desagambut:desa_ujung_tanjung

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
desagambut:desa_ujung_tanjung [2023/01/17 20:16] – external edit 127.0.0.1desagambut:desa_ujung_tanjung [2023/02/02 00:54] (current) Yusi Septriandi
Line 3: Line 3:
 ====== Desa Ujung Tanjung ====== ====== Desa Ujung Tanjung ======
  
-Desa Ujung Tanjung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Desa Ujung Tanjung memiliki luas wilayah 114.56 KM<sup>2</sup>  . Desa ini terdiri dari tujuh dusun dan tercatat pada tahun 2020 memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.388 jiwa. Masyarakat di Desa Ujung Tanjung mengandalkan sumber penghidupan yang cukup beragam, mulai dari sumber penghidupan berbasis lahan seperti berkebun [[:tumbuhan:karet|]], menangkap ikan, berternak walet, buruh tani sawit sampai sumber penghidupan berbasis non-lahan seperti berdagang, PNS, dan menjadi buruh bangunan.+**Desa Ujung Tanjung** merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Desa Ujung Tanjung memiliki luas wilayah 114.56 KM<sup>2</sup>  . Desa ini terdiri dari tujuh dusun dan tercatat pada tahun 2020 memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.388 jiwa. Masyarakat di Desa Ujung Tanjung mengandalkan sumber penghidupan yang cukup beragam, mulai dari sumber penghidupan berbasis lahan seperti berkebun [[:tumbuhan:karet|]], menangkap ikan, berternak walet, buruh tani sawit sampai sumber penghidupan berbasis non-lahan seperti berdagang, PNS, dan menjadi buruh bangunan.
  
 Sebagai salah satu desa yang berada di dalam [[:ekosistem:kesatuan_hidrologis_gambut|Kesatuan Hidrologis Gambut ]](KHG), Desa Ujung Tanjung memiliki karakteristik biofisik tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah bergambut. Adapun untuk [[:ekosistem:tanah_mineral|tanah mineral]] lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikelola menjadi perkebunan karet. Sistem usaha tani karet [[:monokultur|]] menjadi sumber penghidupan prioritas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Desa Ujung Tanjung. Luas perkebunan karet milik masyarakat mencapai luasan 3.182,75 ha yang diusahakan di lahan mineral. Sementara untuk lahan gambut masih belum banyak dikelola karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola [[:ekosistem:lahan_gambut|lahan gambut]]. Sebelum memulai penanaman bibit karet, masyarakat akan mengawalinya dengan melakukan penyiapan lahan. Penyiapan lahan dilakukan dengan cara menebas dan membuat pagar. Sedangkan untuk teknik membakar yang pada awalnya banyak diterapkan oleh masyarakat, sudah tidak pernah dilakukan kembali sejak tahun 2015. Penyadapan getah dilakukan setiap hari, yakni pada waktu pagi. [[:ekosistem:hama|Hama]] pada tanaman karet yang banyak ditemui di Desa Ujung Tanjung adalah babi. Masyarakat biasanya menangani permasalahan hama babi ini dengan cara tradisional, seperti memburu atau memasang perangkap. Sebagai salah satu desa yang berada di dalam [[:ekosistem:kesatuan_hidrologis_gambut|Kesatuan Hidrologis Gambut ]](KHG), Desa Ujung Tanjung memiliki karakteristik biofisik tanah yang sebagian besar terdiri dari tanah bergambut. Adapun untuk [[:ekosistem:tanah_mineral|tanah mineral]] lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikelola menjadi perkebunan karet. Sistem usaha tani karet [[:monokultur|]] menjadi sumber penghidupan prioritas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Desa Ujung Tanjung. Luas perkebunan karet milik masyarakat mencapai luasan 3.182,75 ha yang diusahakan di lahan mineral. Sementara untuk lahan gambut masih belum banyak dikelola karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola [[:ekosistem:lahan_gambut|lahan gambut]]. Sebelum memulai penanaman bibit karet, masyarakat akan mengawalinya dengan melakukan penyiapan lahan. Penyiapan lahan dilakukan dengan cara menebas dan membuat pagar. Sedangkan untuk teknik membakar yang pada awalnya banyak diterapkan oleh masyarakat, sudah tidak pernah dilakukan kembali sejak tahun 2015. Penyadapan getah dilakukan setiap hari, yakni pada waktu pagi. [[:ekosistem:hama|Hama]] pada tanaman karet yang banyak ditemui di Desa Ujung Tanjung adalah babi. Masyarakat biasanya menangani permasalahan hama babi ini dengan cara tradisional, seperti memburu atau memasang perangkap.
  • desagambut/desa_ujung_tanjung.1673986602.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 20:16
  • by 127.0.0.1