Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Oxalidales
Family: Elaeocarpaceae
Genus: Elaeocarpus
Species: Elaeocarpus petiolatus
Pohon Elaeocarpus petiolatus berukuran kecil hingga sedang ini dapat tumbuh mencapai tinggi sekitar 25 m dengan diameter batang hingga 40 cm. Ujung kuncup dan rantingnya mengeluarkan resin menyerupai getah gom, sementara rantingnya tidak berbulu. Daun Elaeocarpus petiolatus tunggal dan tersusun berseling, dengan tangkai daun yang panjang, lurus, serta membengkak pada kedua ujungnya. Helaian daun berbentuk lonjong atau jorong, bertekstur kaku seperti kulit dan tidak berbulu. Tulang daun tampak tenggelam di permukaan atas dan menonjol di bagian bawah. Pangkal daun dapat berbentuk lancip, membulat, atau tumpul, dengan tepi bergerigi dan ujung meruncing hingga runcing tajam.
Perbungaan Elaeocarpus petiolatus tersusun dalam bentuk tandan yang muncul di ketiak daun, bertangkai licin tanpa bulu. Bunganya memiliki bagian perhiasan berjumlah kelipatan lima dan ditutupi bulu halus berwarna kecokelatan. Buahnya termasuk buah batu, berbentuk lonjong dengan kulit berwarna hijau keunguan yang mengilap. Kulit bijinya keras dan berkerut, serta setiap buah berisi satu biji.
Kayu Elaeocarpus petiolatus cukup keras, sehingga dapat digunakan untuk bahan konstruksi bangunan. Elaeocarpus petiolatus dapat dijadikan sebagai obat tradisional dan memiliki kandungan anti peradangan.
Elaeocarpus petiolatus tumbuh baik di berbagai tipe hutan tropik sejak dekat pantai, di lahan gambut, hingga tumbuh diketinggian mencapai 1300 m. Elaeocarpus petiolatus tersebar luas, mulai dari India, China bagian selatan, Indochina, Indonesia bagian barat (seperti Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa), hingga tumbuh di Semenanjung Malaysia dan Filipina.