kebijakan:revitalisasi_penghidupan_masyarakat

Revitalisasi Penghidupan Masyarakat

R yang ketiga dari Strategi 3 R Badan Restorasi Gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
adalah Revitalisasi Penghidupan Masyarakat.Mengapa hal ini penting?Sebab garda terdepan dari restorasi gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
adalah masyarakat yang tinggal di areal tersebut.Dalam praktiknya, Revitalisasi Penghidupan Masyarakat pada satu sisi mengharuskan pengelolaan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
secara lestari dan di sisi lain, gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
menjadi sumber penghidupan masyarakat. Agar kedua hal ini terpenuhi, maka menurut Dohong (2018) kegiatan ini setidaknya harus berdasar pada;

  1. Jenis kegiatan ekonomi harus ramah gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

    <[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

    Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
    basah dan lembab;
  2. Jenis kegiatannya harus minimal drainase dan minimum (tanpa) penggunaan api;
  3. Jenis kegiatan tidak bertentangan dengan upaya restorasi dan konservasi serta ramah gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

    <[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

    Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
  4. Jenis kegiatan diupayakan/diusahakan berbasis kearifan dan pengetahuan lokal;
  5. Jenis kegiatan memiliki nilai partisipasi dan keberdayaan masyarakat lokal;
  6. Tidak melawan hukum (pembalakan, setrum ikan, dsb);
  7. Mendukung peningkatan perekonomian daerah dan desa;
  8. Menyerap banyak kesempatan kerja;
  9. Layak secara ekonomi dan lingkungan.

Tantangan dalam kegiatan ini antara lain mengubah perilaku masyarakat, dari kebiasaan membakar lahan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigLahan Gambut

Lahan gambut merupakan bagian dari lanskap ekosistem gambut, salah satu ekosistem khas lahan basah yang dimiliki Indonesia. Gambut berasal dari tanah yang terdapat akumulasi sisa-sisa makhluk hidup yang melapuk, mengandung bahan organik >12% dengan ketebalan lebih dari 50 cm
menjadi tidak membakar. Dari kebiasaan menggunakan bahan-bahan kimia pertanian (pupuk dan pestisida) ke penggunaan bahan bahan alami yang tersedia di wilayah desa masing-masing sehingga tidak merusak ekosistem gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigEkosistem Gambut

Pemerintah Indonesia mendefinisikan ekosistem gambut sebagai tatanan unsur gambut yang merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitasnya. Definisi ini kemudian diperkuat dengan penegasan batasan dan cakupan ekosistem
dan berbiaya rendah. Contohnya, menerapkan pertanian ekologis (agroekologi) di lahan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigLahan Gambut

Lahan gambut merupakan bagian dari lanskap ekosistem gambut, salah satu ekosistem khas lahan basah yang dimiliki Indonesia. Gambut berasal dari tanah yang terdapat akumulasi sisa-sisa makhluk hidup yang melapuk, mengandung bahan organik >12% dengan ketebalan lebih dari 50 cm
dengan model pertanian berkelanjutan rendah asupan luar (Low External Input Sustainable Agriculture atau populer disingkat LEISA).Model pertanian semacam ini dapat dilakukan atau dipraktikkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di tingkat desa.Pengetahuan bertani ekologis ini pada dasarnya telah dimiliki oleh masyarakat, tetapi pada banyak situasi perlu dilakukan pengayaan pengetahuan dan teknologi tepat guna. Melalui pengembangan pertanian ekologis dengan model LEISA, revitalisasi tidak hanya memulihkan mata pencaharian, tetapi juga mem-vital-kan kembali pengetahuan lokal dan 'gaya hidup' ramah gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
di masyarakat yang ada di ekosistem gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigEkosistem Gambut

Pemerintah Indonesia mendefinisikan ekosistem gambut sebagai tatanan unsur gambut yang merupakan satu kesatuan utuh menyeluruh yang saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitasnya. Definisi ini kemudian diperkuat dengan penegasan batasan dan cakupan ekosistem
. Contoh lain, di sektor kerajinan dan produk olahan, pemberdayaan kelompok masyarakat pengerajin diutamakan pada peningkatan nilai jual produk dan peningkatan keterampilan. Pada prakteknya tidak akan menghilangkan identitasnya, namun terjadi peningkatan nilai jual produk.

Pada akhirnya, revitalisasi penghidupan masyarakat ini akan mampu mendorong pengelolaan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
tetap lestari. Bila upaya pemulihan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat, ancaman kerusakan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
akibat kebakaran, pengeringan, alih fungsi, dll akan berkurang dengan sendirinya. Upaya pemulihan gambutplugin-autotooltip__default plugin-autotooltip_bigGambut

<[lahan gambut]Ekosistem Gambut Primer di Laboratorium Alam CIMPTROP, Kalimantan Tengah>

Gambut merupakan material organik yang terbentuk secara alami berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang terdekomposisi tidak sempurna dengan ketebalan 50 (lima puluh) centimeter atau lebih dan terakumulasi pada areal rawa. Secara harfiah Gambut berasal dari bahasa Banjar untuk menyebut tanah non-mineral yang berasal dari akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi sempurna pada daerah depresi. Bany…
akan disambut masyarakat dan pemerintah desa karena memberikan manfaat ekologi, sosial, ekonomi, secara berkelanjutan.

  • kebijakan/revitalisasi_penghidupan_masyarakat.txt
  • Last modified: 2023/01/17 20:16
  • by 127.0.0.1