sosial_budaya_sejarah:bekarang

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
sosial_budaya_sejarah:bekarang [2025/11/13 07:41] – ↷ Links adapted because of a move operation Yusi Septriandisosial_budaya_sejarah:bekarang [2026/02/17 07:42] (current) Sephira Tiara Dwi
Line 1: Line 1:
 ====== Bekarang ====== ====== Bekarang ======
  
-<imgcaption image1|Kegiatan Bekarang di Kampung Selarai Indah, Sumatera Selatan>[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=budaya:bekarang&media=budaya:kegiatan_bekarang_di_desa_wisata_kampoeng_selarai_indah_balai_agung.jpg|{{  budaya:kegiatan_bekarang_di_desa_wisata_kampoeng_selarai_indah_balai_agung.jpg?300x227|kegiatan_bekarang_di_desa_wisata_kampoeng_selarai_indah_balai_agung.jpg}}]]</imgcaption>+<imgcaption image1|Kegiatan Bekarang di Kampung Selarai Indah, Sumatera Selatan>[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=budaya:bekarang&media=budaya:kegiatan_bekarang_di_desa_wisata_kampoeng_selarai_indah_balai_agung.jpg|{{  :budaya:kegiatan_bekarang_di_desa_wisata_kampoeng_selarai_indah_balai_agung.jpg?300x227|kegiatan_bekarang_di_desa_wisata_kampoeng_selarai_indah_balai_agung.jpg}}]]</imgcaption>
  
 Kondisi geografis Sumatera Selatan didominasi oleh sungai, sehingga mata pencaharian masyarakat sekitar bergantung pada sungai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat menggantungkan diri dengan mencari ikan. Salah satu tradisi di Sumatera Selatan yang berkaitan dengan sungai adalah //bekarang//. Kondisi geografis Sumatera Selatan didominasi oleh sungai, sehingga mata pencaharian masyarakat sekitar bergantung pada sungai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, masyarakat menggantungkan diri dengan mencari ikan. Salah satu tradisi di Sumatera Selatan yang berkaitan dengan sungai adalah //bekarang//.
  
-Bekarang atau Bekarang Iwak adalah tradisi kegiatan menangkap ikan yang dilakukan bersama-sama oleh masyarakat dengan menggunakan peralatan tradisional pada saat kondisi air di suatu perairan telah surut karena musim kemarau. +Bekarang atau Bekarang Iwak adalah tradisi kegiatan menangkap ikan yang dilakukan bersama-sama oleh masyarakat dengan menggunakan peralatan tradisional pada saat kondisi air di suatu perairan telah surut karena musim kemarau. Bekarang juga merupakan kegiatan menangkap ikan yang dilakukan saat kondisi air sedang surut.\\
 Bekarang identik dengan masyarakat yang hidupnya dekat dengan sungai seperti di Desa Gelumbang dan Gunung Kembang Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat dan masyarakat di Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Kota Palembang. Kegiatan ini juga menjadi tradisi masyarakat Bumi Serasan Sekate<sup>[[https://kakibukit.republika.co.id/posts/180614/bekarang-tradisi-dan-kearifan-lokal-di-bumi-serasan-sekate|1]]</sup>  atau Kabupaten Musi banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Bekarang identik dengan masyarakat yang hidupnya dekat dengan sungai seperti di Desa Gelumbang dan Gunung Kembang Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat dan masyarakat di Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Kota Palembang. Kegiatan ini juga menjadi tradisi masyarakat Bumi Serasan Sekate<sup>[[https://kakibukit.republika.co.id/posts/180614/bekarang-tradisi-dan-kearifan-lokal-di-bumi-serasan-sekate|1]]</sup>  atau Kabupaten Musi banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.
  
Line 13: Line 12:
 Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan aturan adat yang bertujuan untuk melestarikan sumberdaya ikan di suatu perairan air tawar seperti sungai, danau atau lebak lebung, dengan hanya memperbolehkan masyarakat untuk menangkap ikan di area tersebut satu tahun sekali. Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan aturan adat yang bertujuan untuk melestarikan sumberdaya ikan di suatu perairan air tawar seperti sungai, danau atau lebak lebung, dengan hanya memperbolehkan masyarakat untuk menangkap ikan di area tersebut satu tahun sekali.
  
-Sebagian ikan hasil tangkapan warga diserahkan kepada pemerintah desa untuk dijual dan uang hasil penjualannya digunakan untuk keperluan membangun infrastruktur desa. Suatu bentuk kekayaan [[sosial_budaya_sejarah:kearifan_lokal|kearifan lokal]] yang ada di Sumatera Selatan. Kegiatan ini dapat menjalin silaturahmi antar masyarakat. Dalam aktifitas bekarang, masyarakat diwajibkan menggunakan alat penangkap ikan yang tidak dilarang yaitu alat tangkap yang dalam penggunaannya tidak menyebabkan kerusakan terhadap sumberdaya ikan dan lingkungannya. Alat penangkap ikan ini biasanya bersifat tradisional dan dioperasikan secara manual seperti: tangkul, lukah, jalo dan ngecal<sup>[[https://kakibukit.republika.co.id/posts/180614/bekarang-tradisi-dan-kearifan-lokal-di-bumi-serasan-sekate|1]]</sup> ,bubu, pengilar, jala, jaring, tangkul, serok, dan pancing.+Sebagian ikan hasil tangkapan warga diserahkan kepada pemerintah desa untuk dijual dan uang hasil penjualannya digunakan untuk keperluan membangun infrastruktur desa. Suatu bentuk kekayaan [[.:kearifan_lokal|kearifan lokal]] yang ada di Sumatera Selatan. Kegiatan ini dapat menjalin silaturahmi antar masyarakat. Dalam aktifitas bekarang, masyarakat diwajibkan menggunakan alat penangkap ikan yang tidak dilarang yaitu alat tangkap yang dalam penggunaannya tidak menyebabkan kerusakan terhadap sumberdaya ikan dan lingkungannya. Alat penangkap ikan ini biasanya bersifat tradisional dan dioperasikan secara manual seperti: tangkul, lukah, jalo dan ngecal<sup>[[https://kakibukit.republika.co.id/posts/180614/bekarang-tradisi-dan-kearifan-lokal-di-bumi-serasan-sekate|1]]</sup> ,bubu, pengilar, jala, jaring, tangkul, serok, dan pancing
 + 
 +Keunggulan bekarang antara lain relatif tidak merusak ekosistem pesisir dan laut, mudah dilakukan, mampu meminimalkan hasil tangkapan sampingan, serta tidak dilakukan setiap hari. Adapun kekurangannya, masyarakat yang belum memahami teknik bekarang dengan baik berpotensi merusak ekosistem. Selain itu, apabila dilakukan oleh banyak orang dalam satu waktu, aktivitas ini dapat merusak habitat biota seperti lamun. 
 + 
 +**Sumber** 
 + 
 +Syafitri, R. (2022). Bekarang: Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Pulau Bintan. //Hermeneutika: Jurnal Hermeneutika//, //8// (1).
  
-{{tag>rintisan}}+ {{tag>rintisan}}
  
 ---- ----
  • sosial_budaya_sejarah/bekarang.txt
  • Last modified: 2026/02/17 07:42
  • by Sephira Tiara Dwi