Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
| Both sides previous revision Previous revision | |||
| kebakaran_hutan_dan_lahan [2026/02/01 04:46] – Eko Prastio | kebakaran_hutan_dan_lahan [2026/02/01 06:44] (current) – Eko Prastio | ||
|---|---|---|---|
| Line 1: | Line 1: | ||
| {{tag> | {{tag> | ||
| - | ====== Kebakaran Hutan dan Lahan ====== | + | ====== Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut |
| Peristiwa kabut asap merupakan peristiwa rutin yang dialami masyarakat ,khususnya pada musim kemarau. Setiap musim kemarau, kabut asap akibat kebakaran lahan. Pada saat kabut asap melanda, media masa menjadikan berita ini menjadi topik utama mereka dimana asap ini juga dapat mengganggu kesehatan. Begitu juga dengan gerakan massa yang menuntut penanggulangan kabut asap sering dilakukan. Namun seiring dengan datangnya musim penghujan dan kabut asap menghilang, menghilang pula pemberitaan tentang kabut asap dan gerakan massa. Pemberitaan dan gerakan massa muncul manakala terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan. Besarnya dampak kebakaran ini tidak hanya karena luasnya daerah hutan dan lahan yang terbakar, tetapi kebakaran hutan dan lahan itu terjadi di hutan dan lahan gambut. | Peristiwa kabut asap merupakan peristiwa rutin yang dialami masyarakat ,khususnya pada musim kemarau. Setiap musim kemarau, kabut asap akibat kebakaran lahan. Pada saat kabut asap melanda, media masa menjadikan berita ini menjadi topik utama mereka dimana asap ini juga dapat mengganggu kesehatan. Begitu juga dengan gerakan massa yang menuntut penanggulangan kabut asap sering dilakukan. Namun seiring dengan datangnya musim penghujan dan kabut asap menghilang, menghilang pula pemberitaan tentang kabut asap dan gerakan massa. Pemberitaan dan gerakan massa muncul manakala terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan. Besarnya dampak kebakaran ini tidak hanya karena luasnya daerah hutan dan lahan yang terbakar, tetapi kebakaran hutan dan lahan itu terjadi di hutan dan lahan gambut. | ||
| - | Kebakaran di lahan gambut pada umumnya disebabkan oleh manusia dengan didukung oleh peristiwa alam seperti kondisi El Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan dan kondisi fisik gambut yang sebelumnya sudah terdegradasi. Kesulitan ini juga membuat Presiden Jokowi memerintahkan untuk membuat kanal-kanal membelah lahan gambut untuk memudahkan pemadaman kebakaran dan pendinginan lahan bekas kebakaran. Sebaliknya, pembuatan kanal-kanal ini justru akan mengakibatkan pengeringan lahan gambut. Kanal-kanal ini akan berfungsi sebagai pori-pori untuk mengeluarkan air dari lahan gambut, baik melalui penguapan maupun tertumpah ke kanal. Akibatnya lahan gambut akan menjadi sangat kering. Bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan sebagai akibat kebakaran hutandan lahan, khususnya hutan dan lahan gambut memperlihatkan saling terkaitan berbagai faktor. Faktor ideologi pemerintah dalam menjalankan pembangunan, | + | Kebakaran di lahan gambut pada umumnya disebabkan oleh manusia dengan didukung oleh peristiwa alam seperti kondisi El Nino yang menyebabkan kemarau berkepanjangan dan kondisi fisik gambut yang sebelumnya sudah terdegradasi. Kesulitan ini juga membuat Presiden Jokowi memerintahkan untuk membuat kanal-kanal membelah lahan gambut untuk memudahkan pemadaman kebakaran dan pendinginan lahan bekas kebakaran. Sebaliknya, pembuatan kanal-kanal ini justru akan mengakibatkan pengeringan lahan gambut. Kanal-kanal ini akan berfungsi sebagai pori-pori untuk mengeluarkan air dari lahan gambut, baik melalui penguapan maupun tertumpah ke kanal. Akibatnya lahan gambut akan menjadi sangat kering. Bencana kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan sebagai akibat kebakaran hutandan lahan, khususnya hutan dan lahan gambut memperlihatkan saling terkaitan berbagai faktor. Faktor ideologi pemerintah dalam menjalankan pembangunan, |
| Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Fenomena ini seringkali terjadi karena faktor manusia, meskipun terdapat faktor alam yang menjadi unsur pendukung. Aktivitas manusia yang paling umum menjadi penyebab karhutla berupa penggunaan api pada alih guna lahan hutan untuk [[https:// | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Fenomena ini seringkali terjadi karena faktor manusia, meskipun terdapat faktor alam yang menjadi unsur pendukung. Aktivitas manusia yang paling umum menjadi penyebab karhutla berupa penggunaan api pada alih guna lahan hutan untuk [[https:// | ||