Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
sosialekonomi:intip_mata_pencaharian_masyarakat_di_lahan_rawa_gambut [2022/10/25 03:30] – removed - external edit (Unknown date) 127.0.0.1 | sosialekonomi:intip_mata_pencaharian_masyarakat_di_lahan_rawa_gambut [2023/02/04 10:46] (current) – Yusi Septriandi | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
+ | ====== Intip Mata Pencaharian Masyarakat di Lahan Rawa Gambut ====== | ||
+ | |||
+ | {{: | ||
+ | |||
+ | Provinsi Sumatera selatan merupakan salah satu wilayah di negara Indonesia yang memiliki lahan gambut cukup luas, yaitu 1,73 juta Ha. Wilayah ini merupakan tempat bermukimnya sebagian kecil masyarakat Sumatera Selatan. Salah satu daerah gambut yang dihuni oleh masyarakat Sumatera Selatan yaitu di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Mayoritas masyarakat di daerah Ogan Komering Ilir menyambung hidup dengan bertani dan beternak. Terbentuknya kelompok tani dan kelompok ternak merupakan bukti dari pemanfaatan sumber daya alam yang mereka miliki secara maksimal. | ||
+ | |||
+ | Masyarakat yang bermukim di wilayah gambut biasa membagi mata pencarian mereka sesuai musim. Pada saat musim kemarau atau kedaan di perairan gambut sedang surut maka masyarakat akan bertani, biasa wilayah yang tidak tergenang akan ditanami padi. Adapaun pada saat lahan gambut tergenang maka peternak memanfaatkan moment ini untuk menggembalakan ternak. Hewan yang paling banyak di ternakkan adalah kerbau rawa dan sapi. | ||
+ | |||
+ | Ternak kerbau rawa menjadi ciri khas di daerah Ogan Komering Ilir. Hasil yang dimanfaatkan adalah susu dan daging. Adapun susu kerbau rawa diolah oleh masyarakat menjadi gulopuan, sagon puan, dan jelly. Produk olahan tersebut dipasarkan ke Ibu Kota Sumatera Selatan. Fakta menarik dari produk olahan susu kerbau rawa ini yaitu salah satu makanan yang berasal dari jaman kerjaan sriwijaya. Tetap adanya aktifitas oleh kelompok ternak dalam memproduksi beberapa olahan tersebut, maka secara tidak langsung kita telah melestarikan budaya kerajaan sriwijaya. | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||
+ | |||