Vitex pinnata dikenal dengan berbagai nama daerah, antara lain Amola, kalapapa, gagil, humulawan, amolaung kulimpapa batu, kulimpapa simpor, kulumpapa, laban daun menjari, laben, leban, pagil (Borneo), kopiher, aloban-batu, aloban kardoek, aloban bunga (Sumatera), hiketaroe (Sumba), serta pampa (Komodo).
Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Lamiales
Family: Lamiaceae
Genus: Vitex
Species: Vitex pinnata
Pohon Vitex pinnata berukuran sedang dengan tinggi mencapai sekitar 20 m dan diameter batang hingga 70 cm. Pepagan beralur dangkal dan mudah mengelupas, berwarna abu-abu pucat kekuningan sampai cokelat; bagian dalamnya berwarna kekuningan dan berubah menjadi hijau saat tersingkap. Kayu gubal berwarna kuning kecokelatan, dan pada kondisi tua bersifat sangat kuat serta tahan lama.
Daun Vitex pinnata majemuk menjari, tersusun berhadapan tanpa stipula, terdiri atas 3–5 anak daun. Anak daun berbentuk jorong hingga lonjong dengan tulang daun menyirip, hampir tanpa tangkai, berpangkal membundar dan berujung melancip, permukaan gundul atau berambut halus; dua anak daun terluar berukuran lebih kecil dibandingkan yang lainnya. Perbungaan berupa malai yang muncul di ujung ranting. Bunganya berwarna putih kekuningan hingga keunguan dengan mahkota berbentuk tabung. Buah bertipe pelok, berwarna hijau dan berubah menjadi biru keunguan ketika masak.
Vitex pinnata umumnya tumbuh di hutan sekuder, hutan rawa, rawa gambut,
daerah dataran rendah. Vitex pinnata juga tumbuh di hutan primer pada daerah bukaan, dan tumbuh hingga ketinggian 400 m. Persebaran nya sangat luas, mulai dari India hingga Nugini, termasuk seluruh wilayah Indonesia.
Kayu Vitex pinnata sangat kuat dan awet sekalipun dalam tanah dan air. Kayu Vitex pinnata banyak digunakan untuk kontruksi bangunan, gagang pisau, pembuatan pintu dan jendela, furniture, alas kaki, dan bingkai. Daun dan pepagan Vitex pinnata dijadikan obat tradisional untuk obat sakit perut, demam dan malaria.