Bujing ( Aglaia elliptica )
Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama lokal, antara lain kalantupak, langsat munyit, madam bungau, mambo, mata kucing, mata kucing munyit, segara, tapau, tanglar, lambunau, dan langsat gajah. Sementara itu, di Filipina tumbuhan ini dikenal dengan sebutan melatumbaga, hagasan, dan mamonak. Aglaia elliptica banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, Pepagan dan daun Aglaia elliptica dapat dijadikan obat tradisional. Buah Aglaia elliptica dapat dimakan rasa Aglaia elliptica seperti buah arbei. Kayu Aglaia elliptica kuat dan awet dapat dijadikan sebagai bahan konstruksi kapal dan bangunan.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Phylum: Streptophyta
Class: Equisetopsida
Subclass: Magnoliidae
Order: Sapindales
Family: Meliaceae
Genus: Aglaia
Species: Aglaia elliptica
Subspecies: Aglaia elliptica subsp. elliptica
Ciri Morfologi
Pohon Aglaia elliptica tergolong berukuran sedang, dengan diameter batang sekitar 40 cm dan tinggi total mencapai 25 m. Batangnya berbentuk silindris, permukaan kulit relatif halus dengan agak beralur, berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat kehijauan. Bagian dalam batang berwarna merah keunguan dan memiliki banir yang pendek. Kayu gubal berwarna kuning pucat, merah jambu, atau cokelat gelap kemerahan, serta mengeluarkan getah berwarna putih. Percabangan tumbuh condong ke atas, sementara rantingnya tertutup rambut berbentuk bintang atau sisik berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat kekuningan.
Daun Aglaia elliptica majemuk menyirip gasal dan tersusun spiral, dengan rakis serta tangkai anak daun juga dilapisi rambut bintang seperti pada ranting. Anak daun berbentuk menjorong hingga melanset sungsang atau lonjong, dengan ujung meruncing dan pangkal membaji atau membundar tidak simetris. Daun muda berwarna hijau kekuningan dan berubah menjadi hijau gelap saat dewasa.
Perbungaan Aglaia elliptica tersusun dalam bentuk tandan yang muncul di ujung ranting. Bunganya berkelamin satu, dengan bunga jantan dan betina terdapat pada tandan yang berbeda, berwarna kuning dan berubah menjadi kecokelatan ketika mekar. Buah berbentuk bulat telur sungsang hingga menjorong, berwarna hijau pucat mengilap saat muda dan menjadi merah jingga ketika masak, kemudian segera pecah menghasilkan satu hingga dua biji. Biji tersebut diselubungi salut berwarna merah jingga hingga merah jambu.
Habitat dan Persebaran
Aglaia elliptica tumbuh alami do beberapa tempat, yakni daerah rawa, rawa gambut, dan hutan dataran rendah hingga pegunungan bawah mencapai ketinggian 2000 m. Aglaia elliptica umumnya tumbuh di daerah pinggir jalan pada tanah alluvial, sepanjang aliran sungai, daerah perbukitan, lempung berpasir, batu gamping, tanah pasir, hingga batuan granit. Persebaran Aglaia elliptica sangat luas, mulai dari Thailand, Burma, Sumatera, Semenanjung Malaysia, Borneo, Papua Nugini, hingga tumbuh di Filipina.
Sumber
- Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
- POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.