH (derajat kemasaman). Semakin rendah nilai pH tanah maka tingkat kemasaman tanahnya semakin tinggi. Tanah gambut memiliki kemasaman tinggi karena mengandung asam-asam organik yang merupakan hasil penguraian berbagai bahan organik khususnya tumbuh-tumbuhan. Pada umumnya tanaman akan tumbuh subur pada tanah dengan pH netral, sedangkan pada tanah masam atau pH rendah tanaman tidak akan hidup secara baik kecuali tanaman-tanaman tertentu yang suka dengan kondisi tanah masam. Tanaman di lahan gambut yang hidup subur secara alami adalah tanaman hutan rawa. | + | < |
| + | |||
| + | Tanah masam merupakan tanah yang memiliki kemasaman yang tinggi. Tingkat kemasaman dinyatakan dalam pH (derajat kemasaman). Semakin rendah nilai pH tanah maka tingkat kemasaman tanahnya semakin tinggi. Tanah gambut memiliki kemasaman tinggi karena mengandung asam-asam organik yang merupakan hasil penguraian berbagai bahan organik khususnya tumbuh-tumbuhan. Pada umumnya tanaman akan tumbuh subur pada tanah dengan pH netral, sedangkan pada tanah masam atau pH rendah tanaman tidak akan hidup secara baik kecuali tanaman-tanaman tertentu yang suka dengan kondisi tanah masam. Tanaman di lahan gambut yang hidup subur secara alami adalah tanaman hutan rawa. Tanah masam di Indonesia termasuk lahan marginal yang memiliki cakupan wilayah cukup luas, baik dari segi luas maupun persebarannya. Tingkat kesuburannya relatif rendah, terutama karena ketersediaan unsur fosfor (P) dalam tanah sangat terbatas. Pemberian pupuk fosfat pada tanah masam seperti ultisol, oxisol, dan inseptisol menjadi salah satu langkah pengelolaan yang sangat penting untuk meningkatkan dan memperbaiki kesuburan tanah tersebut. | ||
| Derajat kemasaman adalah cara untuk menyatakan tingkat kemasaman suatu zat, atau objek. Derajat kemasaman mempunyai rentang nilai terendah hingga nilai tertinggi, yang disebut dengan skala. Skala pH terdiri dari skala untuk asam dan basa yang jumlahnya sebanyak empat belas derajat. Zat ataupun larutan yang memiliki skala dari 0 hingga 6 (memiliki nilai pH yang rendah) adalah asam, skala 7 adalah netral, sedangkan zat yang memiliki skala antara 8 hingga 14 (memiliki nilai pH yang tinggi) adalah basa. | Derajat kemasaman adalah cara untuk menyatakan tingkat kemasaman suatu zat, atau objek. Derajat kemasaman mempunyai rentang nilai terendah hingga nilai tertinggi, yang disebut dengan skala. Skala pH terdiri dari skala untuk asam dan basa yang jumlahnya sebanyak empat belas derajat. Zat ataupun larutan yang memiliki skala dari 0 hingga 6 (memiliki nilai pH yang rendah) adalah asam, skala 7 adalah netral, sedangkan zat yang memiliki skala antara 8 hingga 14 (memiliki nilai pH yang tinggi) adalah basa. | ||
| Line 18: | Line 19: | ||
| Akan tetapi tidak semua tanaman yang ditanam pada tanah gambut memiliki pertumbuhan yang tidak baik. Beberapa tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik pada tanah gambut yang masih alami adalah tanaman-tanaman hutan seperti jelutung, meranti, ramin, perepat, dan jenis-jenis tanaman hutan lainnya. Pada gambut yang sudah tidak alami lagi, dengan kondisi tanah basah atau airnya tergenang, tanaman yang cocok adalah sagu, lalu pada kondisi tanah yang kering tanaman yang cocok adalah nenas, lidah buaya, dan buah naga. Sedangkan untuk tanaman sayur-sayuran dan tanaman seperti kopi, kelapa, dan tanaman perkebunan lainnya membutuhkan perbaikan kondisi tanah gambut. | Akan tetapi tidak semua tanaman yang ditanam pada tanah gambut memiliki pertumbuhan yang tidak baik. Beberapa tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik pada tanah gambut yang masih alami adalah tanaman-tanaman hutan seperti jelutung, meranti, ramin, perepat, dan jenis-jenis tanaman hutan lainnya. Pada gambut yang sudah tidak alami lagi, dengan kondisi tanah basah atau airnya tergenang, tanaman yang cocok adalah sagu, lalu pada kondisi tanah yang kering tanaman yang cocok adalah nenas, lidah buaya, dan buah naga. Sedangkan untuk tanaman sayur-sayuran dan tanaman seperti kopi, kelapa, dan tanaman perkebunan lainnya membutuhkan perbaikan kondisi tanah gambut. | ||
| - | {{tag> | + | **Sumber** |
| + | |||
| + | Rosliani, R., Hilman, Y., & Sumarni, N. (2006). Pemupukan fosfat alam, pupuk kandang domba, dan inokulasi cendawan mikoriza arbuskula terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah masam. //Jurnal Hortikultura//, | ||
| + | |||
| + | {{tag> | ||