Both sides previous revision Previous revision | |
webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi [2023/11/24 06:26] – Sri Maliani | webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi [2023/11/24 06:30] (current) – Sri Maliani |
---|
====== Bincang gambut seri 10 kumpul asik jaga bumi ====== | ====== Bincang gambut seri 10 kumpul asik jaga bumi ====== |
| |
[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi&media=webinar:bincang_gambut_seri_10.jpg|{{.:bincang_gambut_seri_10.jpg?400|bincang gambut seri 10}}]] | [[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=webinar:bincang_gambut_seri_10_kumpul_asik_jaga_bumi&media=webinar:bincang_gambut_seri_10.jpg|{{.:bincang_gambut_seri_10.jpg?400|bincang gambut seri 10}}]] |
===== Dr. Subekti Rahayu ===== | ===== Dr. Subekti Rahayu ===== |
| |
Hampir semua provinsi yang memiliki gambut sudah pernah didatangi oleh ICRAF untuk diteliti sejak tahun 2009 hingga sekarang. Terdapat juga implementasi yang sudah dilakukan dengan membuat demo plot di desa pilot di berbagai daerah. Perkembangan riset tentang gambut di Indonesia, berdasarkan data yang dihimpun dari google scholar, telah ada 500 artikel dengan kata kunci tropical peatland in Indonesia. Penelitian awal yang ditemukan di google scholar dilakukan di tahun 1950. Perkembangan pesat mulai terjadi di tahun 2001-2010 dan mulai marak di tahun 2011-2020. Hal ini tak lain tak bukan karena pentingnya untuk mengetahui tentang gambut. Dari tahun 19505 hingga tahun 2023, ada kurang lebih 15 topik penelitian tentang gambut. Di awal penelitian mengenai gambut di tahun 1950-1980, topik yang banyak dibahas adalah mengenai carbon stock dan juga karakteristik ekosistemnya. Seiring berjalannya waktu, topik ini semakin berkembang dan bertambah. Berdasarkan topik penelitian mengenai gambut, topik yang paling banyak dibahas adalah ancaman dan dampak kebakaran, pengelolaan air, carbon flux/emisi GRK, carbon stock, dan restorasi/rewetting/revegatasi/cost. Sementara itu topik yang belum banyak dilakukan salah satunya adalah kesejahteraan masyarakat, biodiversitas fauna, dan monitoring dan evaluasi. Beberapa manfaat riset gambut secara teoritis antara lain sebagai pengembangan ilmu pengetahuan, pembaharuan hasil penelitian sebelumnya, menemukan hal baru yang harus diteliti lebih lanjut mengenai pengelolaan lahan gambut, dan rujukan bagi penelitian. Sementara itu manfaat praktisnya adalah sebagai penyelesaian masalah, meningkatkan pemahaman ekosistem gambut, dan menghasilkan rekomendasi bagi pengambil keputusan atau pembuat kebijakan. | Hampir semua provinsi yang memiliki gambut sudah pernah didatangi oleh ICRAF untuk diteliti sejak tahun 2009 hingga sekarang. Terdapat juga implementasi yang sudah dilakukan dengan membuat demo plot di desa pilot di berbagai daerah. Perkembangan riset tentang gambut di Indonesia, berdasarkan data yang dihimpun dari google scholar, telah ada 500 artikel dengan kata kunci tropical peatland in Indonesia. Penelitian awal yang ditemukan di google scholar dilakukan di tahun 1950. Perkembangan pesat mulai terjadi di tahun 2001-2010 dan mulai marak di tahun 2011-2020. Hal ini tak lain tak bukan karena pentingnya untuk mengetahui tentang gambut. Dari tahun 19505 hingga tahun 2023, ada kurang lebih 15 topik penelitian tentang gambut. Di awal penelitian mengenai gambut di tahun 1950-1980, topik yang banyak dibahas adalah mengenai carbon stock dan juga karakteristik ekosistemnya. Seiring berjalannya waktu, topik ini semakin berkembang dan bertambah. Berdasarkan topik penelitian mengenai gambut, topik yang paling banyak dibahas adalah ancaman dan dampak kebakaran, pengelolaan air, carbon flux/emisi GRK, carbon stock, dan restorasi/rewetting/revegatasi/cost. Sementara itu topik yang belum banyak dilakukan salah satunya adalah kesejahteraan masyarakat, biodiversitas fauna, dan monitoring dan evaluasi. Beberapa manfaat riset gambut secara teoritis antara lain sebagai pengembangan ilmu pengetahuan, pembaharuan hasil penelitian sebelumnya, menemukan hal baru yang harus diteliti lebih lanjut mengenai pengelolaan lahan gambut, dan rujukan bagi penelitian. Sementara itu manfaat praktisnya adalah sebagai penyelesaian masalah, meningkatkan pemahaman ekosistem gambut, dan menghasilkan rekomendasi bagi pengambil keputusan atau pembuat kebijakan. |
| |
==== | ==== Diskusi/Tanya Jawab: ==== |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Diskusi/Tanya Jawab:</font> ==== | |
| |
1. Rafina | |
| |
Q : | Q : |
| |
A : | A : |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Tanah yang keras ini sebenarnya adalah tanah sulfat masam. Dan tanah ini kalau diberi air pun susah karena tidak mudah menyerap air karena bersifat hidrofobik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan rock phosphate. Cara lain adalah dengan menambahkan asam humat hingga terjadi keseimbangan kimia agar mikroba bisa berkembang dan membuat tanah yang tadinya hidrofobik menjadi hidrofilik.</font> | <font 11pt/inherit;;inherit;;inherit>Tanah yang keras ini sebenarnya adalah tanah sulfat masam. Dan tanah ini kalau diberi air pun susah karena tidak mudah menyerap air karena bersifat hidrofobik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan rock phosphate. Cara lain adalah dengan menambahkan asam humat hingga terjadi keseimbangan kimia agar mikroba bisa berkembang dan membuat tanah yang tadinya hidrofobik menjadi hidrofilik.</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>2. Firman</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>2. Firman</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Bagaimana cara masyrakat kecil yang belum bisa menggunakan teknologi untuk mengelola lahan gambut? Apakah ada tradisi nenek moyang dari Indonesia yang sangat sacral dengan pengelolaan lahan gambut?</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Bagaimana cara masyrakat kecil yang belum bisa menggunakan teknologi untuk mengelola lahan gambut? Apakah ada tradisi nenek moyang dari Indonesia yang sangat sacral dengan pengelolaan lahan gambut?</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A :</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A :</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>4. Tia</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>4. Tia</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Kebakaran lahan gambut merupakan masalah yang sering dijumpai. Upaya pencegahan seperti rewetting merupakan contoh aksi yang dilakukan. Namun apa yang dilakukan untuk merespon kebakaran lahan gambut yang sudah terjadi?</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q : Kebakaran lahan gambut merupakan masalah yang sering dijumpai. Upaya pencegahan seperti rewetting merupakan contoh aksi yang dilakukan. Namun apa yang dilakukan untuk merespon kebakaran lahan gambut yang sudah terjadi?</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by bu yayuk:</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by bu yayuk:</font> |
<font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>Jika terjadi kebakaran lahan gambut, lahan gambut ini akan semakin menipis dan membuat pirit menjadi terbuka. Jika pirit terbuka, maka pH tanah akan turun dan menjadi asam. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk melakukan upaya agar tidak terjadi kejadian kebakaran lahan lagi. Hal ini bisa dicapai dengan membuka lahan tanpa bakar dan memanfaatkan pupuk organic untuk mengembalikan kesuburan tanah.</font> | <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>Jika terjadi kebakaran lahan gambut, lahan gambut ini akan semakin menipis dan membuat pirit menjadi terbuka. Jika pirit terbuka, maka pH tanah akan turun dan menjadi asam. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk melakukan upaya agar tidak terjadi kejadian kebakaran lahan lagi. Hal ini bisa dicapai dengan membuka lahan tanpa bakar dan memanfaatkan pupuk organic untuk mengembalikan kesuburan tanah.</font> |
| |
A by pak Suwardi : | A by pak Suwardi : |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat tanahnya. Tanaman hortikultura bisa ditanam di tanah gambut yang dicampur dengan kompos. Hal ini akan meningkatkan kesuburan tanah. Bisa juga dilakukan pencampuran antara tanah gambut dan tanah mineral. Menambahkan abu dapur atau kapur juga bisa meningkatkan pH tanah agar lebih mudah ditanami. Sapi yang diberi makan rumput dari tanah gambut biasanya berukuran agak kecil atau kurus, sementara sapi yang diberi makan rumput dari tanah yang subur akan menjadi lebih gemuk dan kotorannya menjadi lebih baik. Kotoran ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Ini artinya rumput yang ditanam di tanah yang subur akan menghasilkan kualitas sapi yang baik..</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melihat tanahnya. Tanaman hortikultura bisa ditanam di tanah gambut yang dicampur dengan kompos. Hal ini akan meningkatkan kesuburan tanah. Bisa juga dilakukan pencampuran antara tanah gambut dan tanah mineral. Menambahkan abu dapur atau kapur juga bisa meningkatkan pH tanah agar lebih mudah ditanami. Sapi yang diberi makan rumput dari tanah gambut biasanya berukuran agak kecil atau kurus, sementara sapi yang diberi makan rumput dari tanah yang subur akan menjadi lebih gemuk dan kotorannya menjadi lebih baik. Kotoran ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Ini artinya rumput yang ditanam di tanah yang subur akan menghasilkan kualitas sapi yang baik..</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>6. Yulita A</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>6. Yulita A</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q :</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Q :</font> |
<font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>Apa yang menjadi tantangan yang mempengaruhi efektivitas riset gambut?</font> | <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>Apa yang menjadi tantangan yang mempengaruhi efektivitas riset gambut?</font> |
<font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>A :</font> | <font 11.0pt/inherit;;inherit;;inherit>A :</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Akses ke lahan gambut relatif lebih sulit dibandingkan dengan ke lahan mineral. Hal ini mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk menuju ke sana. Riset mengenai gambut memakan biaya yang lebih besar. Selain itu, medan yang lebih sulit dibanding lahan mineral.</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Akses ke lahan gambut relatif lebih sulit dibandingkan dengan ke lahan mineral. Hal ini mempengaruhi biaya yang dikeluarkan untuk menuju ke sana. Riset mengenai gambut memakan biaya yang lebih besar. Selain itu, medan yang lebih sulit dibanding lahan mineral.</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>7. M nur sidik</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>7. M nur sidik</font> |
| |
Q : | Q : |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>3. Perubahan iklim sebenarnya mempengaruhi semua aspek, termasuk gambut di dalamnya. Menanami lahan gambut dengan varietas yang cocok akan membantu karena akan mengurangi kegagalan panen. Selain itu, lahan gambut sendiri sebenarnya memiliki peranan dalam menjaga iklim. Pengelolaan lahan gambut ini perlu diperhatikan agar tidak mengeluarkan emisi karbon berlebih yang akan mempengaruhi perubahan iklim.</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>3. Perubahan iklim sebenarnya mempengaruhi semua aspek, termasuk gambut di dalamnya. Menanami lahan gambut dengan varietas yang cocok akan membantu karena akan mengurangi kegagalan panen. Selain itu, lahan gambut sendiri sebenarnya memiliki peranan dalam menjaga iklim. Pengelolaan lahan gambut ini perlu diperhatikan agar tidak mengeluarkan emisi karbon berlebih yang akan mempengaruhi perubahan iklim.</font> |
| |
8. feri Burdiansyah | 8. feri Burdiansyah |
| |
Q : | Q : |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Bagaimana pendapat dan pengalaman narasumber terkait konsep Lestari atau keberlanjutan seperti pemanfaatan gambut di Indonesia? Faktanya, setiap yang digunakan pasti sampai waktunya akan rusak atau habis, maka pemahaman saya hingga saat ini adalah lestari itu memperpanjang usia pemanfaatan.</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>Bagaimana pendapat dan pengalaman narasumber terkait konsep Lestari atau keberlanjutan seperti pemanfaatan gambut di Indonesia? Faktanya, setiap yang digunakan pasti sampai waktunya akan rusak atau habis, maka pemahaman saya hingga saat ini adalah lestari itu memperpanjang usia pemanfaatan.</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by bu yayuk: Kita memang sebenarnya hanya memperlambat kerusakan. Banyak dari lahan gambut yang ada kini sudah rusak, apalagi gambut bersifat irreversible yang mana akan sangat sulit untuk mengembalikannya ke kondisi semula.</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by bu yayuk: Kita memang sebenarnya hanya memperlambat kerusakan. Banyak dari lahan gambut yang ada kini sudah rusak, apalagi gambut bersifat irreversible yang mana akan sangat sulit untuk mengembalikannya ke kondisi semula.</font> |
<font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by pak suwardi : Saya percaya aka nada teknologi yang bisa membantu kita memperbaiki tanah gambut. Misalnya seperti di Jepang, kini ada teknologi artificial soil yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Siapa tahu nantu kita juga bisa membuat teknologi seperti itu. Tapi saya juga setuju bahwa lestari yang sekarang ini memang sebenarnya hanya memperlambat kerusakan.</font> | <font 11pt/Calibri,;;inherit;;inherit>A by pak suwardi : Saya percaya aka nada teknologi yang bisa membantu kita memperbaiki tanah gambut. Misalnya seperti di Jepang, kini ada teknologi artificial soil yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam. Siapa tahu nantu kita juga bisa membuat teknologi seperti itu. Tapi saya juga setuju bahwa lestari yang sekarang ini memang sebenarnya hanya memperlambat kerusakan.</font> |
| |
| |