Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision |
satwa:populasi_kerbau_pampangan [2022/10/20 08:59] – ↷ Page moved and renamed from kerbau_pampangan to satwa:populasi_kerbau_pampangan Yusi Septriandi | satwa:populasi_kerbau_pampangan [2023/02/04 11:31] (current) – Yusi Septriandi |
---|
====== Populasi Kerbau Pampangan ====== | ====== Populasi Kerbau Pampangan ====== |
| |
__Kerbau Pampangan__ merupakan ternak khas yang hidup diwilayah Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. __Keistimewaan Kerbau Pampangan__dinyatakan sebagai rumpun lokal asli Indonesia oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2013. Salah satu hal yang berbeda dengan kerbau di daerah lain adalah kemampuannya berenang dan menyelam dilahan pasang surut di Kecamatan Pampangan. Hal itu merupakan bentuk perilaku adaptasi Kerbau Pampangan terhadap lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup Kerbau Pampangan didominasi oleh lahan pasang surut berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup dan berkembang biak. Setiap tahun ada waktu saat lahan daratan tergenang air bahkan pada beberapa tempat kedalaman udara bisa mencapai 2 hingga 5 meter. Pada kondisi seperti itu Kerbau Pampangan bisa berenang dan menyelam untuk mengkonsumsi hijauan rawa yang menjadi pakan alami mereka. Menurut data statistik ternak tahun 2020, populasi kerbau di Sumatera Selatan mencapai 29 ribu ekor lebih dan sekitar 5 ribu ekor diantaranya adalah Kerbau Pampangan. Sayangnya, sistem budidaya yang masih tradisional, terjadinya perkawinan sedarah, berkurangnya lahan penggembalaan serta rendahnya adopsi inovasi dan teknologi menjadi penyebab penurunan populasi Kerbau secara nyata. Berdasarkan data BPS Kabupaten OKI memperoleh data populasi Kerbau di Kecamatan Pampangan pada tahun 2017 adalah 5.418 ekor dan ditambah lagi tetapi berdasarkan kondisi terkini dapat dipercaya bahwa jauh menurun dari angka tersebut. Hal tersebut diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah penggembalaan Kerbau Pampangan yang mengakibatkan kerbau mengalami kesulitan mendapatkan pakan sehingga banyak peternak yang terpaksa membunuh kerbaunya dan sebagian lagi tewas karena kurang makan (Abrar, 2021) Pada tahun 2022, dilakukan survei populasi Kerbau Pampangan di 7 Desa di Kecamatan Pampangan yang memiliki Kerbau Pampangan, diperoleh populasi Kerbau Pampangan tinggal sekitar 1.300 ekor dan hasil populasi dengan kondisi reproduksi yang ada, populasi tersebut hanya akan bertambah 3 – 4 ekor saja per tahun. Hal ini tentu membutuhkan perhatian yang serius dari semua pihak mengingat Kerbau Pampangan adalah ikon dari Sumatera Selatan. | Kerbau Pampangan merupakan ternak khas yang hidup diwilayah Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Keistimewaan Kerbau Pampangandinyatakan sebagai rumpun lokal asli Indonesia oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2013. Salah satu hal yang berbeda dengan kerbau di daerah lain adalah kemampuannya berenang dan menyelam dilahan pasang surut di Kecamatan Pampangan. Hal itu merupakan bentuk perilaku adaptasi Kerbau Pampangan terhadap lingkungan hidupnya. Lingkungan hidup Kerbau Pampangan didominasi oleh lahan pasang surut berbagai jenis tumbuhan dan hewan hidup dan berkembang biak. Setiap tahun ada waktu saat lahan daratan tergenang air bahkan pada beberapa tempat kedalaman udara bisa mencapai 2 hingga 5 meter. Pada kondisi seperti itu Kerbau Pampangan bisa berenang dan menyelam untuk mengkonsumsi hijauan rawa yang menjadi pakan alami mereka. Menurut data statistik ternak tahun 2020, populasi kerbau di Sumatera Selatan mencapai 29 ribu ekor lebih dan sekitar 5 ribu ekor diantaranya adalah Kerbau Pampangan. Sayangnya, sistem budidaya yang masih tradisional, terjadinya perkawinan sedarah, berkurangnya lahan penggembalaan serta rendahnya adopsi inovasi dan teknologi menjadi penyebab penurunan populasi Kerbau secara nyata. Berdasarkan data BPS Kabupaten OKI memperoleh data populasi Kerbau di Kecamatan Pampangan pada tahun 2017 adalah 5.418 ekor dan ditambah lagi tetapi berdasarkan kondisi terkini dapat dipercaya bahwa jauh menurun dari angka tersebut. Hal tersebut diperparah dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwilayah penggembalaan Kerbau Pampangan yang mengakibatkan kerbau mengalami kesulitan mendapatkan pakan sehingga banyak peternak yang terpaksa membunuh kerbaunya dan sebagian lagi tewas karena kurang makan (Abrar, 2021) Pada tahun 2022, dilakukan survei populasi Kerbau Pampangan di 7 Desa di Kecamatan Pampangan yang memiliki Kerbau Pampangan, diperoleh populasi Kerbau Pampangan tinggal sekitar 1.300 ekor dan hasil populasi dengan kondisi reproduksi yang ada, populasi tersebut hanya akan bertambah 3 – 4 ekor saja per tahun. Hal ini tentu membutuhkan perhatian yang serius dari semua pihak mengingat Kerbau Pampangan adalah ikon dari Sumatera Selatan. |
===== Cara unik membersihkan kandang kerbau di Pampangan ===== | ===== Cara unik membersihkan kandang kerbau di Pampangan ===== |
| |
1. Ali, A.I.M, Sofia. S, Muhakka, Riswandi. 2012. Kualitas Hijauan Pakan di Rawa Lebak Padang Penggembalaan Kerbau Pampangan. Prosiding InSINas.\\ | 1. Ali, A.I.M, Sofia. S, Muhakka, Riswandi. 2012. Kualitas Hijauan Pakan di Rawa Lebak Padang Penggembalaan Kerbau Pampangan. Prosiding InSINas.\\ |
2. Jaelani, A. dan Susilawati, A. I., 2019. Pengolahan Pakan Hijauan Rawa. Monograf. Universitas Islam | 2. Jaelani, A. dan Susilawati, A. I., 2019. Pengolahan Pakan Hijauan Rawa. Monograf. Universitas Islam |
| |
| {{tag>rintisan}} |
| |
| |