Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision |
tumbuhan:jelutung [2023/02/04 13:43] – Arizka Mufida | tumbuhan:jelutung [2025/02/08 03:50] (current) – Sri Maliani |
---|
====== Jelutung ====== | ====== Jelutung ====== |
| |
Jelutung (Dyera sp.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang umum tumbuh di lahan [[.:gambut|]], sehingga menjadi salah satu andalan untuk merehabilitasi ekosistem hutan rawa gambut yang terdegradasi, karena adaptif di lahan gambut dan memiliki nilai ekonomi, baik dari getah dan kayu. Budidaya jelutung memiliki prospek ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan<sup> . </sup> Jelutung adalah jenis pohon hutan yang termasuk dalam family Apocinaceae. Salah satu species dalam family ini adalah //Dyera polyphylla //dan //Dyera lowii// yang tumbuh di hutan rawa gambut atau daerah tergenang. Di Sumatera jelutung dikenal dengan nama Labuwai/Melabuwai/Nelutung, sedangkan di Kalimantan dikenal dengan nama Pantung/Pulut<sup>[[https://blog.kiprahagroforestri.id/2013/08/jalan-panjang-domestikasi-dan-agroforestasi-jelutung-dyera-sp/|4]]</sup> . | Jelutung (Dyera sp.) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang umum tumbuh di lahan gambut, sehingga menjadi salah satu andalan untuk merehabilitasi ekosistem hutan rawa gambut yang terdegradasi, karena adaptif di lahan gambut dan memiliki nilai ekonomi, baik dari getah dan kayu. Budidaya jelutung memiliki prospek ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan<sup> . </sup> Jelutung adalah jenis pohon hutan yang termasuk dalam family Apocinaceae. Salah satu species dalam family ini adalah //Dyera polyphylla //dan //Dyera lowii// yang tumbuh di hutan rawa gambut atau daerah tergenang. Di Sumatera jelutung dikenal dengan nama Labuwai/Melabuwai/Nelutung, sedangkan di Kalimantan dikenal dengan nama Pantung/Pulut<sup>[[https://blog.kiprahagroforestri.id/2013/08/jalan-panjang-domestikasi-dan-agroforestasi-jelutung-dyera-sp/|4]]</sup> . |
| |
===== Jelutung Rawa ===== | ===== Jelutung Rawa ===== |
<imgcaption image1|Bibit Jelutung Rawa di Kelompok Tani Hutan (KTH) Tella Serasan, Muara Enim>[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=tumbuhan:jelutung&media=tumbuhan:jelutung.jpeg|{{ .:jelutung.jpeg?400|jelutung.jpeg}}]]</imgcaption> | <imgcaption image1|Bibit Jelutung Rawa di Kelompok Tani Hutan (KTH) Tella Serasan, Muara Enim>[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=tumbuhan:jelutung&media=tumbuhan:jelutung.jpeg|{{ .:jelutung.jpeg?400|jelutung.jpeg}}]]</imgcaption> |
| |
Jelutung rawa adalah jenis tanaman asli yang tumbuh di rawa-rawa gambut atau lahan gambut. Jelutung Rawa adalah salah satu jenis pohon lokal unggulan hutan rawa gambut yang memiliki hasil ganda yaitu getah dan kayu yang bernilai ekonomi tinggi sehingga sangat prospektif dikembangkan sebagai hutan tanaman berproduktifitas tinggi dan ramah lingkungan. Jelutung rawa memiliki bentuk daun kecil, daun lebih tebal dan ujung daun melengkuk ke dalam. Jelutung rawa terdapat pada daerah Sumatera dan Kalimantan. Jelutung rawa asal Sumatera dan Kalimantan juga memiliki postur pohon yang berbeda. Postur pohon jelutung rawa asal Sumatera lebih besar dan daun lebih lebar dibandingkan dengan jelutung rawa asal kalimantan. Jelutung rawa berbuah setiap tahun dengan musim raya setiap 2 tahun. Pohon berbunga pada bulan November. Buah matang dan dipanen pada bulan April - Mei. Pergiliran musim buah antar pohon terjadi di sepanjang tahun. | Jelutung rawa adalah jenis tanaman asli yang tumbuh di rawa-rawa gambut atau lahan gambut. Jelutung Rawa adalah salah satu jenis pohon lokal unggulan hutan rawa gambut yang memiliki hasil ganda yaitu getah dan kayu yang bernilai ekonomi tinggi, kelasnya hampir mirip kayu Meranti. Jelutung rawa memiliki bentuk daun kecil, daun lebih tebal dan ujung daun melengkuk ke dalam. Jelutung rawa terdapat pada daerah Sumatera dan Kalimantan. Jelutung rawa asal Sumatera dan Kalimantan juga memiliki postur pohon yang berbeda. Postur pohon jelutung rawa asal Sumatera lebih besar dan daun lebih lebar dibandingkan dengan jelutung rawa asal kalimantan. Jelutung rawa berbuah setiap tahun dengan musim raya setiap 2 tahun. Pohon berbunga pada bulan November. Buah matang dan dipanen pada bulan April - Mei. Pergiliran musim buah antar pohon terjadi di sepanjang tahun. |
| |
Budidaya jelutung rawa// (Dyera lowii) //dapat dilakukan seperti mengelola kebun karet// (Hevea sp). //Pada umur 6 sampai 30 tahun, pohon jelutung di sadap getahnya, setelah tidak produktif dipanen kayunya. Kayu jelutung dapat digunakan untuk industri papan, kayu lapis dan bubur kayu. Getahnya untuk industri kabel, alat - alat kesehatan, dan permen karet. sedangkan resin yang diekstrak dari getah leutung digunakan dalam industri pernis, kosmetik dan biofarmasi<sup>[[https://www.worldagroforestry.org/publication/jelutung-rawa-teknik-budidaya-dan-prospek-ekonominya|1]]</sup> . | Budidaya jelutung rawa// (Dyera lowii) //dapat dilakukan seperti mengelola kebun karet// (Hevea sp). //Pada umur 6 sampai 30 tahun, pohon jelutung di sadap getahnya, setelah tidak produktif dipanen kayunya. Kayu jelutung dapat digunakan untuk industri papan, kayu lapis dan bubur kayu. Getahnya untuk industri kabel, alat - alat kesehatan, dan permen karet. sedangkan resin yang diekstrak dari getah leutung digunakan dalam industri pernis, kosmetik dan biofarmasi<sup>[[https://www.worldagroforestry.org/publication/jelutung-rawa-teknik-budidaya-dan-prospek-ekonominya|1]]</sup> . |
===== Nilai Ekonomi Jelutung ===== | ===== Nilai Ekonomi Jelutung ===== |
| |
Jelutung dapat ditanam dengan pola [[.:agroforestri|]], bercampur dengan komoditas komersial lain, seperti kelapa sawit, pinang, kopi dan tanaman buahbuahan, serta jenis tanaman kehutanan seperti ramin, balangeran, nyatoh, dll. Kayu jelutung dapat digunakan untuk industri papan, kayu lapis dan bubur kayu; getahnya untuk industri kabel, alat-alat kesehatan, permen karet; sedangkan resin yang diekstrak dari getah jelutung digunakan dalam industri pernis, kosmetik dan bio-farmasi<sup>[[https://www.worldagroforestry.org/publication/jelutung-rawa-teknik-budidaya-dan-prospek-ekonominya|1]]</sup> .<sup> </sup> Terdapat tiga jenis getah jelutung yang sejak lama diperdagangkan di Indonesia yaitu; Jelutung Banjarmasin, Jelutung Palembang, dan Jelutung Pontianak. Sebutan ini berdasarkan pelabuhan dimana produk getah jelutung diangkut untuk diekspor<sup>[[https://blog.kiprahagroforestri.id/2013/08/jalan-panjang-domestikasi-dan-agroforestasi-jelutung-dyera-sp/|4]]</sup> . | Jelutung dapat ditanam dengan pola agroforestri, bercampur dengan komoditas komersial lain, seperti kelapa sawit, pinang, kopi dan tanaman buah-buahan, serta jenis tanaman kehutanan seperti ramin, balangeran, nyatoh, dll. Kayu jelutung dapat digunakan untuk industri papan, kayu lapis dan bubur kayu; getahnya untuk industri kabel, alat-alat kesehatan, permen karet; sedangkan resin yang diekstrak dari getah jelutung digunakan dalam industri pernis, kosmetik dan bio-farmasi<sup>[[https://www.worldagroforestry.org/publication/jelutung-rawa-teknik-budidaya-dan-prospek-ekonominya|1]]</sup> .<sup> </sup> Terdapat tiga jenis getah jelutung yang sejak lama diperdagangkan di Indonesia yaitu; Jelutung Banjarmasin, Jelutung Palembang, dan Jelutung Pontianak. Sebutan ini berdasarkan pelabuhan dimana produk getah jelutung diangkut untuk diekspor<sup>[[https://blog.kiprahagroforestri.id/2013/08/jalan-panjang-domestikasi-dan-agroforestasi-jelutung-dyera-sp/|4]]</sup> . |
| |
Perdagangan jelutung mencapai puncaknya sekitar tahun 1910-1930an<sup> . </sup> Jelutung menjadi primadona kayu yang banyak ditanam oleh masyarakat, karena selain sebagai salah satu tanaman yang menjadi pilihan untuk restorasi lahan gambut, jelutung juga mudah untuk dikembangkan, dan bernilai ekonomi tinggi. Hasil analisis menunjukkan getah jelutung termasuk suatu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) unggulan di provinsi Kalimantan Tengah<sup>[[https://media.neliti.com/media/publications/29132-ID-getah-jelutung-sebagai-hasil-hutan-bukan-kayu-unggulan-di-lahan-gambut.pdf|2]]</sup> . Tanaman jelutung juga banyak dibudidayakan dengan pola [[.:agroforestri|]] atau wanatani/tumpang sari, dengan sayur-sayuran atau buah-buahan. Sehingga semakin menambah nilai yang dihasilkan dari getah, kayu, dan sayur. Namun seiring dengen perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, getah Jelutung yang dulu pernah memiliki masa kejayaan di tahun 1990an, semakin terpinggirkan, karena hadirnya getah sintetis dengan harga yang lebih murah dan produksi yang lebih banyak. | Perdagangan jelutung mencapai puncaknya sekitar tahun 1910-1930an<sup>[[https://media.neliti.com/media/publications/29132-ID-getah-jelutung-sebagai-hasil-hutan-bukan-kayu-unggulan-di-lahan-gambut.pdf|2]]</sup> . Tanaman jelutung juga banyak dibudidayakan dengan pola agroforestri atau wanatani/tumpang sari, dengan sayur-sayuran atau buah-buahan. Sehingga semakin menambah nilai yang dihasilkan dari getah, kayu, dan sayur. Namun seiring dengen perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, getah Jelutung yang dulu pernah memiliki masa kejayaan di tahun 1990an, semakin terpinggirkan, karena hadirnya getah sintetis dengan harga yang lebih murah dan produksi yang lebih banyak. |
| |
Saat ini, jelutung hanya banyak dibudidayakan untuk digunakan sebagai salah satu tanaman rehabilitasi lahan gambut yang rusak. | Saat ini, jelutung hanya banyak dibudidayakan untuk digunakan sebagai salah satu tanaman rehabilitasi lahan gambut yang rusak. |
---- | ---- |
| |
Sumber: | ==== Sumber: ==== |
| |
1. Tata M H L, Bastoni, Sofiyuddin M , Mulyoutami E , Perdana A , Janudianto N[[https://www.worldagroforestry.org/publication/jelutung-rawa-teknik-budidaya-dan-prospek-ekonominya|World Agroforestry (ICRAF): Jelutung Rawa-Teknik Budidaya dan Prospek Ekonominya]] | 1. Tata M H L, Bastoni, Sofiyuddin M , Mulyoutami E , Perdana A , Janudianto N[[https://www.worldagroforestry.org/publication/jelutung-rawa-teknik-budidaya-dan-prospek-ekonominya|World Agroforestry (ICRAF): Jelutung Rawa-Teknik Budidaya dan Prospek Ekonominya]] |