Table of Contents

Ranti

ranti_powo.jpg

Klasifikasi

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Malpighiales

Family: Phyllanthaceae

Genus: Phyllanthus

Species: Phyllanthus obliquus

Variety: Phyllanthus obliquus var. obliquus

Ciri-ciri

Pohon Phyllanthus obliquus berukuran kecil dengan tinggi mencapai ±25 m dan diameter batang sekitar 30 cm. Batang Phyllanthus obliquus berbentuk silindris tanpa banir. Kulit luar berwarna abu-abu kehitaman, memiliki alur dangkal dan mudah mengelupas tipis, sedangkan bagian dalamnya berwarna cokelat kekuningan. Kayu gubal berwarna putih kekuningan dengan berat jenis antara 440–890 kg/m³.

Daun penumpu (stipula) berukuran sekitar ±2,5 mm. Daunnya tunggal dan tersusun berseling dalam satu baris, dengan pangkal daun berbentuk membaji dan tidak simetris. Permukaan atas daun berwarna hijau mengilap, sedangkan bagian bawah hijau kusam dan ditumbuhi rambut halus (berbulu balig).

Perbungaan Phyllanthus obliquus muncul berkelompok di ketiak daun. Bunga Phyllanthus obliquus berwarna putih krem. Buah bertipe buni, berwarna hijau hingga kekuningan, lalu berubah menjadi kemerahan sampai keunguan saat matang. Bijinya diselubungi kulit berwarna merah jambu hingga kehitaman.

Manfaat

Kayu Phyllanthus obliquus biasa digunakan untuk kayu konstruksi ringan untuk bangunan, furniture. Batangnya bisa digunakan untuk budidaya jamur. Kulit dari Phyllanthus obliquus bisa digunakan untuk pelampung jaring ikan.

Habitat dan Persebaran

Secara alami, Phyllanthus obliquus berkembang di hutan rawa, rawa gambut, kawasan riparian, hutan dipterokarpa campuran, serta hutan sekunder, terutama pada area dengan bukaan kanopi, hingga ketinggian sekitar 800 m dpl. Phyllanthus obliquus kerap ditemukan di punggung bukit dengan kondisi tanah lempung. Di kawasan NKT, Phyllanthus obliquus umumnya tumbuh di area riparian dan pada sisa tegakan alami hutan rawa gambut yang berada di daerah terbuka. Phyllanthus obliquus persebaran luas, mulai dari Thailand, Semenanjung Malaysia, Jawa, Sumatera, hingga Borneo.

Sumber