Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
masyarakat_bahari [2022/08/31 08:44] – Arizka Mufida | masyarakat_bahari [2023/01/17 20:16] (current) – external edit 127.0.0.1 | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | {{tag> | ||
- | |||
====== Masyarakat Bahari ====== | ====== Masyarakat Bahari ====== | ||
- | {{: | + | {{: |
< | < | ||
Line 11: | Line 9: | ||
Dengan bentang alam tersebut, masyarakat di Sumatera Selatan dikenal sebagai orang bahari. Yakni masyarakat yang hidup dengan memanfaatkan kondisi dan kekayaan alam di sungai, rawa gambut, dan mangrove, baik untuk kebutuhan sandang maupun pangan. Hubungan ini melahirkan sejumlah tradisi dan budaya dengan beragam pengetahuannya, | Dengan bentang alam tersebut, masyarakat di Sumatera Selatan dikenal sebagai orang bahari. Yakni masyarakat yang hidup dengan memanfaatkan kondisi dan kekayaan alam di sungai, rawa gambut, dan mangrove, baik untuk kebutuhan sandang maupun pangan. Hubungan ini melahirkan sejumlah tradisi dan budaya dengan beragam pengetahuannya, | ||
- | Ikan merupakan kekayaan alam yang melimpah di wilayah lowland. Saat ini tercatat sekitar 620 jenis ikan. Melimpahnya ikan, membuat masyarakat di Sumatera Selatan menjadikannya sebagai sumber utama pangan. Sebagai bahan utama pangan, keberadaan ikan melahirkan sejumlah pengetahuan dan teknologi alat penangkapan ikan, serta [[: | + | Ikan merupakan kekayaan alam yang melimpah di wilayah lowland. Saat ini tercatat sekitar 620 jenis ikan. Melimpahnya ikan, membuat masyarakat di Sumatera Selatan menjadikannya sebagai sumber utama pangan. Sebagai bahan utama pangan, keberadaan ikan melahirkan sejumlah pengetahuan dan teknologi alat penangkapan ikan, serta [[:budaya: |
Alat [[: | Alat [[: | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||