Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Malvales
Family: Malvaceae
Genus: Durio
Species: Durio carinatus
Pohon Durio carinatus berukuran besar dengan diameter batang hingga ±150 cm dan tinggi mencapai sekitar 45 m. Batangnya berbentuk silindris tanpa banir, dengan kulit beralur dangkal atau bersisik, berwarna abu-abu kecokelatan hingga merah kecokelatan, serta mengeluarkan getah bening berlendir apabila terluka. Daunnya tunggal dan tersusun berseling, berbentuk bundar telur sungsang hingga lonjong dengan ujung meruncing. Permukaan atas daun berwarna hijau mengkilap, sedangkan bagian bawahnya hijau kecokelatan dan bersisik berbentuk bintang. Perbungaan berupa malai yang tumbuh pada ranting tidak berdaun, dengan bunga berwarna hijau kekuningan hingga krem. Buah berbentuk kotak berdiameter 10–15 cm, berwarna kuning, umumnya terdiri atas lima ruang, masing-masing berisi 1–3 biji yang diselubungi aril kuning kemerahan. Kayu gubal Durio carinatus berwarna kuning kemerahan dengan berat jenis sekitar 400–670 kg/m³.
Secara umum, Durio carinatus tumbuh pada habitat rawa, khususnya di hutan rawa gambut, Durio carinatus dapat ditemukan pula di hutan kerangas. Biji yang mudah dan cepat berkecambah menyebabkan banyak semai biasanya dijumpai di bawah pohon induk. Durian burung kerap ditemukan sebagai pohon mencuat atau pohon yang menonjol pada kawasan NKT, berupa sisa tegakan alami hutan rawa gambut yang tidak mengalami kebakaran. Persebaran Durio carinatus sangat luas, mulai dari Sumatera, Semenanjung Malaysia, hingga tersebar di Borneo (Kalimantan).
Kayu Durio carinatus dapat digunakan untuk kontruksi rumah, furniture, kontruksi ringan, dan perahu. Kulit Durio carinatus dapat digunakan untuk atap dan dinding pondok atau bisa dijadikan sebagai gubugg di ladang.