This is an old revision of the document!


img_20230420_183717.jpg

Istilah pagong merupakan sebutan sekat kanal dari masyarakat lokal di Kalimantan Barat. Berbeda dengan sekat kanal yang dibuat oleh BRG (Badan Restorasi Gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
) yang dibuat dengan permanen menggunakan bahan material seperti beton, bahan pembuatan pagong sendiri menggunakan material yang lebih sederhana. Bahan pembuatan pagong ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan diantaranya seperti pipa paralon.

Fungsi pagong ini sama seperti sekat kanal pada umumnya yaitu sebagai bangunan pengaturan tata air di lahan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigLahan Gambut

Lahan gambut merupakan bagian dari lanskap ekosistem gambut, salah satu ekosistem khas lahan basah yang dimiliki Indonesia. Gambut berasal dari tanah yang terdapat akumulasi sisa-sisa makhluk hidup yang melapuk, mengandung bahan organik >12% dengan ketebalan lebih dari 50 cm
. Adapun mekanismenya yaitu jika terjadi hujan dan kesediaan air yang berlebihan di lahan, maka pipa yang dipasang bentuk vertikal di buka. Kegunaannya agar air tesebut dapat keluar ke saluran drainase melalui pipa yang dipasang secara horizontal. Apabila terjadi kekeringan atau tidak terjadi hujan pada sekitar lahan maka pipa yang dipasang secara horizontal ditutup kembali menggunakan pipa yang lainnya.

  • ekosistem/pagong.1681992056.txt.gz
  • Last modified: 2023/04/20 12:00
  • by Yulita Andriyani