Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
sosialekonomi:hasil_hutan_bukan_kayu [2022/10/20 08:32] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | sosialekonomi:hasil_hutan_bukan_kayu [2023/04/14 10:43] (current) – Sri Maliani | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | ====== Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ====== | ||
+ | |||
+ | Hasil hutan bukan kayu (HHBK) menurut Permenhut No. 35 Tahun 2007 merupakan hasil hutan baik berupa hewani maupun nabati beserta produk turunannya kecuali kayu yang tumbuh dan berkembang di dalam kawasan hutan. Dalam UU No. 41 Tahun 1999, hasil hutan bukan kayu terdiri dari lingkungan hayati yang berasal dari flora dan fauna. Selain itu juga termasuk jasa lingkungan. HHBK dapat meliputi: (1) benda hayati (nabati dan hewani), (2) non hayati ([[: | ||
+ | |||
+ | Jenis produk HHBK dapat digolongkan menjadi dua, yaitu //goods product //dan //services product.// //Goods //// | ||
+ | |||
+ | Pengolahan HHBK terbagi menjadi tiga jenis, yaitu mekanis, termis, dan kimia. Pengolahan mekanis dilakukan dengan cara pemotongan, penggilingan, | ||
+ | |||
+ | ===== Keunggulan HHBK dibandingkan HHK ===== | ||
+ | |||
+ | Adapun keunggulan HHBK dibandingkan HHK antara lain: | ||
+ | |||
+ | - Tidak menimbulkan kerusakan dan tidak menghilangkan fungsi asli hutan. | ||
+ | - Beberapa komoditi HHBK memiliki nilai ekonomi yang besar per volume, misalnya gaharu. | ||
+ | - Pemanfaatan HHBK dapat dilakukan secara lebih merata oleh masyarakat karena tidak memerlukan modal yang besar | ||
+ | - Teknologi yang digunakan lebih sederhana dan terjangkau | ||
+ | |||
+ | ===== Pemanfaatan HHBK ===== | ||
+ | |||
+ | Hasil hutan bukan kayu dapat dimanfaatkan oleh pemegang Izin Usaha Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu (IUPHHBK). Pada hutan alam dan hutan tanaman, pemegang IUPHHBK dapat berupa perseorangan, | ||
+ | |||
+ | HHBK menjadi salah satu komponen penting dalam menyokong perekonomian masyarakat. Masyarakat menjadikan sektor HHBK sebagai penghasilan sampingan bahkan sebagai sumber pendapatan utama< | ||
+ | |||
+ | ===== HHBK dalam Hutan Gambut ===== | ||
+ | |||
+ | Kerusakan hutan gambut akibat pembukaan lahan dan pemungutan kayu merupakan masalah yang harus diperhatikan. Pemanfaatan HHBK dalam kawasan hutan gambut merupakan sebuah solusi dalam memberikan keuntungan secara ekonomis dan ekologis bagi masyarakat sekitar [[: | ||
+ | |||
+ | Pemanfaatan HHBK dalam hutan gambut dapat bervariasi yang disesuaikan dengan karakteristik lingkungan dan vegetasi pada wilayah setempat. Sebagai contoh pada hutan rawa gambut di Tanjung Jabung Barat, Jambi, jenis-jenis HHBK hutan gambut yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan antara lain< | ||
+ | |||
+ | - Jelutung rawa (//Dyera polyphylla// | ||
+ | - Gaharu dan gaharu buaya (Famili Thymeleaceae) — getah resin | ||
+ | - Gemor (// | ||
+ | - Sundi (//Payena leerii//) — getah perca, buah | ||
+ | - Asam kandis (//Garcinia parvifolia// | ||
+ | |||
+ | ==== Jenis-jenis Hasil dari HHBK ==== | ||
+ | |||
+ | Jenis-jenis hasil hutan bukan kayu yang non komersil biasanya diambil secara langsung di hutan untuk konsumsi keluarga. Terdapat juga beberapa jenis yang dibudidayakan oleh masyarakat. Hasil hutan bukan kayu jenis-jenisnya adalah sebagai berikut: | ||
+ | |||
+ | 1. buah-buahan | ||
+ | |||
+ | Terdapat banyak jenis buah-buahan hutan yang dikonsumsi oleh masyarakat di kawasan hutan, baik yang musiman maupun yang berbuah sepanjang tahunnya. Buah-buahan ini merupakan sumber makanan penting bagi masyarakat. sehingga sangat dinanti-nantikan oleh mereka. Musim buah adalah musim “berpesta” karena makanan berlimpah, sehingga pada zaman dahulu ada ritual yang dilakukan untuk menyambut musim buah dan saat musim buah. Ritual ini masih dipertahankan oleh kelompok masyarakat yang tinggal jauh di dalam kawasan. | ||
+ | |||
+ | Beberapa jenis buah yang ada di kawasan dan biasa dikonsumsi oleh masyarakat adalah cempedak, siuh, dekat, rambutan hutan, gitan, buntor, siabuk, kuduk kuya/kuduk biawak, tayoy, pedaro, salak hutan, nadai/ | ||
+ | |||
+ | 2. Madu | ||
+ | |||
+ | Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang penting bagi masyarakat. Lebah dalam bahsa rimba disebut dengan sialang sehingga pohon tempat lebah bersarang disebut dengan pohon sialang. Ada beberapa jenis pohon sialang yaitu kempas, kedodong dan keruing. Jenis yang paling banyak dihinggapi lebah adalah kedondong sehingga anakan kedondong biasanya tidak ditebang agar dapat tumbuh besar dan dijadikan tempat bersarang lebah. | ||
+ | |||
+ | 3. Tumbuhan obat-obatan | ||
+ | |||
+ | Tanaman obat-obatan tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia khususnya di daerah terpencil masyarakat sering memanfaatakn tanaman obat sebagai bahan obata alami untuk menyembukan berbagai penyakit. | ||
+ | |||
+ | 4. Hewan | ||
+ | |||
+ | ---- | ||
+ | |||
+ | ===== Referensi ===== | ||
+ | |||
+ | - Pohan, RM, Purwoko, A, Martial, T. 2014. Kontribusi hasil hutan bukan kayu dari hutan produksi terbatas bagi pendapatan rumah tangga masyarakat. Peronema Forestry Science Journal. 3(2). | ||
+ | - [[https:// | ||
+ | - [[https:// | ||
+ | - [[http:// | ||
+ | {{tag> | ||
+ | |||