Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
tumbuhan:budidaya_porang_di_lahan_gambut [2023/09/09 03:49] – Riska Masyura | tumbuhan:budidaya_porang_di_lahan_gambut [2025/01/17 01:02] (current) – Sri Maliani | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | ====== Budidaya Porang di Lahan Gambut | + | ====== Budidaya Porang di Lahan Gambut ====== |
===== 1. Porang (Amorphophallus muelleri) ===== | ===== 1. Porang (Amorphophallus muelleri) ===== | ||
- | Porang (Amorphophallus muelleri) adalah jenis komoditas pertanian yang masuk dalam kategori tanaman pangan, karena bagian umbi yang dimanfaatkan dapat diolah sebagai pengganti beras dan mudah diolah untuk pangan sehari-hari. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman pangan porang juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik. Di Kabupaten Kubu Raya tepatnya di Desa Teluk Bakung | + | Porang (Amorphophallus muelleri) adalah jenis komoditas pertanian yang masuk dalam kategori tanaman pangan, karena bagian umbi yang dimanfaatkan dapat diolah sebagai pengganti beras dan mudah diolah untuk pangan sehari-hari. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman pangan porang juga dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik. Di Kabupaten Kubu Raya tepatnya di Desa Teluk Bakung. Umbi porang tersebut dibudidayakan oleh petani di lahan gambut. Luasan lahan satu hektar bisa menghasilkan kurang lebih 10 ton/ha dengan harga jual Rp.7000 per kilogram. Budidaya porang di lahan gambut kedepanya sangat menguntungkan.{{ |
+ | < | ||
- | {{ .:porang.jpg?nolink& | + | sumber |
- | sumber | + | </ |
+ | |||
+ | ===== 2. Syarat Tumbuh ===== | ||
+ | |||
+ | Tanaman porang yang dibudidayakan harus mempunyai habitat yang optimal, syarat-syarat tumbuh tanaman porang antara lain: | ||
+ | |||
+ | * Intensitas cahaya 60-70% | ||
+ | * Ketinggian 0-700 m dengan ketinggian 100-600 m dpl | ||
+ | * Dibutuhkan tanah yang gembur/ | ||
+ | * pH 6-7 | ||
+ | * Naungan yang ideal ; jati, mahoni dan lainnya | ||
+ | |||
+ | ===== 3. Budidaya Porang ===== | ||
+ | |||
+ | * Persipan Lahan | ||
+ | |||
+ | Lokasi tumbuh tanaman porang yang baik adalah dibawah naungan dengan intensitas cahaya 60-70%. Persiapan lahan dengan membuat guludan dengan lebar 50cm dengan tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan lahan yang digarap. Jarak antar guladan yaitu 50 cm. | ||
+ | |||
+ | * Persiapan Bibit | ||
+ | |||
+ | Porang dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (biji). Bibit yang dipilih adalah dari umbi yang sehat dan bebas penyakit. Setelah bibit yang ditanam berumur 3 tahun, dapat dipanen setiap tahunnya tanpa perlu penanaman kembali. Kebutuhan bibit per satuan luas sangat tergantung pada jenis bibit yang digunakan dan jarak tanam. Dengan presentase tumbuh 90%. | ||
+ | |||
+ | * Penanaman Porang | ||
+ | |||
+ | - Bibit yang sehat satu persatu dimasukan kedalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap ke atas. | ||
+ | - Tiap lubang tanaman diisi 1 bibit porang dengan jarak tanaman yang sudah disesuaikan. | ||
+ | - Tutup bibit dengan tanah halus/tanah olahan setebal 2-3 cm. | ||
+ | |||
+ | * Pemeliharaan Porang | ||
+ | |||
+ | - Penyiangan | ||
+ | - Pemupukan | ||
+ | - Pengaman Pohon Pelindung | ||
+ | |||
+ | ===== Sumber | ||
+ | |||
+ | https://www.etsy.com/ca/ | ||