Rehabilitasi Vegetasi Gambut

Upaya memulihkan dan meningkatkan fungsi ekosistem gambut yang dilakukan melalui penanaman vegetasi sehingga produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Upaya pemulihan fungsi ekosistem gambut dilaksanakan secara bersamaan dengan langkah-langkah pencegahan degradasi kawasan. Salah satu bentuk pemulihan tersebut dilakukan melalui rehabilitasi vegetasi. Kegiatan rehabilitasi dilakukan dengan penanaman kembali jenis-jenis tumbuhan asli rawa gambut maupun spesies lain yang adaptif terhadap kondisi lahan basah, sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal tanpa memerlukan upaya drainase.

Rehabilitasi vegetasi lahan gambut dilakukan dengan mengutamakan jenis-jenis asli gambut serta mempertimbangkan berbagai aspek yaitu kesesuaian lahan, lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk mengakomodasi berbagai hal tersebut, penetapan pola rehabilitasi perlu didahului dengan analisis yang mencakup kondisi sosial ekonomi masyarakat, status dan fungsi kawasan, serta implikasinya terhadap kegiatan rehabilitasi. Selain itu, perlu dipertimbangkan karakteristik lahan gambut, preferensi jenis tanaman untuk rehabilitasi vegetasi, serta karakteristik, aspek teknis, dan nilai ekonomi dari jenis-jenis tanaman asli gambut.

  • KemenLHK. (2017). Permen LHK No. P.16/MenLHK/Setjen/Kum.1/2/2017 Tentang Pedoman Teknis Pemulihan Fungsi Ekosistem Gambut. Jakarta: Sekretariat Jendral.
  • Yuniati, D., Nurrochmat, D. R., Anwar, S., & Darwo, D. (2018). Penetapan Pola Rehabilitasi Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi (Determining Rehabilitation Patterns for Recovery of Sungai Bram Itam Peatland Protected Forest Ecosystem Functions Tanjung Jabung Barat District, Jambi Province). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 15(2), 67-85.
  • kebijakan_program/rehabilitasi_vegetasi_gambut.txt
  • Last modified: 2026/02/12 02:52
  • by Sephira Tiara Dwi