kebakaran_hutan_dan_lahan

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
kebakaran_hutan_dan_lahan [2022/10/20 09:41] – ↷ Links adapted because of a move operation Akbar Aksi Gemilangkebakaran_hutan_dan_lahan [2023/11/12 04:43] (current) – [Referensi] Arinda
Line 1: Line 1:
 +{{tag>rintisan}}
 +
 ====== Kebakaran Hutan dan Lahan ====== ====== Kebakaran Hutan dan Lahan ======
  
-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Fenomena ini seringkali terjadi karena faktor manusia, meskipun terdapat faktor alam yang menjadi unsur pendukung. Aktivitas manusia yang paling umum menjadi penyebab karhutla berupa penggunaan api pada alih guna lahan hutan untuk [[:hutan_tanaman_industri|Hutan Tanaman Industri]] (HTI), [[:ekosistem:sektor_pertanian|pertanian]], [[sosialekonomi:budidaya_kelapa_sawit_di_lahan_gambut|perkebunan sawit]], dan pembalakan liar<sup>1</sup>  .+Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kerusakan hutan dan ekosistemnya. Fenomena ini seringkali terjadi karena faktor manusia, meskipun terdapat faktor alam yang menjadi unsur pendukung. Aktivitas manusia yang paling umum menjadi penyebab karhutla berupa penggunaan api pada alih guna lahan hutan untuk [[:sosialekonomi:hutan_tanaman_industri|Hutan Tanaman Industri]] (HTI), [[:ekosistem:sektor_pertanian|pertanian]], [[:sosialekonomi:budidaya_kelapa_sawit_di_lahan_gambut|perkebunan sawit]], dan pembalakan liar<sup>1</sup>  .
  
 Karhutla didefinisikan sebagai fenomena pembakaran yang tidak tertahan dan menyebar secara bebas serta melahap bahan bakar yang ada di hutan. Dilihat dari bahan bakar dan penyebaran api, kebakaran digolongkan menjadi tiga tipe<sup>2</sup>  : Karhutla didefinisikan sebagai fenomena pembakaran yang tidak tertahan dan menyebar secara bebas serta melahap bahan bakar yang ada di hutan. Dilihat dari bahan bakar dan penyebaran api, kebakaran digolongkan menjadi tiga tipe<sup>2</sup>  :
  
-   - Kebakaran Bawah (//Ground fire//) — kebakaran membakar bahan-bahan organik di dalam tanah. Karena letaknya berada di dalam tanah, kebakaran ini sulit diketahui arah persebarannya. Misalnya adalah [[:kebakaran_lahan_gambut|kebakaran lahan gambut]].+   - Kebakaran Bawah (//Ground fire//) — kebakaran membakar bahan-bahan organik di dalam tanah. Karena letaknya berada di dalam tanah, kebakaran ini sulit diketahui arah persebarannya. Misalnya adalah [[:ekosistem:kebakaran_lahan_gambut|kebakaran lahan gambut]].
   - Kebakaran Permukaan (//Surface Fire//) — kebakaran yang membakar seresah di lantai hutan. Persebaran dipengaruhi oleh jumlah seresah dan vegetasi yang ada di permukaan tanah.   - Kebakaran Permukaan (//Surface Fire//) — kebakaran yang membakar seresah di lantai hutan. Persebaran dipengaruhi oleh jumlah seresah dan vegetasi yang ada di permukaan tanah.
   - Kebakaran Atas (//Crown Fire//) — kebakaran yang diakibatkan menjalarnya api ke tajuk-tajuk pohon. Persebaran api dipengaruhi oleh kerapatan cabang dan angin.   - Kebakaran Atas (//Crown Fire//) — kebakaran yang diakibatkan menjalarnya api ke tajuk-tajuk pohon. Persebaran api dipengaruhi oleh kerapatan cabang dan angin.
Line 13: Line 15:
 ===== Catatan Kebakaran di Indonesia ===== ===== Catatan Kebakaran di Indonesia =====
  
-Menurut data KLHK, dalam kurun waktu 5 tahun dari 2016 hingga 2021, luas karhutla yang terjadi di Indonesia secara total sebesar 3,4 juta Ha. Karhutla yang paling parah terjadi pada tahun 2019 dengan luas 1,65 juta Ha. Sedangkan pada tahun 2021, karhutla yang terjadi seluas 358.867 Ha yang mengalami peningkatan dari tahun 2020<sup>4</sup>   . Kejadian karhutla perlu menjadi perhatian masyarakat nasional maupun internasional demi menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik.+Menurut data KLHK, dalam kurun waktu 5 tahun dari 2016 hingga 2021, luas karhutla yang terjadi di Indonesia secara total sebesar 3,4 juta Ha. Karhutla yang paling parah terjadi pada tahun 2019 dengan luas 1,65 juta Ha. Sedangkan pada tahun 2021, karhutla yang terjadi seluas 358.867 Ha yang mengalami peningkatan dari tahun 2020<sup>4</sup>  . Kejadian karhutla perlu menjadi perhatian masyarakat nasional maupun internasional demi menciptakan kualitas lingkungan yang lebih baik
 + 
 +Pada tahun 2015, Indonesia mengalami kebakaran besar yang lebih parah dibandingkan tahun 2019. Luas hutan dan lahan yang terbakar pada bulan Juni hingga Oktober 2015 mencapai 2,6 juta Ha yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua sebanyak 100.000 titik api. Asap kebakaran menyebar ke penjuru pulau hingga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Hal tersebut merupakan salah satu evaluasi besar untuk Indonesia yang telah menyebabkan bencana alam dan dampaknya hingga ke negara lain. Adapun kerugian yang dialami pada karhutla tahun 2015 sebesar Rp221 triliun dan mengeluarkan emisi karbon sebanyak 11,3 juta ton setiap harinya<sup>5</sup> 
 + 
 +Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode Januari-Agustus 2023 indikasi luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah mencapai 267.935,59 hektare (ha).
  
-Pada tahun 2015, Indonesia mengalami kebakaran besar yang lebih parah dibandingkan tahun 2019. Luas hutan dan lahan yang terbakar pada bulan Juni hingga Oktober 2015 mencapai 2,6 juta Ha yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua sebanyak 100.000 titik api. Asap kebakaran menyebar ke penjuru pulau hingga negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Hal tersebut merupakan salah satu evaluasi besar untuk Indonesia yang telah menyebabkan bencana alam dan dampaknya hingga ke negara lain. Adapun kerugian yang dialami pada karhutla tahun 2015 sebesar Rp221 triliun dan mengeluarkan emisi karbon sebanyak 11,3 juta ton setiap harinya<sup>5</sup  .+<imgcaption image1|Data Karhutla 2019 - Agustus 2023>{{  https://wikigambut.id/lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/datakarhutlaagustus2023.png?nolink&500x184  }} 
 +</imgcaption>
  
 ===== Dampak Karhutla ===== ===== Dampak Karhutla =====
Line 36: Line 43:
   - Hilangnya fungsi hutan sebagai sistem penyangga kehidupan, sehingga menambah resiko terjadinya banjir, erosi, dan tanah longsor.   - Hilangnya fungsi hutan sebagai sistem penyangga kehidupan, sehingga menambah resiko terjadinya banjir, erosi, dan tanah longsor.
   - Penurunan kualitas air.   - Penurunan kualitas air.
-  - Meningkatkan resiko [[peran_generasi_muda_dalam_mitigasi_adaptasi_perubahan_iklim|perubahan iklim]] karena emisi karbon yang dilepas ke udara jumlahnya sangat besar.+  - Meningkatkan resiko [[:peran_generasi_muda_dalam_mitigasi_adaptasi_perubahan_iklim|perubahan iklim]] karena emisi karbon yang dilepas ke udara jumlahnya sangat besar.
   - Sedimentasi [[:sungai|]] dan terjadi pendangkalan.   - Sedimentasi [[:sungai|]] dan terjadi pendangkalan.
  
Line 57: Line 64:
   - [[https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/2019/KEBAKARAN_HUTAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_KEHIDUPAN.pdf|DLHK Prov Banten]]   - [[https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article/2019/KEBAKARAN_HUTAN_DAN_DAMPAKNYA_BAGI_KEHIDUPAN.pdf|DLHK Prov Banten]]
   - [[http://www.walhi.or.id/kampanye/bencana/bakar|Syumanda, R. 2003. Kebakaran Hutan dan Lahan Riau: Kebijakan dan Dampaknya Bagi Kehidupan Manusia.]]   - [[http://www.walhi.or.id/kampanye/bencana/bakar|Syumanda, R. 2003. Kebakaran Hutan dan Lahan Riau: Kebijakan dan Dampaknya Bagi Kehidupan Manusia.]]
 +  - https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/09/20/luas-kebakaran-hutan-indonesia-capai-267-ribu-hektare-sampai-agustus-2023#:~:text=Menurut%20data%20Kementerian%20Lingkungan%20Hidup%20dan%20Kehutanan%20%28KLHK%29%2C,Monumen%20Nasional%20%28Monas%29%20yang%20luasnya%20hanya%2080%20ha.
  
  
  • kebakaran_hutan_dan_lahan.1666258897.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:53
  • (external edit)