ekosistem:pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
Next revision
Previous revision
ekosistem:pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut [2022/10/19 07:30] – ↷ Page moved from pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut to ekosistem:pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut Yusi Septriandiekosistem:pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut [2023/02/03 12:21] (current) Yusi Septriandi
Line 1: Line 1:
-{{tag>kebijakan}} 
- 
 ====== Pembasahan Mencegah Kebakaran Lahan Gambut ====== ====== Pembasahan Mencegah Kebakaran Lahan Gambut ======
  
-Pembasahan kembali //([[kebijakan:rewetting]]) //merupakan salah satu dari tiga pendekatan strategi [[kebijakan:restorasi_gambut|restorasi lahan gambut]]. Pendekatan ini dilakukan dengan upaya pembasahan material gambut yang mengering diakibatkan oleh aktivitas manusia yang menyebabkan turunnya muka air tanah gambut dengan cara meningkatkan kadar air dan tinggi muka air tanah gambut. Pembasahan gambut dilaksanakan melalui kegiatan pembangunan infrastruktur pembasahan gambut seperti sekat/tabat kanal, penimbunan kanal, dan sumur bor. Restorasi ini merupakan upaya pemulihan untuk menjadikan fungsi Ekosistem Gambut atau bagian-bagiannya berfungsi kembali sebagaimana semula ([[https://jdih.menlhk.go.id/new/uploads/files/2022pmlhk007_menlhk_04112022103927.pdf|Permen LHK No. 7 Tahun 2022]]) +Pembasahan kembali //([[:kebijakan:rewetting|]]) //merupakan salah satu dari tiga pendekatan strategi [[:kebijakan:restorasi_gambut|restorasi lahan gambut]]. Pendekatan ini dilakukan dengan upaya pembasahan material gambut yang mengering diakibatkan oleh aktivitas manusia yang menyebabkan turunnya muka air tanah gambut dengan cara meningkatkan kadar air dan tinggi muka air tanah gambut. Pembasahan gambut dilaksanakan melalui kegiatan pembangunan infrastruktur pembasahan gambut seperti sekat/tabat kanal, penimbunan kanal, dan sumur bor. Restorasi ini merupakan upaya pemulihan untuk menjadikan fungsi Ekosistem Gambut atau bagian-bagiannya berfungsi kembali sebagaimana semula ([[https://jdih.menlhk.go.id/new/uploads/files/2022pmlhk007_menlhk_04112022103927.pdf|Permen LHK No. 7 Tahun 2022]])
- +
-{{:sekatkanalgambut.jpg?600x392|sekatkanalgambut.jpg}}+
  
-<sup>Sekat Kanal Gambut, Sumber: Badan Restorasi Gambut dan Mangrove </sup>+<imgcaption image1|Sekat Kanal Gambut, Sumber: Badan Restorasi Gambut dan Mangrove >[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=ekosistem:pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut&media=ekosistem:sekat_kanal_gambut.jpg|{{  .:sekat_kanal_gambut.jpg?400  }}]]</imgcaption>
  
 Keseimbangan air atau Water Balance merupakan hal perlu diperhatikan dalam upaya pembasahan kembali restorasi gambut, ini merupakan prinsip dasar dalam hukum alam KHG (Kesatuan Hidrologis Gambut). Pendekatannya ialah dengan memperhatikan keseimbangan jumlah air sepanjang tahun, baik keseimbangannya di musim penghujan agar tidak menyebabkan banjir dan ketersediaan air yang cukup agar tdak terjadinya kering dan lahan mudah terbakar. Sekaligus memastikan agar tidak terjadinya penurunan permukaan tanah gambut hingga mengalami kondisi [[https://www.wetlands.or.id/PDF/Flyers/Agri04.pdf|kering tidak balik]] //(irreversible drying)// Keseimbangan air atau Water Balance merupakan hal perlu diperhatikan dalam upaya pembasahan kembali restorasi gambut, ini merupakan prinsip dasar dalam hukum alam KHG (Kesatuan Hidrologis Gambut). Pendekatannya ialah dengan memperhatikan keseimbangan jumlah air sepanjang tahun, baik keseimbangannya di musim penghujan agar tidak menyebabkan banjir dan ketersediaan air yang cukup agar tdak terjadinya kering dan lahan mudah terbakar. Sekaligus memastikan agar tidak terjadinya penurunan permukaan tanah gambut hingga mengalami kondisi [[https://www.wetlands.or.id/PDF/Flyers/Agri04.pdf|kering tidak balik]] //(irreversible drying)//
Line 52: Line 48:
 Pada keadaan ini tentunya lahan gambut akan sangat rentan sekali terbakar dan sulit dipadamkan Pada keadaan ini tentunya lahan gambut akan sangat rentan sekali terbakar dan sulit dipadamkan
  
-{{:gambutkering.jpg?600x305|gambutkering.jpg}}+[[https://wikigambut.id/lib/exe/detail.php?id=ekosistem:pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut&media=gambutkering.jpg|{{:gambutkering.jpg?200x102|gambutkering.jpg}}]]
  
 <sup>Empat Hektare lahan gambut kering di Desa Bonai Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu terbakar, Kamis (11/8/2022). Sumber: [[https://www.delikriau.com/read-509-5666-2022-08-12-empat-hektar-lahan-gambut-kering-di-kabupaten-rokan-hulu-riau-terbakar.html|delikriau.com]] </sup> <sup>Empat Hektare lahan gambut kering di Desa Bonai Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu terbakar, Kamis (11/8/2022). Sumber: [[https://www.delikriau.com/read-509-5666-2022-08-12-empat-hektar-lahan-gambut-kering-di-kabupaten-rokan-hulu-riau-terbakar.html|delikriau.com]] </sup>
Line 58: Line 54:
 ===== Kebakaran Lahan Gambut ===== ===== Kebakaran Lahan Gambut =====
  
-Terang disampaikan pada PP No 57 Tahun 2016 Pasal 26 bahwa Setiap orang dilarang membakar lahan Gambut dan/atau melakukan pembiaran terjadinya pembakaran. Akan tetapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut merupakan peristiwa tahunan yang sering terjadi pada musim kemarau. Dampak karhutla yaitu rusaknya tanah, gambut, dan besarnya emisi karbon yang ditimbulkan, serta asap menyebabkan gangguan kesehatan khususnya anak-anak dan lansia. Kebakaran lahan gambut lebih berbahaya dibanding kebakaran lahan mineral. Hal ini karena pada musim kemarau lapisan organik dan gambut di bawah vegetasi di permukaan lahan juga mudah terbakar, sehingga lebih sulit dikendalikan. Selain itu, asap kebakaran lahan gambut menghasilkan 3-6 kali lebih banyak partikel dibanding kebakaran pada jenis tanah lainnya. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif maupun kuratif untuk mengurangi kerugian akibat kebakaran lahan gambut.+Terang disampaikan pada PP No 57 Tahun 2016 Pasal 26 bahwa Setiap orang dilarang membakar lahan gambut dan/atau melakukan pembiaran terjadinya pembakaran. Akan tetapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut merupakan peristiwa tahunan yang sering terjadi pada musim kemarau. Dampak karhutla yaitu rusaknya tanah, gambut, dan besarnya emisi karbon yang ditimbulkan, serta asap menyebabkan gangguan kesehatan khususnya anak-anak dan lansia. Kebakaran lahan gambut lebih berbahaya dibanding kebakaran lahan mineral. Hal ini karena pada musim kemarau lapisan organik dan gambut di bawah vegetasi di permukaan lahan juga mudah terbakar, sehingga lebih sulit dikendalikan. Selain itu, asap kebakaran lahan gambut menghasilkan 3-6 kali lebih banyak partikel dibanding kebakaran pada jenis tanah lainnya. Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif maupun kuratif untuk mengurangi kerugian akibat kebakaran lahan gambut.
  
 Resiko kebakaran lahan gambut di Indonesia seolah menjadi peristiwa musiman yang telah dapat diprediksi namun masih sulit diatasi. Salah satu hal yang menyebabkan kebakaran sulit diatasi yaitu peristiwa kebakaran terjadi di luasan dan dalam periode yang berbeda-beda tiap tahunnya. Dapat disimpulkan bahwa seluruh lahan gambut rentan mengalami kebakaran lahan. Kebakaran lahan tidak hanya disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan, melainkan disebabkan oleh rendahnya kadar air pada lahan gambut tersebut yang menyebabkan api semakin mudah menyebar dan sulit dipadamkan Resiko kebakaran lahan gambut di Indonesia seolah menjadi peristiwa musiman yang telah dapat diprediksi namun masih sulit diatasi. Salah satu hal yang menyebabkan kebakaran sulit diatasi yaitu peristiwa kebakaran terjadi di luasan dan dalam periode yang berbeda-beda tiap tahunnya. Dapat disimpulkan bahwa seluruh lahan gambut rentan mengalami kebakaran lahan. Kebakaran lahan tidak hanya disebabkan oleh musim kemarau yang berkepanjangan, melainkan disebabkan oleh rendahnya kadar air pada lahan gambut tersebut yang menyebabkan api semakin mudah menyebar dan sulit dipadamkan
Line 64: Line 60:
 Kebakaran di lahan gambut biasanya diawali dengan penyulutan api di atas permukaan tanah. Api akan bergerak ke segala arah, bawah permukaan, atas permukaan, kiri, kanan, depan dan belakang. Penjalaran api ke bawah permukaan yang membakar lapisan gambut dipengaruhi oleh kadar air lapisan gambut dan tidak dipengaruhi angin sebagai kebakaran bawah// (ground fire)//. Api akan bergerak ke atas permukaan dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin sebagai kebakaran permukaan //(surface fire)//  dan bila mencapai tajuk pohon akan menjadi kebakaran tajuk //(crown fire)//  . Bagian pohon/ranting/semak yang terbakar dapat diterbangkan angin dan jatuh ke tempat baru sehingga menyebabkan kebakaran baru sebagai api loncat //(spot fire/spotting)//. Sehingga kebakaran di lahan gambut //(peatland fire)//  dapat terdiri dari kebakaran bawah, kebakaran permukaan dan kebakaran tajuk. Kebakaran di lahan gambut biasanya diawali dengan penyulutan api di atas permukaan tanah. Api akan bergerak ke segala arah, bawah permukaan, atas permukaan, kiri, kanan, depan dan belakang. Penjalaran api ke bawah permukaan yang membakar lapisan gambut dipengaruhi oleh kadar air lapisan gambut dan tidak dipengaruhi angin sebagai kebakaran bawah// (ground fire)//. Api akan bergerak ke atas permukaan dipengaruhi oleh kecepatan dan arah angin sebagai kebakaran permukaan //(surface fire)//  dan bila mencapai tajuk pohon akan menjadi kebakaran tajuk //(crown fire)//  . Bagian pohon/ranting/semak yang terbakar dapat diterbangkan angin dan jatuh ke tempat baru sehingga menyebabkan kebakaran baru sebagai api loncat //(spot fire/spotting)//. Sehingga kebakaran di lahan gambut //(peatland fire)//  dapat terdiri dari kebakaran bawah, kebakaran permukaan dan kebakaran tajuk.
  
-{{https://berbagi.pahlawangambut.id//lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/kebakarangambut.jpg?nolink&600x400|berbagi.pahlawangambut.id_lib_plugins_ckgedit_fckeditor_userfiles_image_kebakarangambut.jpg}}+{{https://berbagi.pahlawangambut.id/lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/kebakaran-lahan-gambut-di-aceh-barat-pm3lof-prv.jpg?nolink&200x133|kebakaran-lahan-gambut-di-aceh-barat-pm3lof-prv.jpg}}
  
 <sup>Api kebakaran lahan gambut di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (30/1/2019). Sumber: Syifa Yulinnas [[https://www.antarafoto.com/bisnis/v1548859819/kebakaran-lahan-gambut|antarafoto.com]]</sup> <sup>Api kebakaran lahan gambut di Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Rabu (30/1/2019). Sumber: Syifa Yulinnas [[https://www.antarafoto.com/bisnis/v1548859819/kebakaran-lahan-gambut|antarafoto.com]]</sup>
Line 79: Line 75:
 ===== Upaya Pencegahan dengan Pembasahan Kembali ===== ===== Upaya Pencegahan dengan Pembasahan Kembali =====
  
-{{https://berbagi.pahlawangambut.id//lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/ilustrasiinfrastrukturpembasahangambut.png?nolink&900x208}}+{{https://berbagi.pahlawangambut.id/lib/plugins/ckgedit/fckeditor/userfiles/image/a_dohongetal_2017_modul_sekat_kanal_berbasis_masyarakat.jpg?nolink&200x208|a_dohongetal_2017_modul_sekat_kanal_berbasis_masyarakat.jpg}}
  
 <sup>Ilustrasi Infrastruktur Pembasahan Gambut; Sekat Kanal, Penimbunan Kanal, dan Sumur Bor. Sumber: Badan Restorasi Gambut 2017</sup> <sup>Ilustrasi Infrastruktur Pembasahan Gambut; Sekat Kanal, Penimbunan Kanal, dan Sumur Bor. Sumber: Badan Restorasi Gambut 2017</sup>
Line 101: Line 97:
   - Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No 7 Tahun 2022 Penugasan Pelaksanaan Kegiatan Restorasi Gambut   - Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No 7 Tahun 2022 Penugasan Pelaksanaan Kegiatan Restorasi Gambut
   - Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan No: P.3/PPKL/PKG/PKL.0/ 3/ 2018 Tentang Pedoman Pembangunan Infrastruktur Pembasahan untuk Pemulihan Ekosistem Gambut   - Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan No: P.3/PPKL/PKG/PKL.0/ 3/ 2018 Tentang Pedoman Pembangunan Infrastruktur Pembasahan untuk Pemulihan Ekosistem Gambut
 +{{tag>rintisan}}
  
  
  • ekosistem/pembasahan_mencegah_kebakaran_lahan_gambut.1666164640.txt.gz
  • Last modified: 2023/01/17 22:52
  • (external edit)