webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi [2023/11/24 04:30] Sri Malianiwebinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi [2023/11/24 06:30] (current) Sri Maliani
Line 1: Line 1:
-====== Bincang gambut seri 10 kumpul asik jaga bumi  ======+======   Bincang gambut seri 10 kumpul asik jaga bumi   ======
  
-{{:webinar:bincang_gambut_seri_10.jpg?400|bincang gambut seri 10}}+[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi&media=webinar:bincang_gambut_seri_10.jpg|{{.:bincang_gambut_seri_10.jpg?400|bincang gambut seri 10}}]] 
 + 
 +===== Dr. Ir. Suwardi, M.Agr, (Lahan Gambut: Sifat-sifat, Penyebaran, Penggunaan, dan Pelestariannya ) ===== 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Gambut berbeda dengan tanah mineral. Perbedaan utamanya adalah kandungan organic. Tanah gambut merupakan media yang menampung atau menyimpan karbon yang sangat besar.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Gambut juga memiliki bobot isi yang rendah 0.2-0.05 g/cm3.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Gambut memiliki pH tanah yang rendah sehingga kesuburannya juga rendah. Gambut juga menampung banyak air.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Lahan gambut tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua dengan luas total 14 juta hektar. Tanah gambut ini luasannya semakin berkurang</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Beberapa areal gambut dimanfaatkan untuk persawahan, hutan tanaman industry, perkebunan kelapa sawit, kelapa, dan karet.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Beberapa Kawasan masih dipertahankan sebagai hutan rawa gambut.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Sejak abad ke-19, masyarakat sudah memanfaatkan gambut untuk menanam padi dan kelapa. Biasanya ditemukan di pinggir sungai.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Selama tahun 70-80an, banyak lahan gambut yang dijadikan untuk transmigrasi.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Pada tahun 1995an, pemerintah mengembangkan mega proyek padi di Kalimantan dengan mengkonversi 1 juta ha lahan gambut tetapi terjadi kebakaran hebat dan menggagalkan proyek ini.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Kebakaran ini disebabkan oleh kesalahan pengelolaan lahan gambut.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Lahan ini berubah menjadi lahan sulfat masam.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Lahan yang menjadi sulfat masa mini memiliki pH yang sangat rendah (sekitar 3) dan tanahnya menjadi keras. Lahan seperti ini agak susah ditanami, namun ada beberapa komoditas yang bisa hidup di lahan ini seperti kelapa sawit.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Pada percobaan tahun 2004/2005 dengan paket teknologi pengelolaan lahan sawah petani seluas 4 ha, produksi padi mencapai 4 ton/ha. Gubernur Jambi beseerta jajarannya melakukan upcara panen.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Pemanfaatan gambut oleh pihak swasta ini awalnya dimanfaatkan oleh PT Sambu di Pulau Burung, Provinsi Riau. Mereka memanfaatkan lahan gambut untuk menanam kelapa dan haslnya baik. Kelapa tumbuh lurus dan menghasilkan air yang banyak.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Dengan Teknik pengaturan air dan pengaturan pupuk yang baik, gambut berhasil digunakan untuk tanaman akasia dan sawit</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Pada tanah gambut yang ditanamni akasia, ada bagian yang tidak ditanami oleh akasia juga. Perusahaan juga biasanya menyisakan lahan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Keberhasilan sawit di lahan gambut dipengaruhi oleh tinggi muka air yang tepat agar akar tanaman bisa mengambil unsur hara dari dalam tanah. Selain mengatur air, perlu diperhatikan juga pengaturan jumlah unsur haranya.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Tanaman bawah yang ada di sekitar kelapa sawit juga perlu diperhatikan agar unsur hara bisa kembali ke dalam tanah tanpa perlu terlalu bergantung pada pupuk.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Memanfaatkan gambut untuk pertanian tentunya memerlukan teknologi.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Teknologi yang diterapkan misalnya dengan memasang water gate untuk mengatur tinggi muka air secara otomatis dengan sensor yang dapat dimonitor.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Teknologi lainnya juga bisa dengan memberi pupuk mikro menggunakan drone.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Pemantauan kebakaran melalui satelit juga merupakan salah satu teknologi yang sudah diterapkan sekarang.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Lahan gambut juga menyimpan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Lahan gambut yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian ini harus bisa dijaga keberlangsungannya. Salah satu caranya adalah dengan mengatur air, unsur hara, dan pemeliharaan hama.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Lahan gambut yang masih berupa hutan, peat dome, daerah hulu sungai, gambut yang menyimpan flora dan fauna endemic tetap harus dijaga keberadaannya.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Gambut yang telah berubah menjadi semak belukar harus dikelola agar tidak menimbulkan bencana kebakaran. Bisa juga dengan menggunakan satelit, misalnya satelit Himawari untuk memonitor titik api.</font> 
 + 
 +[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi&media=webinar:dokumtasi_bincang_gambut_seri_10.jpg|{{.:dokumtasi_bincang_gambut_seri_10.jpg?400|bincang gambut seri 10}}]] 
 + 
 +===== Dr. Subekti Rahayu ===== 
 + 
 +Hampir semua provinsi yang memiliki gambut sudah pernah didatangi oleh ICRAF untuk diteliti sejak tahun 2009 hingga sekarang. Terdapat juga implementasi yang sudah dilakukan dengan membuat demo plot di desa pilot di berbagai daerah. Perkembangan riset tentang gambut di Indonesia, berdasarkan data yang dihimpun dari google scholar, telah ada 500 artikel dengan kata kunci tropical peatland in Indonesia. Penelitian awal yang ditemukan di google scholar dilakukan di tahun 1950. Perkembangan pesat mulai terjadi di tahun 2001-2010 dan mulai marak di tahun 2011-2020. Hal ini tak lain tak bukan karena pentingnya untuk mengetahui tentang gambut. Dari tahun 19505 hingga tahun 2023, ada kurang lebih 15 topik penelitian tentang gambut. Di awal penelitian mengenai gambut di tahun 1950-1980, topik yang banyak dibahas adalah mengenai carbon stock dan juga karakteristik ekosistemnya. Seiring berjalannya waktu, topik ini semakin berkembang dan bertambah. Berdasarkan topik penelitian mengenai gambut, topik yang paling banyak dibahas adalah ancaman dan dampak kebakaran, pengelolaan air, carbon flux/emisi GRK, carbon stock, dan restorasi/rewetting/revegatasi/cost. Sementara itu topik yang belum banyak dilakukan salah satunya adalah kesejahteraan masyarakat, biodiversitas fauna, dan monitoring dan evaluasi. Beberapa manfaat riset gambut secara teoritis antara lain sebagai pengembangan ilmu pengetahuan, pembaharuan hasil penelitian sebelumnya, menemukan hal baru yang harus diteliti lebih lanjut mengenai pengelolaan lahan gambut, dan rujukan bagi penelitian. Sementara itu manfaat praktisnya adalah sebagai penyelesaian masalah, meningkatkan pemahaman ekosistem gambut, dan menghasilkan rekomendasi bagi pengambil keputusan atau pembuat kebijakan. 
 + 
 +====  Diskusi/Tanya Jawab:  ==== 
 + 
 +Q : 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Saya penasaran dengan penjelasan Bapak yang mengatakan bahwa lahan gambut keras, apakah ada acara untuk membasahinya lagi?</font> 
 + 
 +A : 
 + <font 11pt/inherit;;inherit;;inherit>Tanah yang keras ini sebenarnya adalah tanah sulfat masam. Dan tanah ini kalau diberi air pun susah karena tidak mudah menyerap air karena bersifat hidrofobik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan rock phosphate. Cara lain adalah dengan menambahkan asam humat hingga terjadi keseimbangan kimia agar mikroba bisa berkembang dan membuat tanah yang tadinya hidrofobik menjadi hidrofilik.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>2. Firman</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Bagaimana cara masyrakat kecil yang belum bisa menggunakan teknologi untuk mengelola lahan gambut? Apakah ada tradisi nenek moyang dari Indonesia yang sangat sacral dengan pengelolaan lahan gambut?</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A :</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Bagi masyarakat kecil yang masih menggunakan cara-cara tradisional dengan luasan lahan yang tidak terlalu besar, jika menggunakan teknologi maka costnya akan menjadi besar dan tidak sesuai dengan produksi. Jadi menggunakan teknologi bisa dikatakan agak sulit oleh masyarakat kecil. Akan tetapi, biasanya masyarakat mempunyai cara yang naluriah untuk membedakan tanah gambut yang seperti apa yang bisa dikelola. Hal ini tentunya karena pengetahuan turun temurun yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Selain itu penggunaan pupuk organic untuk dimasukkan ke dalam tanah juga menjadi salah satu cara tradsisional yang diturunkan oleh nenek moyang kepada generasi sekarang.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>3. Windu Handinata</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Berdasarkan tipenya, tanah gambut terbagi menjadi topogen dan ombrogen. Ada lahan gambut yang dipengaruhi dengan pasang surut air. Apa PR kita untuk mengelola jenis tanah gambut ini agar bisa optimal?</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A : Kita perlu mengetahui sifat gambut dan tanah mineral yang ada di bawahnya. Misalnya tanah di bawahnya mengandung alluvial, maka akan cocok untuk dijadikan areal persawahan. Tetapi jika tanah di bawahnya mengandung pirit, maka kita perlu berhati-hati karena ketika teroksidasi akan membuat tanah menjadi asam. Jadi kita perlu menentukan lagi varietas yang cocok dan tahan asam. Kita juga perlu mengetahui kedalaman gambutnya. Gambut yang sudah terbuka piritnya juga kalau bisa dihindari untuk digunakan.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>4. Tia</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Kebakaran lahan gambut merupakan masalah yang sering dijumpai. Upaya pencegahan seperti rewetting merupakan contoh aksi yang dilakukan. Namun apa yang dilakukan untuk merespon kebakaran lahan gambut yang sudah terjadi?</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by bu yayuk:</font> 
 + <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>Jika terjadi kebakaran lahan gambut, lahan gambut ini akan semakin menipis dan membuat pirit menjadi terbuka. Jika pirit terbuka, maka pH tanah akan turun dan menjadi asam. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk melakukan upaya agar tidak terjadi kejadian kebakaran lahan lagi. Hal ini bisa dicapai dengan membuka lahan tanpa bakar dan memanfaatkan pupuk organic untuk mengembalikan kesuburan tanah.</font> 
 + 
 +A by pak Suwardi : 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Kebakaran lahan gambut yang biasanya terjadi di areal Perusahaan akan mendapat teguran atau hukuman. Biasanya, masyarakat sekitar memiliki komunitas Masyarakat Peduli Api. Hal ini cukup efektif untuk mengatasi jika terjadi kebakaran lahan. Di Sumatera Selatan biasanya terjadi kebakaran di tempat yang sama (di tempat yang banyak ikan). Ikan ini biasanya bertempat di cekungan di kanal yang banyak Semak belukar di sekitarnya. Masyarakat biasanya membakar Semak ini untuk mengambil ikan. Perlu adanya alternatif lain bagi masyarakat agar tidak membakar semak ini. Masyarakat di sekitar lahan gambut juga biasanya membakar hutan gambut untuk dijadikan kebun kelapa sawit. Oleh karena itu perlu adanya aturan yang ditegakkan agar hal ini tidak terus terulang.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>5. Indra Wibowo</font> 
 + <font 14.6667px/inherit;;inherit;;inherit>Q :</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Bagaimana masyarakat di lahan gambut dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari pemanfaatan lahan gambut?</font> 
 + <font 14.6667px/inherit;;inherit;;inherit>A by bu yayuk :</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan system sorjan (membuat gundukan dan cekungan). Cekungannya digunakan untuk memelihara ikan sementara gundukannya ditanami sayuran. Tentunya harus memerhatikan jenis ikan dan tanaman yang digunakan. Untuk ikannya bisa menggunakan ikan lokal yang sudah beradaptasi dengan lingkungan desa, dan tanamannya harus disesuaikan dengan jenis tanahnya.</font> 
 + 
 +A by pak Suwardi : 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat tanahnya. Tanaman hortikultura bisa ditanam di tanah gambut yang dicampur dengan kompos. Hal ini akan meningkatkan kesuburan tanah. Bisa juga dilakukan pencampuran antara tanah gambut dan tanah mineral. Menambahkan abu dapur atau kapur juga bisa meningkatkan pH tanah agar lebih mudah ditanami. Sapi yang diberi makan rumput dari tanah gambut biasanya berukuran agak kecil atau kurus, sementara sapi yang diberi makan rumput dari tanah yang subur akan menjadi lebih gemuk dan kotorannya menjadi lebih baik. Kotoran ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Ini artinya rumput yang ditanam di tanah yang subur akan menghasilkan kualitas sapi yang baik..</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>6. Yulita A</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q :</font> 
 + <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>Apa yang menjadi tantangan yang mempengaruhi efektivitas riset gambut?</font> 
 + <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>A :</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Akses ke lahan gambut relatif lebih sulit dibandingkan dengan ke lahan mineral. Hal ini mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk menuju ke sana. Riset mengenai gambut memakan biaya yang lebih besar. Selain itu, medan yang lebih sulit dibanding lahan mineral.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>7. M nur sidik</font> 
 + 
 +Q : 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>1. Bagaimana pelibatan masyarakat lokal di lahan gambut agar efektif?</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>2. Apa metode terbaru yang inovatif dalam pengelolaan lahan gambut yang dapat membantu meningkatkan hasil pertanian dan melindungi lingkungan?</font> 
 + <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>3.</font> 
 + <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>dampak perubahan iklim terhadap lahan gambut dan apa Langkah adaptasi yang dapat diambil untuk menghadapinya?</font> 
 + <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>A : 1.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Partisipasi masyarakat akan lebih mudah dan efektif jika masyarakat tergambung dalam kelompok tani, dengan catatan masyarakat memiliki lahan. Biasanya anggota kelompok tani memiliki latar belakang yang serupa, menghadapi masalah yang serupa, dan membutuhkan solusi yang serupa juga. Sementara itu, jika masyarakatnya tidak memiliki lahan, maka bisa diberdayakan oleh Perusahaan yang ada di sekitar desa dan dilibatkan dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan pemanenan.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>2. Sebelumnya, kita harus tahu dulu gambut seperti apa yang boleh dimanfaatkan. Ada baiknya jika sebagian lahan gambut tetap dibiarkan sebagaimana aslinya. Lahan gambut yang tidak diolah ini bisa berfungsi sebagai penyimpan cadang air (fresh water) yang bisa digunakan untuk mengairi lahan saat musim kemarau.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>3. Perubahan iklim sebenarnya mempengaruhi semua aspek, termasuk gambut di dalamnya. Menanami lahan gambut dengan varietas yang cocok akan membantu karena akan mengurangi kegagalan panen. Selain itu, lahan gambut sendiri sebenarnya memiliki peranan dalam menjaga iklim. Pengelolaan lahan gambut ini perlu diperhatikan agar tidak mengeluarkan emisi karbon berlebih yang akan mempengaruhi perubahan iklim.</font> 
 + 
 +8. feri Burdiansyah 
 + 
 +Q : 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Bagaimana pendapat dan pengalaman narasumber terkait konsep Lestari atau keberlanjutan seperti pemanfaatan gambut di Indonesia? Faktanya, setiap yang digunakan pasti sampai waktunya akan rusak atau habis, maka pemahaman saya hingga saat ini adalah lestari itu memperpanjang usia pemanfaatan.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by bu yayuk: Kita memang sebenarnya hanya memperlambat kerusakan. Banyak dari lahan gambut yang ada kini sudah rusak, apalagi gambut bersifat irreversible yang mana akan sangat sulit untuk mengembalikannya ke kondisi semula.</font> 
 + <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by pak suwardi : Saya percaya aka nada teknologi yang bisa membantu kita memperbaiki tanah gambut. Misalnya seperti di Jepang, kini ada teknologi artificial soil yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Siapa tahu nantu kita juga bisa membuat teknologi seperti itu. Tapi saya juga setuju bahwa lestari yang sekarang ini memang sebenarnya hanya memperlambat kerusakan.</font>
  
  
  • webinar/bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi.1700800200.txt.gz
  • Last modified: 2023/11/24 04:30
  • by Sri Maliani