Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision | |||
sosialekonomi:intip_mata_pencaharian_masyarakat_di_lahan_rawa_gambut [2023/01/17 20:16] – external edit 127.0.0.1 | sosialekonomi:intip_mata_pencaharian_masyarakat_di_lahan_rawa_gambut [2023/02/04 10:46] (current) – Yusi Septriandi | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | {{tag> | ||
- | |||
====== Intip Mata Pencaharian Masyarakat di Lahan Rawa Gambut ====== | ====== Intip Mata Pencaharian Masyarakat di Lahan Rawa Gambut ====== | ||
Line 10: | Line 8: | ||
Ternak kerbau rawa menjadi ciri khas di daerah Ogan Komering Ilir. Hasil yang dimanfaatkan adalah susu dan daging. Adapun susu kerbau rawa diolah oleh masyarakat menjadi gulopuan, sagon puan, dan jelly. Produk olahan tersebut dipasarkan ke Ibu Kota Sumatera Selatan. Fakta menarik dari produk olahan susu kerbau rawa ini yaitu salah satu makanan yang berasal dari jaman kerjaan sriwijaya. Tetap adanya aktifitas oleh kelompok ternak dalam memproduksi beberapa olahan tersebut, maka secara tidak langsung kita telah melestarikan budaya kerajaan sriwijaya. | Ternak kerbau rawa menjadi ciri khas di daerah Ogan Komering Ilir. Hasil yang dimanfaatkan adalah susu dan daging. Adapun susu kerbau rawa diolah oleh masyarakat menjadi gulopuan, sagon puan, dan jelly. Produk olahan tersebut dipasarkan ke Ibu Kota Sumatera Selatan. Fakta menarik dari produk olahan susu kerbau rawa ini yaitu salah satu makanan yang berasal dari jaman kerjaan sriwijaya. Tetap adanya aktifitas oleh kelompok ternak dalam memproduksi beberapa olahan tersebut, maka secara tidak langsung kita telah melestarikan budaya kerajaan sriwijaya. | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||