Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Next revision | Previous revision | ||
ekosistem:konservasi_in_situ [2023/02/04 14:35] – created Andriansyah | ekosistem:konservasi_in_situ [2024/06/03 01:35] (current) – Sri Maliani | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | ====== Konservasi In Situ ====== | + | ====== Konservasi In situ ====== |
- | Konservasi | + | Konservasi |
+ | |||
+ | ===== Konservasi In situ ===== | ||
+ | |||
+ | Konservasi insitu merupakan konservasi tempat atau konservasi sumber daya genetik dalam populasi alami tumbuhan atau satwa, misalnya sumber daya genetik hutan dalam populasi alami spesies pohon. Hal ini merupakan proses dalam melindungi spesies tanaman atau hewan yang terancam punah di habitat aslinya, atau predator. Cara konservasi In situ adalah | ||
+ | |||
+ | ===== Karakteristik Konservasi In Situ ===== | ||
+ | |||
+ | Karakteristik | ||
+ | |||
+ | - Dilakukan di tempat aslinya langsung. | ||
+ | - Konservasi spesies liar pada habitat naturalnya yang bertujuan untuk menjaga | ||
+ | - Bersifat dinamis karena mengikutsertakan organisme alami yang ada di habitat tersebut. | ||
+ | - Kegiatan yang mementingkan proteksi spesies langka dari predator yang mengancam. | ||
+ | - Sangat cocok untuk fauna yang ditemukan melimpah. | ||
+ | - Tidak cocok jika terjadi penurunan spesies | ||
+ | - Melibatkan konservasi satwa liar dan ternak langsung. | ||
+ | - Kegiatan yang melibatkan pengelolaan, | ||
+ | - Membantu mempertahankan proses evolusi dan adaptasi yang sedang berlangsung dalam lingkungan alami spesies. | ||
+ | |||
+ | ===== Penerapan Konservasi In Situ ===== | ||
+ | |||
+ | ==== Hutan Lindung ==== | ||
+ | |||
+ | Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan menurut UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. | ||
+ | |||
+ | Fungsi utama hutan lindung yang berkaitan dengan penjagaan kondisi lingkungan dan ekosistem. Sehingga, terdapat larangan keras untuk membuka lahan untuk ladang, menebang pohon, membakar lahan, mendirikan bangunan, berburu dan aktivitas yang mengancam ekosistem lainnya. | ||
+ | |||
+ | Contoh hutan lindung yang ada di Indonesia diantaranya Alas Kethu, Sungai Wain, Hutan Lindung Wehea, Hutan Baning, Taman Raya Bung Hatta, Hutan Lindung Betung Kerihun, Hutan Lindung Langsa, Hutan Sesaot, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Taman Hutan Tumpang Pitu. | ||
+ | |||
+ | < | ||
+ | |||
+ | ==== Taman Nasional ==== | ||
+ | |||
+ | Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, | ||
+ | |||
+ | Taman nasional sendiri dapat diartikan sebagai tanah yang dilindungi, biasanya dikelola oleh pemerintah pusat dari perkembangan manusia dan polusi. Kawasan taman nasional masuk ke dalam kawasan | ||
+ | |||
+ | Contoh taman nasional di Indonesia diantaranya Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Karimunjawa, | ||
+ | |||
+ | < | ||
+ | |||
+ | ==== Suaka Margasatwa ==== | ||
+ | |||
+ | Suaka margasatwa adalah salah satu bentuk pelestarian konservasi | ||
+ | |||
+ | Contoh suaka margasatwa di Indonesia adalah Suaka Margasatwa Lore Lindu, Suaka Margasatwa Taman Nasional Way Kambas, Suaka Margasatwa Buton Utara | ||
+ | |||
+ | < | ||
+ | |||
+ | ==== Cagar Alam ==== | ||
+ | |||
+ | Cagar alam adalah kegiatan konservasi yang berfokus pada lingkungan dan biota yang ada di dalamnya. Kawasan | ||
+ | |||
+ | Contoh cagar alam di Indonesia adalah Cagar Alam Arjuno Lalijiwo, Cagar Alam Bukti Kelam Sintang, Cagar Alam Pulau Kaget. | ||
+ | |||
+ | < | ||
+ | |||
+ | ===== Referensi ===== | ||
+ | |||
+ | [[https:// | ||
+ | |||
+ | [[http:// | ||
- | Konservasi in situ dilakukan dalam bentuk kawasan suaka alam (cagar alam, suaka marga satwa), zona inti taman nasional dan hutan lindung. Tujuan konservasi in situ yaitu menjaga keutuhan dan keaslian jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya secara alami melalui proses evolusinya. Perluasan kawasan sangat dibutuhkan dalam upaya memelihara proses ekologi yang esensial, menunjang sistem penyangga kehidupan, mempertahankan keanekaragaman genetik dan menjamin pemanfaatan jenis secara lestari dan berkelanjutan. Pelestarian In situ tidak boleh diganggu flora dan faunanya karena dilindungi oleh pemerintah.\\ | ||