sosialekonomi:hasil_olahan_masyarakat_gambut

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
sosialekonomi:hasil_olahan_masyarakat_gambut [2022/10/20 08:32] – ↷ Page moved from hasil_olahan_masyarakat_gambut to sosialekonomi:hasil_olahan_masyarakat_gambut Yusi Septriandisosialekonomi:hasil_olahan_masyarakat_gambut [2023/02/04 10:47] (current) Yusi Septriandi
Line 1: Line 1:
 ====== Hasil Olahan Masyarakat Gambut ====== ====== Hasil Olahan Masyarakat Gambut ======
  
-{{:krupukgambar1.jpg?nolink&467x350|krupukgambar1.jpg}}{{:20220702_111801.jpg?nolink&467x350|20220702_111801.jpg}}+{{:krupukgambar1.jpg?nolink&200x150|krupukgambar1.jpg}}{{:20220702_111801.jpg?nolink&200x150|20220702_111801.jpg}}
  
 Sumber foto : Ahwansah Putra (WikiGambut Sumatera Selatan, Daya Kesuma 2022) Sumber foto : Ahwansah Putra (WikiGambut Sumatera Selatan, Daya Kesuma 2022)
  
-Lahan gambut di Desa [[desagambut:desa_daya_kesuma|Daya Kesuma]], Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membudidayakan komoditi pertanian dan perkebunan. Masyarakat memanfaatkan lahan gambut dangkal hingga sedang untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Daya Kesuma memiliki lahan persawahan cukup luas menunjukkan padi merupakan komoditas unggulan, musim tanam padi dilakukan 1 tahun sekali dan pada tahun berikutnya dilakukan rotasi jenis tanaman jagung. Seperti halnya padi, komoditi kelapa juga memenuhi kesesuaian lahan untuk dikembangkan, selain itu jenis tanaman palawija juga dibudidayakan seperti cabai dan singkong atau ubi.+Lahan gambut di Desa [[:desagambut:desa_daya_kesuma|Daya Kesuma]], Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membudidayakan komoditi pertanian dan perkebunan. Masyarakat memanfaatkan lahan gambut dangkal hingga sedang untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Daya Kesuma memiliki lahan persawahan cukup luas menunjukkan padi merupakan komoditas unggulan, musim tanam padi dilakukan 1 tahun sekali dan pada tahun berikutnya dilakukan rotasi jenis tanaman jagung. Seperti halnya padi, komoditi kelapa juga memenuhi kesesuaian lahan untuk dikembangkan, selain itu jenis tanaman palawija juga dibudidayakan seperti cabai dan singkong atau ubi.
  
 Singkong alias ubi kayu adalah jenis tanaman yang toleran terhadap sifat masam tanah sehingga singkong adalah tanaman yang cocok di lahan gambut. Selain itu, singkong juga tanaman yang sering dipilih untuk tumpang sari. Bapak Carim (48 tahun), memanfaatkan lahan dibelakang rumahnya untuk ditanami pohon kelapa dan di selingi ubi kayu. Ubi kayu adalah tanaman yang sangat mudah untuk di olah menjadi berbagai olahan makanan, yang dilakukan oleh Bapak Carim bersama istrinya memanfaatkan ubi kayu menjadi olahan rumahan. Singkong alias ubi kayu adalah jenis tanaman yang toleran terhadap sifat masam tanah sehingga singkong adalah tanaman yang cocok di lahan gambut. Selain itu, singkong juga tanaman yang sering dipilih untuk tumpang sari. Bapak Carim (48 tahun), memanfaatkan lahan dibelakang rumahnya untuk ditanami pohon kelapa dan di selingi ubi kayu. Ubi kayu adalah tanaman yang sangat mudah untuk di olah menjadi berbagai olahan makanan, yang dilakukan oleh Bapak Carim bersama istrinya memanfaatkan ubi kayu menjadi olahan rumahan.
  
-Kerupuk ubi merupakan salah satu makanan yang terbuat dari olahan singkong seperti yang dibuat oleh Bapak Carim dan istrinya. Tujuan dari olahan ubi kayu dikembangkan agar dapat membantu meringkankan biaya pengeluaran kesehariannya serta meningkatkan pendapatan rumah tangga, ujar beliau. Peluang usaha ruamahan ini cukup menjanjikan, 1 kilo kerupuk ubi dijual dengan harga 18.000 rupiah. Penjualan hanya dilakukan jika ada pesanan baik di jual ke masyarakat Desa Daya Kesuma dan sekitarnya. Kerupuk ubi bagi masyarkat desa merupakan satu cemilan yang digemari sebagai teman nasi diwaktu makan. Usaha olahan rumahan ini dikembangkan secara sederhana, dalam prosesnya pembuatan kerupuk ubi mengalami kendala kekuarangan alat peras akan tetap tidak menyulitkan untuk tetap berkreatifitas dalam mengelola lahan gambut secara berkelanjutan.+Kerupuk ubi merupakan salah satu makanan yang terbuat dari olahan singkong seperti yang dibuat oleh Bapak Carim dan istrinya. Tujuan dari olahan ubi kayu dikembangkan agar dapat membantu meringkankan biaya pengeluaran kesehariannya serta meningkatkan pendapatan rumah tangga, ujar beliau. Peluang usaha ruamahan ini cukup menjanjikan, 1 kilo kerupuk ubi dijual dengan harga 18.000 rupiah. Penjualan hanya dilakukan jika ada pesanan baik di jual ke masyarakat Desa Daya Kesuma dan sekitarnya. Kerupuk ubi bagi masyarkat desa merupakan satu cemilan yang digemari sebagai teman nasi diwaktu makan. Usaha olahan rumahan ini dikembangkan secara sederhana, dalam prosesnya pembuatan kerupuk ubi mengalami kendala kekuarangan alat peras akan tetap tidak menyulitkan untuk tetap berkreatifitas dalam mengelola lahan gambut secara berkelanjutan
  
-{{tag>penghidupan}}{{tag>sosialekonomi}}+{{tag>rintisan}}
  
  
  • sosialekonomi/hasil_olahan_masyarakat_gambut.1666254767.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:52
  • (external edit)