Next revision | Previous revision |
pengelolaan_lahan_gambut_untuk_budidaya_tanaman [2023/02/21 17:45] – created Arnida | pengelolaan_lahan_gambut_untuk_budidaya_tanaman [2023/03/11 07:53] (current) – Arnida |
---|
Lahan gambut merupakan lahan yang terbentuk dari adanya penambahan bahan organik segar yang lebih cepat daripada perombakannya sehingga terjadi timbunan organik dari waktu ke waktu. Gambut mempunyai karakteristik yang unik dan memiliki multifungsi seperti pengatur tata air, pengendali banjir, sebagai habitat atau tempat hidup aneka ragam jenis makhluk hidup dan sebagai gudang penyimpan karbon, dan juga berperan sebagai pengendali kestabilan iklim global. | Lahan gambut merupakan lahan yang terbentuk dari adanya penambahan bahan organik segar yang lebih cepat daripada perombakannya sehingga terjadi timbunan organik dari waktu ke waktu. Gambut mempunyai karakteristik yang unik dan memiliki multifungsi seperti pengatur tata air, pengendali banjir, sebagai habitat atau tempat hidup aneka ragam jenis makhluk hidup dan sebagai gudang penyimpan karbon, dan juga berperan sebagai pengendali kestabilan iklim global. |
| |
Pengelolaan lahan gambut untuk budidaya sangat penting untuk keberhasilan budidaya yang akan dilakukan. Lahan gambut di Indonesia mempunyai pontesi dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk peyediaan bahan pangan. Potensi gambut untuk budidaya tanaman harus memperhatikan banyak hal diantaranya ketebalan dari lahan gambut, subsidensi, tingkat kemasaman tanah gambut, dan ketersediaan unsur hara. Dari berbagai macam faktor tersebut menjadikan lahan gambut merupakan lahan yang hanya cocok ditanami oleh komoditas tanaman tertentu. | Pengelolaan lahan gambut untuk budidaya sangat penting untuk keberhasilan budidaya yang akan dilakukan. Lahan gambut di Indonesia mempunyai pontesi dapat dimanfaatkan sebagai lahan untuk peyediaan bahan pangan. Namun permasalahan yang sering terjadi umumnya yaitu dikarenakan tanaman yang ditanam sering kali tidak dapat tumbuh dengan baik salah satunya dikarenakan akar tanaman tergenang oleh air pada tanah gambut yang bersifat asam. Oleh karena itu lahan gambut untuk budidaya tanaman harus memperhatikan banyak hal diantaranya ketebalan dari lahan gambut, subsidensi, tingkat kemasaman tanah gambut, dan ketersediaan unsur hara. Dari berbagai macam faktor tersebut menjadikan lahan gambut merupakan lahan yang hanya cocok ditanami oleh komoditas tanaman tertentu. |
| |
Umumnya lahan gambut yang cocok untuk dijadikan lahan budidaya merupakan lahan gambut yang dangkal yaitu dengan ketebalan 50-100 cm. Adapun komoditas tanaman yang berkembang di lahan gambut dangkal dikelompokkan menjadi tanaman pangan/palawija dan tanaman hortikultura, diperkirakan 50-60% produksi tanaman pangan dan hortikultura dihasilkan dari lahan ini, sehingga sangat potensial menjadi pemasok bahan pangan pada masa mendatang. | Umumnya lahan gambut yang cocok untuk dijadikan lahan budidaya merupakan lahan gambut yang dangkal yaitu dengan ketebalan 50-100 cm. Adapun komoditas tanaman yang berkembang di lahan gambut dangkal dikelompokkan menjadi tanaman pangan/palawija dan tanaman hortikultura, diperkirakan 50-60% produksi tanaman pangan dan hortikultura dihasilkan dari lahan ini, sehingga sangat potensial menjadi pemasok bahan pangan pada masa mendatang. |
| |
Refrensi : | Refrensi : |
<font calc(var(--scale-factor)*14.04px) transform: scaleX(1.14482);/Arial,Helvetica,sans-serif;;inherit;;inherit>Masganti., Anwar, K., dan Susanti, M., A. 2017. Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian.// Jurnal Sumberdaya Lahan//. 11 (1): 43-52.</font> | <font calc(var(–scale-factor)*14.04px) transform: scaleX(1.14482)/Arial,Helvetica,sans-serif;;inherit;;inherit>Masganti., Anwar, K., dan Susanti, M., A. 2017. Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian.// Jurnal Sumberdaya Lahan//. 11 (1): 43-52.</font> |
| <font calc(var(–scale-factor)*14.04px) transform: scaleX(1.14482)/Arial,Helvetica,sans-serif;;inherit;;inherit>Sondang, M., N., dan Mudiantoro, B. 2015. Pengelolaan Sumber Daya Air Pada Lahan Gambut yang Berkelanjutan. Jurnal Annual Civil Engineering Seminar.</font> |
| <font calc(var(–scale-factor)*9.96px) font-family: serif transform: scaleX(1.00431)/serif;;inherit;;inherit>ISBN: 978-979-792-636-6</font> : 330-337. |
| |
http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/lainnya/subiksa2.pdf (Pengelolaan Lahan Gambut Secara Berkelanjutan) | [[http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/lainnya/subiksa2.pdf|http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/lainnya/subiksa2.pdf]] (Pengelolaan Lahan Gambut Secara Berkelanjutan) |
| |
| |