Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Sapindales
Family: Meliaceae
Genus: Aglaia
Species: Aglaia rubiginosa
Pohon Aglaia rubiginosa berukuran besar dengan tinggi mencapai sekitar 40 m dan diameter batang hingga 100 cm, memiliki tajuk yang relatif terbuka dengan ranting-ranting menjuntai. Batang Aglaia rubiginosa berbentuk silindris dan berbanir hingga ketinggian ±1 m. Kulit luar berwarna cokelat pucat hingga merah jambu atau cokelat keabu-abuan dan mudah mengelupas, sedangkan bagian dalamnya berwarna cokelat pucat hingga berwarna kemerah jambuan. Kayu gubal berwarna cokelat kekuningan hingga kuning pucat kemerahan serta mengandung getah putih.
Daun Aglaia rubiginosa menyirip gasal, dengan rakis dan tangkai anak daun tertutup rambut halus berwarna cokelat kemerahan. Anak daun berbentuk menjorong atau melanset sungsang hingga lonjong, berujung melancip dan berpangkal membaji atau membundar tidak simetris. Daun muda berwarna hijau kekuningan dan berubah menjadi hijau gelap saat dewasa, dengan permukaan atas hijau gelap mengilap dan permukaan bawah cokelat kemerahan. Perbungaan tersusun dalam tandan yang muncul di ujung ranting. Bunganya berkelamin satu, dengan bunga jantan dan betina terdapat pada tandan yang berbeda, berwarna kuning dan berubah kecokelatan ketika mekar. Buah berbentuk bulat telur sungsang atau menjorong, berwarna hijau pucat mengilap saat muda, kemudian menjadi merah jingga ketika masak dan segera pecah, menghasilkan satu hingga dua biji. Biji tersebut diselimuti salut berwarna merah atau cokelat dengan keping biji berwarna kuning pucat.
Aglaia rubiginosa tumbuh secara alami di kawasan rawa, rawa gambut, serta hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah pada ketinggian mencapai 2.000 m dpl. Umumnya Aglaia rubiginosa dijumpai di wilayah perbukitan, tepi sungai, dan pinggir jalan, dengan habitat berupa tanah aluvial, lempung berpasir, tanah berpasir, serta substrat berbatu seperti granit dan batu gamping.
Kulit batang dan daun Aglaia rubiginosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional. Buahnya dapat dikonsumsi dan memiliki cita rasa menyerupai buah arbei. Kayunya tergolong kuat dan tahan lama, sehingga sering digunakan sebagai bahan konstruksi kapal maupun bangunan.