sosialekonomi:gaharu_lumpur

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
sosialekonomi:gaharu_lumpur [2022/10/14 08:18] Yusi Septriandisosialekonomi:gaharu_lumpur [2023/02/04 10:48] (current) Yusi Septriandi
Line 11: Line 11:
 Metode yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dalam mencari gaharu lumpur hingga mengolahnya masih sangat tradisional. Mereka menggunakan sebuah "tas punggung" yang terbuat dari pelepah sagu untuk mengangkut bongkahan gaharu lumpur dalam keadaan basah dan sangat berat. Kayu gaharu yang diperoleh dapat berukuran satu rangkulan kedua lengan orang dewasa. Setelah kayu gaharu diperoleh, mereka membawa ke kampung untuk mengolah bongkahan gaharu. Mereka membersihkan bongkahan dan menjemurnya. Setelah kering, bongkahan kayu dipecah-pecah menggunakan alat dari besi untuk memisahkan bagian-bagian kayu berdasarkan kualitasnya. Kualitas paling baik umumnya berada di tengah dan berwarna hitam. Nilai ekonomi dari bagian-bagian bongkahan tersebut dapat mencapai jutaan rupiah. Metode yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dalam mencari gaharu lumpur hingga mengolahnya masih sangat tradisional. Mereka menggunakan sebuah "tas punggung" yang terbuat dari pelepah sagu untuk mengangkut bongkahan gaharu lumpur dalam keadaan basah dan sangat berat. Kayu gaharu yang diperoleh dapat berukuran satu rangkulan kedua lengan orang dewasa. Setelah kayu gaharu diperoleh, mereka membawa ke kampung untuk mengolah bongkahan gaharu. Mereka membersihkan bongkahan dan menjemurnya. Setelah kering, bongkahan kayu dipecah-pecah menggunakan alat dari besi untuk memisahkan bagian-bagian kayu berdasarkan kualitasnya. Kualitas paling baik umumnya berada di tengah dan berwarna hitam. Nilai ekonomi dari bagian-bagian bongkahan tersebut dapat mencapai jutaan rupiah.
  
-===== Sumber=====+===== Sumber =====
  
 [[http://www.itto.int/files/user/cites/meetings/INDONESIA Didik Purwito.pdf|1: Purwito D. 2015. Making NDF of Agarwood Indonesia. http://www.itto.int/files/user/cites/meetings/INDONESIA%20Didik%20Purwito.pdf]] [[http://www.itto.int/files/user/cites/meetings/INDONESIA Didik Purwito.pdf|1: Purwito D. 2015. Making NDF of Agarwood Indonesia. http://www.itto.int/files/user/cites/meetings/INDONESIA%20Didik%20Purwito.pdf]]
Line 18: Line 18:
 3: [[http://ksdae.menlhk.go.id/info/3424/harum-emas-dari-dalam-lumpur-asmat.html|Balai Besar KSDA Papua]] 3: [[http://ksdae.menlhk.go.id/info/3424/harum-emas-dari-dalam-lumpur-asmat.html|Balai Besar KSDA Papua]]
  
-{{tag>sosialekonomi tumbuhan}}+{{tag>rintisan}}
  
  
  • sosialekonomi/gaharu_lumpur.1665735531.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:52
  • (external edit)