Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
peran_generasi_muda_dalam_mitigasi_adaptasi_perubahan_iklim [2022/10/25 04:50] – Yusi Septriandi | peran_generasi_muda_dalam_mitigasi_adaptasi_perubahan_iklim [2023/01/17 20:16] (current) – external edit 127.0.0.1 | ||
---|---|---|---|
Line 3: | Line 3: | ||
====== Peran Generasi Muda dalam Mitigasi/ | ====== Peran Generasi Muda dalam Mitigasi/ | ||
- | {{: | + | {{: |
Salah satu fokus pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan dalam mengurangi dampak dari perubahan iklim yaitu permasalahan kebakaran lahan. Sebab dengan terjadinya kebakaran lahan tersebut meningkatkan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Lahan yang ada perlu dipertahankan fungsinya dan jika memang lahan tersebut memiliki potensi kebakaran karena rendahnya kandungan air yang ada, maka harus dilakukan perbaikan sehingga fungsinya dapat terjaga, ini yang sekarang gencar dilakukan dengan restorasi lahan. Restorasi lahan bukan hal yang mustahil, dan juga bukan hal yang akan mematikan pertumbuhan ekonomi karena dapat dilakukan sebagai bentuk pengelolaan lahan yang bernilai ekonomi. Tantangannya adalah memastikan bahwa upaya restorasi dapat dilakukan di lahan yang memang harus direstorasi dan memberikan manfaat kepada berbagai pemangku kepentingan yang ada, termasuk masyarakat yang ada di sekitarnya. | Salah satu fokus pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan dalam mengurangi dampak dari perubahan iklim yaitu permasalahan kebakaran lahan. Sebab dengan terjadinya kebakaran lahan tersebut meningkatkan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Lahan yang ada perlu dipertahankan fungsinya dan jika memang lahan tersebut memiliki potensi kebakaran karena rendahnya kandungan air yang ada, maka harus dilakukan perbaikan sehingga fungsinya dapat terjaga, ini yang sekarang gencar dilakukan dengan restorasi lahan. Restorasi lahan bukan hal yang mustahil, dan juga bukan hal yang akan mematikan pertumbuhan ekonomi karena dapat dilakukan sebagai bentuk pengelolaan lahan yang bernilai ekonomi. Tantangannya adalah memastikan bahwa upaya restorasi dapat dilakukan di lahan yang memang harus direstorasi dan memberikan manfaat kepada berbagai pemangku kepentingan yang ada, termasuk masyarakat yang ada di sekitarnya. |