ekosistem_gambut:ubah_tatau

Ubah tatau

ubahtataupowo.jpg

Kingdom: Plantae

Phylum: Streptophyta

Class: Equisetopsida

Subclass: Magnoliidae

Order: Malpighiales

Family: Phyllanthaceae

Genus: Antidesma

Species: Antidesma leucopodum

Pohon Antidesma leucopodum berukuran kecil dengan tinggi mencapai 25 m dan diameter batang sekitar 35 cm. Batang Antidesma leucopodum berbentuk silindris, kulit luar berwarna cokelat kemerahan serta mudah mengelupas tipis seperti serpihan. Memiliki stipula sepanjang kurang lebih 13 mm. Daunnya tunggal dan tersusun berseling, dengan pertulangan menyirip, permukaan gundul, bertangkai pendek, serta memiliki banyak urat sekunder. Perbungaan Antidesma leucopodum tersusun dalam bentuk tandan yang tumbuh pada ranting tanpa daun atau langsung pada batang. Bunganya berwarna kuning dengan diameter sekitar 1 mm, dan benang sari pada bunga jantan tampak menonjol. Buah berbentuk pelok, berdaging merah, dengan diameter sekitar 5 mm.

Antidesma leucopodum memiliki beberapa nama daerah, antara lain rain laki, rainbini, rambai tikus, rayan dan uhai puruk. bajan, engkuni, erayu gabok, jarupis, kayu mawar, kilas primpian, lagas-lagas, dan lembai temai. Buah Antidesma leucopodum dapat dimakan

Antidesma leucopodum tumbuh secara alami di hutan rawa, rawa gambut, hutan dipterokarpa campuran, hingga kawasan pegunungan bawah dengan ketinggian mencapai 2.200 m. Antidesma leucopodum umumnya dijumpai di daerah perbukitan dengan tanah bertekstur lempung, dan sesekali juga ditemukan pada tanah berbatu kapur. Di hutan sekunder, Antidesma leucopodum biasanya hadir sebagai tegakan sisa setelah terjadi gangguan. Antidesma leucopodum tersebar luas, mulai dari Thailand, Sumatera, Borneo (seluruh pulau), hingga Semenanjung Malaysia.

  • Partomihardjo, T. (2020). Tumbuhan hutan rawa gambut Merang Kepayang.
  • POWO (2024). “Plants of the World Online. Facilitated by the Royal Botanic Gardens, Kew. Published on the Internet; https://powo.science.kew.org/.
  • ekosistem_gambut/ubah_tatau.txt
  • Last modified: 2026/02/18 10:09
  • by Sephira Tiara Dwi