Table of Contents

Besi ( Ctenolophon parvifolius )

besipowo.jpg

Klasifikasi

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Malpighiales

Family: Ctenolophonaceae

Genus: Ctenolophon

Species: Ctenolophon parvifolius

Ciri Morfologi

Pohon Ctenolophon parvifolius berukuran sedang dengan tinggi total hingga sekitar 50 m dan diameter batang mencapai 60 cm. Stipula kecil memanjang, panjang ±2 mm. Daun Ctenolophon parvifolius tunggal, tersusun berhadapan, permukaan gundul, dengan pertulangan menyirip serta urat daun yang jelas membentuk pola jala. Perbungaan Ctenolophon parvifolius berupa malai yang tumbuh di ujung ranting maupun pada ketiak daun. Bunga Ctenolophon parvifolius berwarna putih kekuningan hingga merah jingga dengan diameter sekitar 11 mm. Buah bertipe kapsul, berwarna merah jambu kemerahan sampai kebiruan, membuka dengan dua katup. Biji bersalut dan tetap melekat hingga buah merekah.

Manfaat

Ctenolophon parvifolius memiliki banyak nama daerah, diantaranya Belama’a, merandi, obah, temana’a, jarngin, litoh, kayu batu, latak manuk.
Kayu Ctenolophon parvifolius yang keras dan awet, banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan rumah.

Habitat dan Persebaran

Ctenolophon parvifolius tumbuh di hutan dipterokarpa campuran dan hutan rawa gambut hingga tumbuh mencapai ketinggian 900 m. Ctenolophon parvifolius umumnya tumbuh di daerah alluvial, kadang-kadang di perbukitan pada tanah berpasir. Kehadiran Ctenolophon parvifolius di hutan sekunder sebagai tegakan tinggal pasca gangguan. Persebaran Ctenolophon parvifolius sangat luas, mulai dari Borneo (seluruh pulau), Filipina, Nugini, Sumatera, hingga Semenanjung Malaysia.

Sumber