Differences
This shows you the differences between two versions of the page.
Both sides previous revision Previous revision Next revision | Previous revision | ||
tumbuhan:karet [2023/02/03 15:08] – Andrea Akbar | tumbuhan:karet [2023/07/29 03:38] (current) – Andrea Akbar | ||
---|---|---|---|
Line 1: | Line 1: | ||
- | {{tag> | ||
- | |||
====== Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) ====== | ====== Tanaman Karet (Hevea brasiliensis) ====== | ||
- | Tanaman Karet(// | + | < |
+ | |||
+ | Tanaman Karet(// | ||
Umur ekonomis dari tanaman ini bisa mencapai 30 tahun. Tanaman karet memiliki nama latin yaitu// Hevea brasiliensis// | Umur ekonomis dari tanaman ini bisa mencapai 30 tahun. Tanaman karet memiliki nama latin yaitu// Hevea brasiliensis// | ||
Line 14: | Line 14: | ||
Sumber :Oktavia et al., 2018 | Sumber :Oktavia et al., 2018 | ||
- | ===== Pemupukan | + | ===== Sejarah Karet di Indonesia |
+ | |||
+ | < | ||
+ | |||
+ | Henry Wickham menjadi salah satu pelopor perkembangan karet di Asia Tenggara yang mendapat tugas dari Kebun Raya Kew, London untuk mengumpulkan biji-biji karet dari Brazil. Pada tahun 1876, Wickham mengunjungi Taploz di daerah aliran sunga(DAS) Amazon. Daerah dengan ketinggian 100 mdpl inilah tempat dimana Wickham mengumpulkan biji-biji karet yang merupakan cikal bakal berkembangnya tanaman karet di Indonesia. Biji-biji karet tersebut sebagian disemaikan di Kew Gardens dan sebagian lagi dikembangkan di India dan kebun Raya Parader, Srilanka. pada tahap selanjutnya pengembangan diteruskan dengan menyemai biji karet di kebun Raya Penang, Malaysia dan di Singapura. Di Indonesia sendiri biji karet pertama kali di semaikan di Kebun Raya Bogor. pada tahapan ini baru dilakukan uji coba untuk melihat daya tumbuh dari biji karet di berbagai lokasi. | ||
+ | |||
+ | Berkembangnya perkebunan karet di Asia adalah respon dari pesatnya industrialisasi di Eropa yang membutuhkan bahan baku karet. Pada tahun 1905 The North Borneo Trading Company menjual biji-biji karet untuk perusahaan perkebunan lain. Dalam waktu 2 tahun 11.000 bibit karet telah dibeli oleh perkebunan di negara-negara lain. | ||
+ | |||
+ | Sejarah karet di Indonesia mencapai puncaknya pada periode sebelum Perang Dunia II hingga tahun 1956. pada masa itu Indonesia dikenal menjadi negara penghasil karet alam terbesar di dunia. waktu itu sampai terkenal ucapan rubber is 'de kurk waarop wij dirjven', | ||
+ | |||
+ | Sumber : Tim Penulis Penebar Swadaya, 2008 | ||
+ | |||
+ | ==== Penyakit ==== | ||
+ | |||
+ | Salah satu wabah terbesar yang terjadi pada perkebunan karet sekarang adalah penyakit gugur daun Pestalotiopsis. Penyakit ini mulai terdeteksi pada akhir tahun 2017 dan sampai sekarang masih terus diteliti. Intensitas serangan GDK Pestalotiopsis sp. sejak 2017 hingga 2019 mengalami peningkatan dengan nilai kehilangan produksi hingga 25% (Febbiyanti & Fairuza, 2020). | ||
+ | |||
+ | {{youtube> | ||
+ | |||
+ | Sumber : Karet TV-Pusat Penelitian Karet | ||
+ | |||
+ | === Pemupukan | ||
Berikut adalah rekomendasi pemupukan umum pada masa Tanaman Belum Menghasilkan(TBM) | Berikut adalah rekomendasi pemupukan umum pada masa Tanaman Belum Menghasilkan(TBM) | ||
Line 33: | Line 53: | ||
|16-25 tahun|300|190|250|75|2 kali/th| | |16-25 tahun|300|190|250|75|2 kali/th| | ||
|>25 tahun s.d T-2|200|-|200|-|2 kali/th| | |>25 tahun s.d T-2|200|-|200|-|2 kali/th| | ||
+ | |||
+ | Sumber : Hidayati, et al., 2018 | ||
===== Daftar Pustaka ===== | ===== Daftar Pustaka ===== | ||
- | Oktavia, F, Sigit I., Mudji L. 2018. Saptabina Usahatani Karet Rakyat. Pusat Penelitian Karet. | + | Febbiyanti, TR & Fairuza, Z. (2020). Identifikasi penyebab kejadian luar biasa penyakit gugur daun karet di Indonesia. Jurnal Penelitian Karet, 2019, 37 (2) : 193 -206 Indonesian J. Nat. Rubb. Res. 2019, 37 (2) : 193 -206 Doi [[https:// |
+ | |||
+ | Hiyadati, Umi. Charlos T. S., Thomas W. 2018 Pemupukan. Pembangunan Kebun Entres. Saptabina Usahatani Karet Rakyat. Pusat Penelitian Karet | ||
+ | |||
+ | Oktavia, F, Sigit I., Mudji L. 2018. Pembangunan Kebun Entres. Saptabina Usahatani Karet Rakyat. Pusat Penelitian Karet | ||
+ | |||
+ | Tim PS. 2008. Panduan Lengkap Karet. Jakarta. Penebar Swadaya | ||
+ | |||
+ | {{tag> | ||