Table of Contents

Punak ( Tetrameristra glabra )

punakinaturalist.jpegA. Definisi

Punak merupakan jenis pioner, yaitu jenis cepat tumbuh, jenis suka cahaya (light demanding species) dan mampu tumbuh pada kondisi tanah miskin hara. Sebagai jenis pioner, pohon punak termasuk dalam kategori penyimpan hara (accumulator) unsur P, yaitu mempunyai nilai konsentrasi hara di atas nilai selang rata-rata sekitar 1,91 g/kg (Istomo, 2006) Punak (Tetrameristra glabra) merupakan jenis tanaman kehutanan khas rawa gambut. tanaman ini banyak digunakan ini banyak digunakan sebagai materi rehabilitasi hutan rawa gambut yang terdegradasi. Menurut Rachmanadi dkk (2011), punak merupakan salah satu jenis tanaman yang mampu beradaptasi dengan baik pada ekosistem hutan rawa gambut yang telah rusak. Hal ini menandakan bahwa jenis ini sangat berpeluang untuk dikembangkan di lahan gambut baik untuk tujuan rehabilitasi maupun budidaya.

B. Klasifikasi

Kingdom: Fungi

Subkingdom: Dikarya

Divisi: Ascomycota

Kelas: Ascomycetes

Ordo: Caliciales

Famili: Tetrameristaceae

Genus: Tetramerista

Spesies: Tetramerista glabra Miq.

C. Habitat

Wilayah Persebaran:

Jenis Habitat:

Kondisi Lingkungan:

Adaptasi Terhadap Lingkungan:

Ancaman dan Konservasi

Ancaman:

Upaya Konservasi:

D. Morfologi

Pohon punak dapat mencapai ketinggian 37 m dan diameter batang sekitar 150 cm (1,5 meter). Daunnya tidak memiliki daun penumpu atau stipule, tetapi daun muda dapat menjadi penumpu pada ujung ranting. Pohon Tetramerista glabra tergolong berukuran sedang hingga besar, dengan diameter batang dapat mencapai 200 cm dan tinggi total sekitar 35 m. Batangnya berbentuk silindris tanpa banir, berkulit tebal; kulit luar bersisik hingga mudah mengelupas berwarna kemerahan, sedangkan bagian dalamnya berserat putih kekuningan. Kayu gubal berwarna putih kekuningan sampai kuning serta mengandung kadar air yang tinggi. Berat jenis kayunya berkisar antara 625–800 kg/m³. Pada kondisi tertentu, terutama pada fase semai, pancang, hingga tiang, pohon ini kadang membentuk akar napas. Daun Tetramerista glabra tunggal dan tersusun spiral pada ujung ranting, dengan helaian berbentuk bundar telur sungsang memanjang hingga lanset; pangkal daun meruncing, tepi rata, dan ujung membulat. Permukaan atas daun licin mengilap berwarna hijau tua, sedangkan bagian bawahnya hijau muda dengan tampilan kusam. Perbungaan tersusun dalam bentuk malai yang muncul di ujung ranting dengan tangkai panjang. Bunga Tetramerista glabra berwarna putih krem dengan daun gagang yang melekat. Buah bertipe batu, berwarna hijau muda hingga abu-abu dan berubah menjadi krem saat masak, mengandung 1–5 biji. Bijinya berbentuk lonjong dan berwarna kekuningan.

Referensi :