This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision |
dampak_kebakaran_gambut_terhadap_ekonomi [2022/10/25 04:39] – Yusi Septriandi | dampak_kebakaran_gambut_terhadap_ekonomi [2023/01/17 20:16] (current) – external edit 127.0.0.1 |
---|
====== Dampak Kebakaran Gambut terhadap Ekonomi ====== | ====== Dampak Kebakaran Gambut terhadap Ekonomi ====== |
| |
{{:0c6873d4a77604cf8458d1f0494119dc.png?nolink&400x267 }} <font 14px/inherit;;inherit;;inherit>Seperti kita ketahui bahwasanya indonesia memiliki beraneka ragam tumbuhan yang ada di setiap daerah yang ada salah satunya adalah lahan gambut yang memiliki keistimewaan dan keunikannya tersendiri, sumatera selatan adalah salah satu pemilik lahan gambut terbesar di indonesia setelah kalimantan dan papua, dengan</font> luasan gambut Sumsel mencapai 1,73 juta hektar dari luasan lahan basah sekitar 3 juta hektar, sementaran luas daratan Sumsel sekitar 8,7 juta hektar, Tidak ada data pasti mengenai luasan gambut di Sumsel ini merupakan berdasarkan data CIFOR (Center for International Forestry Research) dimana lahan gambut di indonesia merupakan nomor 2 terbesar setelah Brazil. 2015 pernah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang sangat besar salah satunya juga membakar lahan gambut, seperti kita ketahui bahwasanya lahan gambut memiliki beberapa lapisan sehingga apabila terjadi kebakaran sulit untuk dipadamkan karena kalau terjadi kebakaran dilapisan pertama belum bisa dipastikan lapisan berikutnya sudah padam, dari kejadian tersebut banyak sektor yang terdapak oleh kebakaran hutan rawa gambut salah satunya sektor ekonomi yang mana kebakaran tersebut merambat ke lahan milik pemerintah desa, perusahaan maupun pribadimasyarakat, Menggunakan metodologi penghitungan kerugian dan kerusakan pasca bencana, analisa Bank Dunia menunjukkan bahwa kebakaran – yang mencapai lebih dari 10.000 mil per segi - telah merugikan Indonesia sebesar $16,1 milyar pada tahun 2015, setara dengan 1,9% PDB. | {{:0c6873d4a77604cf8458d1f0494119dc.png?nolink&200x134}} |
| <font 14px/inherit;;inherit;;inherit>Seperti kita ketahui bahwasanya indonesia memiliki beraneka ragam tumbuhan yang ada di setiap daerah yang ada salah satunya adalah lahan gambut yang memiliki keistimewaan dan keunikannya tersendiri, sumatera selatan adalah salah satu pemilik lahan gambut terbesar di indonesia setelah kalimantan dan papua, dengan</font> luasan gambut Sumsel mencapai 1,73 juta hektar dari luasan lahan basah sekitar 3 juta hektar, sementaran luas daratan Sumsel sekitar 8,7 juta hektar, Tidak ada data pasti mengenai luasan gambut di Sumsel ini merupakan berdasarkan data CIFOR (Center for International Forestry Research) dimana lahan gambut di indonesia merupakan nomor 2 terbesar setelah Brazil. 2015 pernah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang sangat besar salah satunya juga membakar lahan gambut, seperti kita ketahui bahwasanya lahan gambut memiliki beberapa lapisan sehingga apabila terjadi kebakaran sulit untuk dipadamkan karena kalau terjadi kebakaran dilapisan pertama belum bisa dipastikan lapisan berikutnya sudah padam, dari kejadian tersebut banyak sektor yang terdapak oleh kebakaran hutan rawa gambut salah satunya sektor ekonomi yang mana kebakaran tersebut merambat ke lahan milik pemerintah desa, perusahaan maupun pribadimasyarakat, Menggunakan metodologi penghitungan kerugian dan kerusakan pasca bencana, analisa Bank Dunia menunjukkan bahwa kebakaran – yang mencapai lebih dari 10.000 mil per segi - telah merugikan Indonesia sebesar $16,1 milyar pada tahun 2015, setara dengan 1,9% PDB. |
| |
| |