penghidupan:kerajinan_purun

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
penghidupan:kerajinan_purun [2023/02/05 12:22] – ↷ Page moved from sosialekonomi:kerajinan_purun to penghidupan:kerajinan_purun Arizka Mufidapenghidupan:kerajinan_purun [2023/03/05 03:26] (current) Muhammad Nur Sidik
Line 1: Line 1:
 ====== Kerajinan Purun ====== ====== Kerajinan Purun ======
  
-[[:tumbuhan:purun|Purun]] merupakan salah satu tumbuhan liar yang banyak terdapat di lahan rawa pasang surut sulfat masam.  Tumbuhan sejenis rumput ini mempunyai rimpang pendek dengan stolon memanjang berujung bulat gepeng, berwarna kecoklatan sampai hitam. Batang tegak, tidak bercabang, berwarna keabuan hingga hijau mengilap dengan panjang 50-200 cm dan tebal 2-8 mm. Terdapat beberapa jenis purun, antara lain : purun tikus (Eleocharis dulcis), purun danau (Lepironia articulata Retz.) dan purun bajang. Purun termasuk jenis tanaman yang tidak perlu budidaya secara intensif. Setelah ditanam, purun akan tumbuh secara terus menerus. Purun yang telah dipanen, bisa kembali diambil setelah 2 bulan. Purun yang siap panen memiliki ketinggian 1,5-2 m. Purun bisa dipanen dengan cara dicabut atau di potong langsung. Pengambilan purun dengan cara dicabut memiliki kelebihan yaitu: anakan muda tidak akan rusak, purun yang diambil tidak akan terbuang dan regenerasi bisa berjalan lebih cepat.+[[:tumbuhan:purun|Purun]] merupakan salah satu tumbuhan liar yang banyak terdapat di lahan rawa pasang surut sulfat masam. Tumbuhan sejenis rumput ini mempunyai rimpang pendek dengan stolon memanjang berujung bulat gepeng, berwarna kecoklatan sampai hitam. Batang tegak, tidak bercabang, berwarna keabuan hingga hijau mengilap dengan panjang 50-200 cm dan tebal 2-8 mm. Terdapat beberapa jenis purun, antara lain : purun tikus (Eleocharis dulcis), purun danau (Lepironia articulata Retz.) dan purun bajang. Purun termasuk jenis tanaman yang tidak perlu budidaya secara intensif. Setelah ditanam, purun akan tumbuh secara terus menerus. Purun yang telah dipanen, bisa kembali diambil setelah 2 bulan. Purun yang siap panen memiliki ketinggian 1,5-2 m. Purun bisa dipanen dengan cara dicabut atau di potong langsung. Pengambilan purun dengan cara dicabut memiliki kelebihan yaitu: anakan muda tidak akan rusak, purun yang diambil tidak akan terbuang dan regenerasi bisa berjalan lebih cepat.
  
-Tumbuhan purun yang berada di lahan gambut dapat diolah menjadi bahan baku anyaman, seperti tikar,tas,topi, sejadah dan berbagai macam souvenir lainnya. Jenis purun yang biasa digunakan sebagai bahan baku anyam adalah purun tikus (//Eleocharis dulcis//). Jenis purun tikus tersebar melimpah di lahan rawa gambut. Penggunaan purun sebagai bahan baku kerajinan anyam menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di lahan gambut. Kerajinan purun biasa diolah oleh wanita, namun tidak memungkiri laki-laki juga memiliki keterampilan dalam mengelola kerajinan purun. Salah satu wilayah di Sumatera Selatan, yaitu Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi daerah pusat pengrajin purun. Adapun cara membuat kerajinan purun adalah melakukan penjemuran, setelah kering lalu purun dibersihkan kemudian ditumbuk dengan kayu agar menjadi lebih pipih dan mudah untuk di anyam, selanjutnya diwarnai dan dianyam sesuai dengan keinginan. Satu buah kerajinan tikar purun dijual dengan harga kisaran 20-60 rb perlembar, Harga disesuaikan dengan lebar tikar dan motif. Pemasaran kerajinan purun disesuaikan dengan permintaan dan dijual ke UMKM desa.+Tumbuhan purun yang berada di lahan gambut dapat diolah menjadi bahan baku [[sosialekonomi:anyaman|anyaman]], seperti tikar,tas,topi, sejadah dan berbagai macam souvenir lainnya. Jenis purun yang biasa digunakan sebagai bahan baku anyam adalah purun tikus (//Eleocharis dulcis//). Jenis purun tikus tersebar melimpah di lahan rawa gambut. Penggunaan purun sebagai bahan baku kerajinan anyam menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat di lahan gambut. Kerajinan purun biasa diolah oleh wanita, namun tidak memungkiri laki-laki juga memiliki keterampilan dalam mengelola kerajinan purun. Salah satu wilayah di Sumatera Selatan, yaitu Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi daerah pusat pengrajin purun. Adapun cara membuat kerajinan purun adalah melakukan penjemuran, setelah kering lalu purun dibersihkan kemudian ditumbuk dengan kayu agar menjadi lebih pipih dan mudah untuk di anyam, selanjutnya diwarnai dan dianyam sesuai dengan keinginan. Satu buah kerajinan tikar purun dijual dengan harga kisaran 20-60 rb perlembar, Harga disesuaikan dengan lebar tikar dan motif. Pemasaran kerajinan purun disesuaikan dengan permintaan dan dijual ke UMKM desa.
  
 {{:tikarpurun.jpg?nolink&200x200|tikarpurun.jpg}} {{:tikarpurun.jpg?nolink&200x200|tikarpurun.jpg}}
  • penghidupan/kerajinan_purun.1675599729.txt.gz
  • Last modified: 2023/02/05 12:22
  • by Arizka Mufida