This is an old revision of the document!


Hutan Konservasi

Kawasan SM Padang Sugihan dan sekitarnya pada Pelita III Pro v insi Sumatera Selatanplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigSumatera Selatan

Sumatera Selatan atau sering disebut sebagai Bumi Sriwijaya, memiliki Ibu Kota Provinsi Palembang yang juga dijuluki sebagai Venice of The East (Venesia dari timur) oleh bangsa Eropa merupakan salah satu kota tertua di Indonesia yang sudah ada sejak 1.335 tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur, terutama melalui perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan Tanjung Api-Api di
ditetapkan sebagai Wilayah Pembangunan Areal Transmigrasi dengan pola pertanian persawahan pasang surut. Sebelumnya kawasan tersebut merupakan kawas a n hutan produksi yang dapat dikonversi dan pada saat itu sampai dengan tahun 19 83 dikelola oleh HPH PT Wijaya Murni dan HPH PT Daya Penca. Di dalam kawasan ini hidup beraneka jenis satwa diantaranya mamalia besar yang populasinya cukup besar yaitu satwa Gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
Sumatera. Diubahnya status kawasan hutan dan dibangunnya areal transmigrasi pada wilayah Air Sugihan III, mengakibatkan habitat gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
yang terdapat di areal tersebut berkurang. Pembuatan kanal/saluran primer dan sekunder yaitu jalur 21, SP3, SP4, SP5, SP6 dan SP7 mengakibatkan gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
-gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
yang ada di dalam wilayah areal transmigrasi terisolir. Terisolirnya gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
-gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
tersebut menimbulkan gangguan yang cukup besar terhadap areal pertanian yang sedang dikembangkan di Air Sugihan III, sehingga diperlukan alternatif pemindahan gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
yang terisolir ke habitat yang baru. Pada akhirnya setelah kegiatan penggiringan gajahplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGajah

[Nasib Gajah Sumatera di Tengah Rusaknya Lahan Gambut Air Sugihan - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id]



Lahan gambut merupakan salah satu ekosistem yang unik dan penting di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Ekosistem ini ditandai oleh adanya lapisan gambut yang dalam dan tersusun dari bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Di dalam
ke dalam kawasan Padang Sugihan selesai, Pemerintah melalui Menteri Kehutanan men unjuk d aerah Padang Sugihan sebagai Kawasan Suaka Margasatwa berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 004/Kpts-II/1983 tanggal 19 April 1983 seluas 75.000 Hektar (ha), selanjutnya melalui SK Menteri Kehutanan Nomor No.410/Kpts-II/1986 tanggal 29 Desember 1986 dengan luasan 71.807 ha. Kemudian p ada tahun 2001 SM Padang Sugihan ditunjuk kembali dengan SK Menteri Kehutanan No.76/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 seluas 86.932 ha. Selanjutnya melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.2858/Menhut-VII/KUH/2014 Tanggal 16 April 2014 ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa seluas 88.148,047 ha. Sebagian besar dari kawasan SM Padang Sugihan merupakan lahan rawa dengan bentuk wilayah secara global berupa dataran hingga cekungan dengan lereng yang landai (0-3%). Dataran tersebut dapat berupa dataran banjir maupun lembah antar daerah lipatan. Sebagian kawasan SM Padang Sugihan adalah lahan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigLahan Gambut

Lahan gambut merupakan bagian dari lanskap ekosistem gambut, salah satu ekosistem khas lahan basah yang dimiliki Indonesia. Gambut berasal dari tanah yang terdapat akumulasi sisa-sisa makhluk hidup yang melapuk, mengandung bahan organik >12% dengan ketebalan lebih dari 50 cm
seluas 47.199,18 Ha bervariasi dari gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
dangkal sampai dengan dalam

  • ekosistem/hutan_konservasi.1665728208.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:52
  • (external edit)