Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
satwa:populasi_kerbau_pampangan [2022/10/20 08:59] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | satwa:populasi_kerbau_pampangan [2023/02/04 11:31] (current) – Yusi Septriandi | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | ====== Populasi Kerbau Pampangan ====== | ||
+ | |||
+ | Kerbau Pampangan merupakan ternak khas yang hidup diwilayah Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Keistimewaan Kerbau Pampangandinyatakan sebagai rumpun lokal asli Indonesia oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2013. Salah satu hal yang berbeda dengan kerbau di daerah lain adalah kemampuannya berenang dan menyelam dilahan pasang surut di Kecamatan Pampangan. Hal itu merupakan bentuk perilaku adaptasi Kerbau Pampangan terhadap lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup Kerbau Pampangan didominasi oleh lahan pasang surut berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup dan berkembang biak. Setiap tahun ada waktu saat lahan daratan tergenang air bahkan pada beberapa tempat kedalaman udara bisa mencapai 2 hingga 5 meter. Pada kondisi seperti itu Kerbau Pampangan bisa berenang dan menyelam untuk mengkonsumsi hijauan rawa yang menjadi pakan alami mereka. Menurut data statistik ternak tahun 2020, populasi kerbau di Sumatera Selatan mencapai 29 ribu ekor lebih dan sekitar 5 ribu ekor diantaranya adalah Kerbau Pampangan. Sayangnya, sistem budidaya yang masih tradisional, | ||
+ | |||
+ | ===== Cara unik membersihkan kandang kerbau di Pampangan ===== | ||
+ | |||
+ | Kerbau pampangan memiliki ciri khas yang berbeda dari jenis kerbau lainnya, Salah satu yang menjadi ciri khas nya adalah cara membersihkan kandang kerbau. mengapa dikatakan demikian? Karena cara pembersihan nya lebih sederhana dan kotorannya dapat menjadi pupuk alami bagi rawa pasang surut.Pada pagi hari, kerbau dikeluarkan dari kandang dimana kotoran nya akan ditaruh pada punggung kerbau itu sendiri. Sebagian besar kotoran akan tumpah di rawa saat kerbau berendam, lalu kotoran tersebut menjadi pupuk alami bagi tanaman yang ada di rawa. sedangkan sebagian kecil dari kotoran akan ditinggalkan untuk di manfaatkan menjadi bahan bakar. Perilaku unik selanjutnya dari kerbau pampangan memiliki insting yang tajam saat mencari makanan sehingga peternak tidak perlu mengawasi. Tidak hanya itu, kerbau juga tidak perlu digiring balik ke kandang karena memiliki kemampuan mengingat yang baik, daripada hewan lainnya. Kerbau pun bisa tau siapa sih pemiliknya. Maka dari itu, keunikan kerbau di wilayah pampangan ini menjadi ciri khas karena berbeda dengan wilayah lainnya. Seperti, Rambutan, Muara Rupit (Musi Rawas Utara), dan Tanjung Senai. | ||
+ | |||
+ | ===== Keistimewaan Kerbau Pampangan ===== | ||
+ | |||
+ | Kerbau pampangan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh jenis kerbau lainnya, apakah itu? Keistimewaan nya terbagi menjadi dua, yang pertama dari segi kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya, | ||
+ | ** <font 11pt/ | ||
+ | |||
+ | 1. | ||
+ | < | ||
+ | |||
+ | 2. Ditjenbun. 2012. Definisi lahan gambut dari ketidakjelasan menjadi jelas. Lokakarya Lahan Gambut[[https:// | ||
+ | |||
+ | ===== Pakan Alami Kerbau Pampangan ===== | ||
+ | |||
+ | Kerbau Pampangan dipelihara secara tradisional dengan mengandalkan pakan yang tersedia di padang penggembalaan alami di Kecamatan Pampangan. Dengan melihat pola air rawa, maka pada areal hijauan rawa yang penuh genangan air pada musim hujan (Nopember-April), | ||
+ | |||
+ | Sejalan dengan perkembangan lahan, areal penggembalaan Kerbau Pampangan semakin menyempit, karena lahan-lahan yang tadinya terbuka mulai dibatasi dengan kanal atau pagar karena mulai ditanami tanaman industri seperti sawit. Akibatnya peternak Kerbau Pampangan harus mulai memikirkan solusi terhadap berkurangnya areal penggembalaan yang ada. Jika dibiarkan lama-kelamaan potensi konflik terkait lahan penggembalaan Kerbau Pampangan akan semakin membesar. | ||
+ | |||
+ | Daftar Pustaka\\ | ||
+ | 1. Ali, A.I.M, Sofia. S, Muhakka, Riswandi. 2012. Kualitas Hijauan Pakan di Rawa Lebak Padang Penggembalaan Kerbau Pampangan. Prosiding InSINas.\\ | ||
+ | 2. Jaelani, A. dan Susilawati, A. I., 2019. Pengolahan Pakan Hijauan Rawa. Monograf. Universitas Islam | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||
+ | |||