Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
desagambut:desa_simpang_heran [2022/10/14 06:05] – ↷ Page moved from desa_simpang_heran to desagambut:desa_simpang_heran Yusi Septriandi | desagambut:desa_simpang_heran [2023/02/02 00:26] (current) – Yusi Septriandi | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | {{tag>kebijakan}} | + | {{tag>rintisan}} |
====== Desa Simpang Heran ====== | ====== Desa Simpang Heran ====== | ||
- | Desa Simpang Heran berada di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sebelum menjadi Simpang Heran, desa ini dulu memiliki nama lain Sido Makmur. Desa Simpang Heran terdiri dari 4 dusun dengan luas wilayah 413,44 km 2 dan jumlah penduduk mencapai 2.056 jiwa. Sebagai desa transmigrasi, | + | **Desa Simpang Heran** berada di Kecamatan Air Sugihan, |
- | Sektor pertanian dan pekebunan yang menjadi tumpuan utama di desa Simpang Heran didukung juga oleh modal fisik dan modal sosial yang memadai, dimana dalam menjalankan kegiatan pertanian masyarakat sudah bisa mengakses sarana dan prasarana pertanian baik mekanis ataupun non mekanis baik dari dinas terkait maupun dari pihak swasta/ | + | Sektor |
- | {{: | + | Dahulu tutupan lahan di desa Simpang Heran di dominasi dengan tanaman karet dan persawahan, namun beberpa faktor menyebabkan masyarakat perlahan bergeser ke komoditas sawit. hal ini menyebabkan lahan persawahan menjadi lebih sempit, namun disisi lain sawit memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat dimana pasarnya sendiri lebih jelas dan menjanjikan bagi masyarakat Simpang Heran. alih fungsi lahan persawahan menjadi lahan perkebunan sawit juga didasari pada kondisi dimana masyarakat desa Simpang Heran belum bisa menanam padi dengan 2 kali tanam dalam setahun, sehingga penghasilan dari sektor pertanian dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Masyarakat sangat berharap kedepannya dapat menanam padi kembali dengan metode tanam yang lebih baik, menanam 2 kali setahun dan menjadi desa yang berketahanan pangan. |
- | + | ||
- | Dahulu tutupan lahan di desa Simpang Heran di dominasi dengan tanaman karet dan persawahan, namun beberpa faktor menyebabkan masyarakat perlahan bergeser ke komoditas sawit. hal ini menyebabkan lahan persawahan menjadi lebih sempit, namun disisi lain sawit memberikan manfaat tersendiri bagi masyarakat dimana pasarnya sendiri lebih jelas dan menjanjikan bagi masyarakat Simpang Heran. alih fungsi lahan persawahan menjadi lahan perkebunan sawit juga didasari pada kondisi dimana masyarakat desa Simpang Heran belum bisa menanam padi dengan 2 kali tanam dalam setahu, sehingga penghasilan dari sektor pertanian dirasa belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Masyarakat sangat berharap kedepannya dapat menanam padi kembali dengan metode tanam yang lebih baik, menanam 2 kali setahun dan menjadi desa yang berketahanan pangan. | + | |