Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Next revision
Previous revision
masyarakat_bahari [2022/08/31 05:23] – created Arizka Mufidamasyarakat_bahari [2023/01/17 20:16] (current) – external edit 127.0.0.1
Line 1: Line 1:
 ====== Masyarakat Bahari ====== ====== Masyarakat Bahari ======
  
-Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 9,15 juta hektar dengan jumlah penduduk sekitar 8,4 juta jiwa. Sekitar 35 persen merupakan dataran rendah (//lowland//). Terdapat sembilan sungai besar, serta ratusan sungai kecil. Sembilan sungai besar; Sungai Musi, Sungai Komering, Sungai Ogan, Sungai Lematang, Sungai Lakitan, Sungai Batanghari Leko, Sungai Kelingi, Sungai Rupit, dan Sungai Rawas.  Sungai Musi merupakan sungai terpanjang, sekitar 750 kilometer yang bermuara ke Selat Bangka.+{{:img_7440.jpg?nolink&200x134}}
  
-Dengan bentang alam tersebut, masyarakat di Sumatera Selatan dikenal sebagai orang bahari. Yakni masyarakat yang hidup dengan memanfaatkan kondisi dan kekayaan alam di sungairawa gambut, dan mangrove, baik untuk kebutuhan sandang maupun pangan. Hubungan ini melahirkan sejumlah tradisi dan budaya dengan beragam pengetahuannya, seperti ritus, kuliner, obat-obatan, serta teknologi. Selama belasan abad, tradisi dan budaya tersebut menjayakan Kedatuan Sriwijaya (7-12 Masehi), Kerajaan Palembang, Kesultananan Palembang, serta  Hindia Belanda.+<sub>Foto: Masyarakat Menyeberangi Sungai Sebangau di Kalimantan Tengah (Arizka Mufida2018)</sub>
  
-Ikan merupakan kekayaan alam yang melimpah di wilayah lowland. Saat ini tercatat sekitar 620 jenis ikanMelimpahnya ikanmembuat masyarakat di Sumatera Selatan menjadikannya sebagai sumber utama panganSebagai bahan utama pangankeberadaan ikan melahirkan sejumlah pengetahuan dan teknologi alat penangkapan ikanserta kuliner.+Sumatera Selatan yang luasnya sekitar 9,15 juta hektar dengan jumlah penduduk sekitar 8,4 juta jiwaSekitar 35 persen merupakan dataran rendah (//lowland//). Terdapat sembilan sungai besarserta ratusan sungai kecilSembilan sungai besar; Sungai Musi, Sungai Komering, Sungai Ogan, Sungai Lematang, Sungai Lakitan, Sungai Batanghari Leko, Sungai Kelingi, Sungai Rupit, dan Sungai Rawas. Sungai Musi merupakan sungai terpanjangsekitar 750 kilometer yang bermuara ke Selat Bangka.
  
-Alat penangkapan ikan itu seperti pancing, bubu, tangkul, tajur, jaring, empang, dan lainnya. Sementara kuliner mulai dari ikan asap (ikan sale), pekasem, pindang ikan, lenjeran (pempek), ikan asin (balur), dan banyak lainnya. Jenis ikan yang banyak dikonsumsi dan dimanfaatkan misalnya ikan lais, baung, gabus, tapa, dan lainnya.+Dengan bentang alam tersebut, masyarakat di Sumatera Selatan dikenal sebagai orang bahari. Yakni masyarakat yang hidup dengan memanfaatkan kondisi dan kekayaan alam di sungai, rawa gambut, dan mangrove, baik untuk kebutuhan sandang maupun pangan. Hubungan ini melahirkan sejumlah tradisi dan budaya dengan beragam pengetahuannya, seperti ritus, kuliner, obat-obatan, serta teknologi. Selama belasan abad, tradisi dan budaya tersebut menjayakan Kedatuan Sriwijaya (7-12 Masehi), Kerajaan Palembang, Kesultananan Palembang, serta Hindia Belanda. 
 + 
 +Ikan merupakan kekayaan alam yang melimpah di wilayah lowland. Saat ini tercatat sekitar 620 jenis ikan. Melimpahnya ikan, membuat masyarakat di Sumatera Selatan menjadikannya sebagai sumber utama pangan. Sebagai bahan utama pangan, keberadaan ikan melahirkan sejumlah pengetahuan dan teknologi alat penangkapan ikan, serta [[:budaya:kuliner_ikan|kuliner]]. 
 + 
 +Alat [[:penangkapan_ikan|penangkapan ikan]] itu seperti pancing, bubu, tangkul, tajur, jaring, empang, dan lainnya. Sementara kuliner mulai dari ikan asap (ikan sale), pekasem, pindang ikan, lenjeran (pempek), ikan asin (balur), dan banyak lainnya. Jenis ikan yang banyak dikonsumsi dan dimanfaatkan misalnya ikan lais, baung, gabus, tapa, dan lainnya. 
 + 
 +{{tag>rintisan}}
  
  
  • masyarakat_bahari.1661923380.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:53
  • (external edit)